Flashback
Kyoto, Jepang
Langit malam tidak segelap biasanya, didominasi warna biru tua pekat dengan bulan purnama yang semakin memperjelas warna sang langit malam. Aroma lembut bunga sakura dari setiap kelopak yang terbang kesana kemari membuat malam tersebut terasa begitu menenangkan. Raynald duduk di bawah salah satu pohon sakura disana sambil meneguk sakenya. Taman dengan banyak pohon sakura tersebut sepi, tak seorang pun disana kecuali dirinya. Tentu saja karena kini waktu menunjukan pukul setengah 2 pagi. Raynald menatap nanar ke langit. Begitu banyak hal yang terlintas dikepalanya sampai ia tak tahu apa saja itu. Iya kembali menegak sakenya sambil mengerang pelan, merasakan hangatnya sake di tenggorokan.
"Apa yang sedang kau pikirkan huh? "
Raynald menoleh sekilas ke arah suara tersebut lalu kembali menatap bunga-bunga sakura tersebut sambil kembali meneguk sakenya, tak menghiraukan sahabatnya tersebut.
"Hei, wajahmu sudah memerah. Kau sudah mabuk"
"Mabuk? Aku tidak mabuk Horiyama-sama"
Arka menggeleng pelan, lalu berjalan sedikit sempoyongan, pertanda dirinya pun sudah mabuk namun masih ada sedikit sisa kesadaran. Ia pun duduk, menyandarkan tubuhnya di sisi lain pohon tempat Raynald duduk. Ia pun menatap setiap kelopak bunga sakura yang berjatuhan ke tanah
"Apa yang sedang kau pikirkan sekarang Ray?"
"Tidak ada"
"Kalau begitu, siapa yang sedang kau rindukan huh?",ucapnya sambil tersenyum
"Yang kurindukan? Haha. Tidak ada"
"Benarkah? Aku meragukan hal tersebut."
Raynald diam sambil kembali meneguk sakenya. Sedangkan Arka tersenyum mengejek melihat sahabatnya yang tidak mau mengaku
"Tumben kau cepat keluar Ray. Apa kau tidak puas dengan wanita itu?"
"Bermain satu ronde saja sudah cukup bagiku, dia tidak memuaskan. Sungguh membosankan"
Arka tertawa renyah mendengar pengakuan sahabatnya itu. Ya, Raynald dan Arka bertemu dua tahun lalu, saat keduanya sedang berada di salah satu pub di Tokyo dan karena masing-masing membuat kekacauan akibat mabuk, keduanya dihajar dan didepak keluar bersamaan dari pub tersebut. Raynald masih sangat ingat bagaimana ia tahu bahwa pria yang sama-sama didepak keluar dengannya adalah orang yang berasal dari negara yang sama dengannya
"Sialan, dasar brengsek. Berani-beraninya kalian menghajarku sialan! Liat saja nanti saat kondisiku sudah pulih akan kubunuh kalian semua! ",ucap Arka kesal
Ia terus mengucapkan sumpah serapah menggunakan bahasa asal negara ibunya tersebut. Raynald hanya diam memperhatikan pria disebelahnya sambil meringis menahan rasa sakit disekujur tubuhnya akibat dihajar oleh beberapa orang didalam. Tak lama seseorang dengan tubuh kekar membawa satu tong besar berisi air dan menyiramkan seluruh isinya ke arah Arka.
"Diamlah brengsek! Kau terus berteriak dengan bahasa tak jelasmu seperti itu pun percuma! Pergilah dari sini dan jangan pernah kembali lagi! Dasar keturunan darah kotor!"
Arka menatap tajam ke arah pria tersebut. Pria tersebut tidak menghiraukannya dan segera masuk kembali ke dalam.
"Dasar sialan kau!!",ucap Arka berteriak kesal
Raynald masih terdiam menatap pria tersebut. Pria yang tampak seperti dirinya, frustasi?
"Hei kau",ucap Raynald yang akhirnya membuka suara
KAMU SEDANG MEMBACA
Renjana (END)
RomanceLet's follow my account first . Ketika sebuah surat wasiat mempertemukan kembali keduanya setelah sekian lama. Membuat mereka terikat oleh janji sehidup semati, pernikahan. Sebuah surat wasiat dari sang kakek membuat Raynald Abigail Kuncoro, sang do...
