Bisa nggak bisa pipis gue. –Diego Dirgantara.
🐾🐾🐾🐾🐾
Tomy tiba di rumah sakit dengan Ganang. Mereka masuk dan mendekat ke ranjang tempat dimana Diego terbaring lemah.
“Ck. Ngapain pakai dirawat segala sih?” Tanya Ganang.
“Tuh, Tuan Putri yang minta.” Jawab Diego acuh.
Hanun hanya menatapnya dengan malas. Bagaimana bisa Diego bersikap seolah Hanun yang memaksa dia untuk dirawat? Meskipun sebenarnya iya, Hanun yang bersikeras agar Diego dirawat di sini. Hanun takut Diego kenapa-kenapa karena ia mendengar sendiri suara tulang yang patah itu.
Hanun takut akan semakin parah jika Diego tidak mendapat perawatan yang baik. Bukankah ia tidak salah? Hanun hanya ingin kekasihnya baik-baik saja, itu saja.
Tomy hanya tersenyum simpul mendengarnya. Tentu saja dia sudah tahu alasan kenapa Diego tinggal di sini, padahal hanya patah tulang. Hanya dia pikir? Lelaki memang begitu. Terlalu menyepelekan hal-hal kecil. Padahal jika hal kecil itu menjadi besar dan membahayakan dirinya, siapa yang akan tersakiti pertama kali? Tentu wanitanya. Lelaki memang kadang tidak mau ambil pusing dengan memikirkan perasaan wanitanya, dikemudian hari.
“Gue nggak tahu abis ini Hanun bakal tetep aman apa nggak sekolah disana.” Ujar Diego dengan tatapan menerawang.
Hanun yang mendengarnya seketika menegang. Apakah akan seburuk itu efeknya? Jujur, Hanun sendiri juga takut. Selama ini hidupnya tenang, tidak ada gangguan yang berarti dari luar. Namun sekarang, Diego terlihat sedang memikirkan hal yang besar akan menimpa Putri Tidurnya.
Diego, kamu akan tetap menjagaku kan? Iya kan sayang?
“Iya, gue juga mikirnya gitu.” Kata Tomy.
Hanun lebih memilih diam untuk mendengarkan pembicaraan mereka. Hanun sendiri juga bingung harus masuk darimana untuk bergabung dengan pembicaraan yang menurutnya menyeramkan itu.
“Lo tenang aja. Kita semua bakal jagain Hanun. Nggak papa deh yang pacaran lo, yang dapet enaknya lo, tapi kita yang susah payah jagain Hanun. Nggak papa kita mah. Adek mah apa atuh bang.” Jelas Ganang panjang lebar dengan wajah yang didramatisir.
“Cuma selingkuhan kamu.” Jawab Diego sekenanya.
Hanun dan Tomy hanya tertawa melihat tingkah mereka berdua. Ganang memang partner tergila Diego. Mereka bisa menjadi sangat cocok karena sama-sama memiliki selera humor yang tinggi.
“Kalau ada apa-apa, atau kamu ngalamin sesuatu di sekolah, kamu langsung kabarin aku.”
“Harus banget?” Tanya Hanun dengan ekspresi yang sulit didefinisikan. Entah iya atau tidak.
“Iyalah! Aku nggak mau pacarku kenapa-kenapa.”
Hanun tersenyum, mengeluarkan senyum yang termanis.
“Apalagi kalau ada yang gangguin kamu, dan dia temen-temennya Sam. Langsung kabarin aku. Langsung!”
“Emang kenapa?”
“Aku bakal kasih pelajaran.”
“Diego. Kalau kamu terus begitu, permusuhan ini nggak bakal selesai.”
Hanun mencoba berkata dengan lebih lembut. Hanun takut Diego tersinggung. Apalagi posisinya sebagai ketua geng di sekolahnya. Hanun juga tidak tahu kenapa Diego bisa diangkat menjadi ketua dari kelompok brandalan seperti itu. Padahal saat didepan Hanun seperti sekarang, juga saat berkumpul dengan teman-temannya dia sama sekali tidak mirip dengan brandalan.
Baru tadi siang Hanun melihat Diego babu hantam sampai seperti itu. Dia dan Sam sama, sama-sama buas jika sudah didepan lawannya.
“Permusuhan ini ada bukan buat diselesaiin, Hanun.”
Hanun mengerutkan dahinya.
“Udah jangan dipikirin. Itu urusan laki-laki.”
“Kamu laki-laki?”
“Nantang nih? Aku buka nih.” Jawab Diego dengan memegang celananya.
Hanun mengalihkan wajahnya menatap pintu keluar dengan wajah yang semerah tomat.
“Jangan macem-macem atau aku sunat dua kali!” Ucap Hanun dengan masih menatap pintu keluar, sama sekali tidak ingin menatap Diego. Dia bisa saja melakukan hal-hal yang diluar dugaan jika sudah seperti ini.
“Wah, bisa abis Go.” Ujar Ganang dengan tawa yang terbahak-bahak.
“Yah jangan dong yang, ini kan aset aku.” Kini gentian Diego yang manyun seperti anak kecil.
Hanub tertawa geli melihat ekspresi Diego.
“Gue geli banget sumpah, gue nggak sudi ngebayangin.” Tiba-tiba tawa Tomy juga pecah.
“Bisa nggak bisa pipis gue.” Jawab Diego dengan melengos, tidak menatap Hanun.
Hanun, Ganang, dan Tomy tertawa mendengar pernyataan itu.
“Mending kalo Cuma nggak bisa pipis mah.” Ganang kembali mengangkat suara dan tawa Tomy masih terdengar jelas.
Hanun yang sudah tidak ingin terlalu larut dalam pembicaraan ini pun memukul lengan kanan Diego yang baik-baik saja. Diego menatap Hanub mengerti dengan sisa tawaannya. Bisa-bisanya lelaki ini menyebalkan dalam keadaan seperti ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
K I N G [Completed]
Roman pour AdolescentsSamudera. Lelaki jangkung bermata elang, siswa paling disegani di sekolah. Penunggang RX King yang tidak pernah jatuh cinta. Samudera lelaki berhati dingin yang suka tawuran. Hidupnya jadi berantakan sejak dia bertemu dengan Hanun. Selalu ada keada...
![K I N G [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/164029624-64-k503908.jpg)