Jadi, dia siapa? –Samudera.
❤❤❤❤❤❤❤
Ternyata benar, tidak butuh waktu lama. Suara deru motor menuju tempat mereka saat ini, seketika seluruh tawa hilang. Terlihat Bambang dan Sony masuk ke pekarangan warung dengan cengengas-cengenges.
“Seneng banget nih, enak jalan-jalannya?” Tanya Gara dengan tawa yang pecah.
“Bangetlah bang. Dikejar-kejar anjing tadi.” Jawab Sony sekenanya.
Seluruh temannya tertawa karena mereka dikejar musuh, berarti musuh mereka sama dengan anjing.
Suara deru motor itu semakin dekat, sangat dekat. Dan berhenti tepat di depan warung kecil itu, warung Mang Pipin.
Di tempat lain, Hanun masih duduk di halte. Melihat puluhan motor yang lewat di depannya membuat Hanun penasaran. Mereka masih mengenakan seragam sekolah, kenapa berbondong-bondong? Apa ada kecelakaan? Hanun langsung berlari mengejar mereka. Ternyata mereka berhenti tidak jauh dari tempat Hanun semula.
Disana terlihat banyak sekali siswa. Mungkin jumlahnya hampir 150anak karena dari dua sekolah yang berbeda. Sam, yang awalnya duduk di dalampun langsung keluar. Dia berjalan melewati teman-teman sekolahnya dan mendekati anak-anak yang dari sekolah lain.
“Wih lagi kumpul nih.” Tanya salah satu siswa dari sekolah lain, sepertinya dia leader-nya.
Dan tunggu, sepertinya Hanun mengenalnya.
Sam hanya mendecih dan tersenyum sinis.
“Ngapain kesini?” Jawab Sam pura-pura tidak tahu, padahal jelas ini semua bagian dari rencananya.
“Cuma pengen mastiin kalian lagi ngapain. Ternyata lagi leha-leha, padahal temen kalian lagi sekarat di rumah sakit.” Ujarnya lagi.
“Lo pengen ikut leha-leha sama kita? Sini gabung. Apa lo pengen nyusul temen kita ke rumah sakit? Perlu gue anter?” Sam masih tetap tenang.
“Ternyata gampang juga ya bikin kalian keluar dari kandang. Yang namanya anjing ya tetep anjing, dikasih tulang dikit aja langsung keanjingannya keluar. Hahaha. Dasar anjing.”
Pancing Ando.
“Brengsek maksud lo apa bilang kita anjing!”
“Jangan emosi njing.” Ucap Gara dengan santainya.
“Nyicit aja lo. Hajar aja udah.” Kata anak sekolah lain itu.
Mereka akhirnya babu hantam. Hanun baru kali ini melihat Sam seberingas itu, sikap dingin dan cueknya sama sekali tidak terlihat. Bahkan Sam terlihat seperti orang yang kelaparan, dia melahap habis lawan yang ada didepannya. Banyak luka diwajah tampan Sam, begitu juga lawannya.
Krekk!
Suara tulang patah. Hanun yang terkejut tiba-tiba refleks memanggil salah satu dari mereka.
“Diego!”
“Aww!”
Teriakan Hanun bersamaan dengan jeritan orang yang ia panggil namanya.
Tiba-tiba saja Sam menghentikan perkelahiannya dengan lelaki itu, Diego.
Dengan menahan sakit, Diego menoleh pada Hanun.
“Hanun,” Gumamnya lirih.
Bughh!
Sam sangat buas, sampai tidak memberi jeda untuk lawannya mengambil nafas.
“Sam! Udah!”
Bughh!
Bughh!
“Sam! Gue bilang udah ya udah!” Hanun menjerit dengan sangat keras sampai seluruh perkelahian yang ada disana berhenti, tidak hanya Sam dan Diego.
Hanub langsung bersimpuh dan mendekat pada Diego, dia terus mengerang kesakitan karena tulang lengannya patah.
“Kamu nggak seharusnya disini, Hanun.” Ucapnya lirih.
Hanun, namanya Hanun. Batin Sam.
“Kamu ini apa-apaan?! Kamu juga nggak seharusnya kesini!” Bentak Hanun dengan isak tangis.
“Diego, tangan kamu? Ayo pulang.”
“Hanun, lepasin. Aku masih ada urusan.”
“Apa? Kamu pengen apa lagi yang patah? Kaki kamu? Iya? Aku nggak peduli kamu dibilang banci atau apa setelah ini. Aku pengen kamu pulang. Kita pulang!”
Sam hanya diam melihat Hanun dan Diego. Entah, Sam merasa dirinya kembali dibalut emosi.
Diego masih tetap menepis tangan Hanun dengan lembut.
“Pulang Hanun, di sini bukan tempat kamu.”
Hanun menggeleng.
“Hanun pulang! Kamu nggak seharusnya disini!”
Hanun menatap Diego, dia kasar?
“Argh!” Diego mengerang.
“Hanun, bu-bukan gitu. Oke, kamu pulang dulu. Aku mau selesaiin urusan ini. Aku janji aku nggak bakal kenapa-kenapa.” Wajah Diego terlihat sangat memohon.
Hanun hanya diam, dia berdiri menatap Sam dengan tatapan tajam. Hanya sebentar sebelum akhirnya Hanun memilih berjalan mundur menjauhi tempat itu.
“Gue kira lo bakal pulang, ngumpet dibawah rok cewek lo itu.”
“Brengsek! Gue bukan pecundang!”
“Kita lihat seberapa nggak pecundangnya lo. Kita ketemu lagi nanti.” Sam pergi meninggalkan tempat itu.
Dia benar-benar sudah tidak bisa berpikir jernih. Selama ini dia tidak pernah berkelahi dalam keadaan pikiran yang kacau, karena akan membahayakan dirinya sendiri. Jadi, saat kacau seperti ini dia lebih memilih menenangkan pikirannya dulu. Apalagi Diego sudah terlihat kesakitan.
KAMU SEDANG MEMBACA
K I N G [Completed]
Teen FictionSamudera. Lelaki jangkung bermata elang, siswa paling disegani di sekolah. Penunggang RX King yang tidak pernah jatuh cinta. Samudera lelaki berhati dingin yang suka tawuran. Hidupnya jadi berantakan sejak dia bertemu dengan Hanun. Selalu ada keada...
![K I N G [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/164029624-64-k503908.jpg)