Hanun tertidur di kelas saat mata pelajaran terakhir. Sialnya, teman-teman kelas Hanun sengaja tidak membangunkannya. Bahkan mereka meninggalkan Hanun sendirian.
"Sialan. Awas aja besok." Hanun terus menggerutu.
Hanun memutuskan untuk pulang. Sekolahnya benar-benar sudah sepi. Hanun melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan kirinya.
"Pantesan udah sepi." Hanun mendengus saat mendapati jam tangannya menunjukan pukul setengah 4 sore.
Hanun berjalan dengan gontai dan muka bantalnya. Semakin dia mendekati gerbang sekolah, semakin terdengar suara bising dan benda tajam yang beradu.
Hanun penasaran.
Hanun mempercepat langkahnya agar segera sampai di gerbang.
"Aw!" Pekik Hanun saat sebuah pisau lipat mengenai lengan kirinya.
Hanun benar-benar terkejut. Pisau lipat itu menembus seragam Hanun saat dia membuka gerbang yang sudah tertutup.
Hanun sangat ketakutan ketika melihat darah mengalir cukup deras dari lengannya.
Bugh!!
Tiba-tiba orang yang mencelakainya itu terjatuh. Apakah itu bisa dikatakan mencelakai? Bahkan Hanun sendiri yakin jika orang itu tidak sengaja.
Lelaki yang menendang itu, Hanun sangat hafal dengannya. Hanun ingin bilang sangat mengenalnya, tapi bahkan dia hanya sebatas tahu namanya.
Hanun lemas, sebuah tangan meraihnya dari belakang dan pisau lipat yang berbeda ada di depan lehernya.
"Jangan coba-coba! Atau cewek ini jadi tumbalnya." Ucap lelaki di belakang Hanun.
Hanun tidak tahu siapa dia, bahkan tidak tahu seragam yang mereka pakai berasal dari sekolah mana.
Tumbal? Apa ini semacam ilmu hitam?
"Sam.." panggil Hanun lirih dengan bercucuran air mata.
Hanun sendiri tidak sadar ketika dia memanggil nama Sam. Dari sekian ratus orang yang sedang berkelahi ini, hanya Sam yang dia tahu.
"Jangan sentuh dia, atau gue habisin lo!" Mata elang itu benar-benar menyeramkan.
"Coba saja. Tapi ucapkan selamat tinggal dulu ke cewek ini." Lelaki di belakang Hanun menyeringai.
Hanun memejamkan mata sembari menangis. Rasanya Hanun tidak mampu membuka mata dan melihat keadaan sekacau ini.
Bugh!!
Suara tendangan terdengar dari belakang. Hanun merasakan tubuhnya sedikit longgar.
Sam langsung menarik Hanun, membawanya ke belakang tubuhnya yang kekar.
Hanun mencengkeram seragam Sam kuat-kuat. Dia sangat ketakutan. Bahkan Hanun terus saja menangis.
"Beraninya sama cewek lo!" Ternyata Ando yang menendang lelaki itu, kini Ando terus menghajarnya.
"Urus semuanya!" Perintah Sam dingin dan menusuk.
Sam menarik Hanun secara paksa. Bahkan Hanun harus berlari untuk mengikuti langkah panjang dan tergesa-gesa itu.
Sam berhenti di samping motor RX-Kingnya. Tempat ini berada sedikit jauh dari TKP.
Hanun masih terus menangis. Tiba-tiba Sam merengkuhnya. Tanpa sadar lengan kanannya yang kekar menghimpit lengan kiri Hanun.
"Aw!" Pekik Hanun.
Sam yang menyadarinya langsung melepas pelukan itu.
Sam menatap luka di lengan kiri Hanun. Tiba-tiba dia melepaskan kemeja sekolahnya dan menyisakan kaos putih polos yang mencetak dada bidangnya.
Hanun dibuat heran dengan tubuh Sam yang tetap baik-baik saja, tidak ada sedikitpun luka kecuali di wajahnya.
Sam merobek kasar seragamnya menjadi beberapa bagian. Kemudian dia menalikannya di lengan Hanun. Hanun terpaku dan pasrah dengan semua yang Sam lakukan. Hanun benar-benar tidak tahu harus apa, sakit itu benar-benar mengalihkan fokusnya.
Sam menatap Hanun tajam.
"Lo ngapain sih?! Kenapa lo belum pulang?!" Sarkas Sam.
Hanun hanya diam, menatap Sam sendu.
"Argh!" Sam mengeram frustasi.
Bagaimana tidak? Sam sudah memastikan sekolahnya sepi dan aman jika sore hari, makanya dia tawuran di sana. Tapi bagaimana bisa gadis lemah dan cengeng seperti Hanun muncul tiba-tiba?
"Ikut gue!"
Sam menaiki motornya, dan menyalakan besi yang bising itu.
Tidak ada pilihan lain bagi Hanun selain naik dan ikut dengannya.
Mereka berhenti di sebuah klinik dekat sekolah.
Hanun mengekori Sam.
Berkali-kali Hanun meringis saat tenaga medis di sana menangani lukanya.
"Dasar lemah." Desis Sam.
"Lo kenapa belum pulang sih, hah?!" Sam kembali bertanya saat mereka di luar klinik dan luka Hanun selesai diobati.
Lagi-lagi Hanun hanya diam. Tidak mungkin dia jujur jika dia belum pulang karena ketiduran.
"Gue anter." Sam berjalan menuju motornya, mendahului Hanun.
KAMU SEDANG MEMBACA
K I N G [Completed]
Teen FictionSamudera. Lelaki jangkung bermata elang, siswa paling disegani di sekolah. Penunggang RX King yang tidak pernah jatuh cinta. Samudera lelaki berhati dingin yang suka tawuran. Hidupnya jadi berantakan sejak dia bertemu dengan Hanun. Selalu ada keada...
![K I N G [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/164029624-64-k503908.jpg)