Ahreum duduk di sisi ranjang, pikirannya benar-benar hancur pagi ini. Dan Ahreum masih harus menyelesaikan sebuah masalah, yaitu menjelaskan pada Jin tentang status barunya sebagai seorang istri.
Wanita 25 tahun itu meraih ponsel di nakas dan mencari sebuah nama di kontak sebelum menempelkan benda persegi itu di telinganya.
“ Yeobseo? Wae chagi? ”
“ Jin, bisa kita bertemu sekarang? Ada yang ingin kubicarakan. ”
“ Sekarang? Begini saja, hari ini aku ada meeting dengan kolega di sebuah cafe. Kau temani aku menemui dia karena sekertarisku sedang sakit. Setelah itu, kita bicarakan masalahmu, bagaimana? ”
“ Baiklah, kirim alamatnya padaku. ”
“ Arraseo, saranghae Kim Ahreum. ”
“ Nado. ”
Setelah itu Ahreum memamdang sebuah foto berukuran 6R yang tertempel di dinding. Di sana nampak bocah kecil dan seorang pria dewasa yang tersenyum lebar. Ahreum tersenyum melihat senyum lebar Eunwoo. Dia bocah kecil yang manis.
“ Kuharap kau selalu bahagia, sayang. ”
🌻 The Truth Untold 🌻
Ahreum menginjakkan kakinya di lantai kayu sebuah cafe super mewah. Dengan pakaian formal lengkap dengan jas kerja, Ahreum menelisik setiap sudut ruangan sampai kedua netra hazel miliknya berhasil menangkap sosok yang sangat dia rindukan. Kekasihnya.
Pria itu tengah berdiri di dekat meja paling pojok, melambaikan tangan lengkap dengan senyuman melelehkannya. Ahreum berlari mendekatinya dan merengkuh tubuh itu erat seakan tidak ada waktu lagi.
“ Aku merindukanmu. ” Jauh dalam hatinya, Ahreum menangis. Dia telah menyakiti Jin.
“ Kita berpisah hanya 1 minggu, sayang. ” Jin membalas pelukan Ahreum tidak kalah erat.
Saat Jin hendak melepaskan pelukannya, Ahreum menahannya dengan mempererat pelukannya pada pria berbahu lebar itu.
“ Biarkan seperti ini, sebentar saja. ” Lirih Ahreum yang dibalas oleh belaian lembut.
“ Kenapa kau jadi sensitif seperti ini? Kau sedang datang bulan? ” Ledek Jin sambil tertawa senang.
“ Yaaakk!! ” Ahreum mengacungkan kepalan tangannya ke arah Jin.
Saat itu juga tawa Jin semakin keras dan Ahreum semakin jengkel.
“ Lalu? Apa yang ingin kau katakan? ” Tanya Jin yang kemudian mengajak Ahreum duduk di sebuah kursi.
Ahreum menunduk, memainkan jari dengan gelisah, dia bingung harus memulai dari mana. Ahreum menatap cincin yang melingkar di jari manis tangan kanannya, itu cincin peenikahannya dengan Jungkook.
“ Aku... ” Dia membuang nafas pelan.
“ A... Aku— ”
“ Tuan Kim? ”
Ahreum segera menegakkan kepalanya dan melotot hingga matanya hampir lepas melihat orang yang baru saja menyapa Jin.
“ Tuan Jeon? ” Kata Jin sumringah.
“ J... Jungkook? ” Gagap Ahreum.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Truth Untold
FanfictionPenuh kesepian, kebun ini mekar penuh duri. Dan aku tau, semua kehangatanmu benar. Aku ingin memegang tanganmu. Ini takdirku, jangan tersenyum padaku, terangi aku. Karena aku tidak bisa datang padamu. Tidak ada nama yang bisa kau hubungi. Kau tau, a...
