Kalau nanti aku udah nggak bisa jaga kamu, kamu harus tetap percaya aku menjagamu dari jauh. Dan hanya orang yang benar-benar kuat, orang yang paling kuat yang bisa menjagamu. –Diego Dirgantara.
❤❤❤❤❤❤❤
Hanun sedang duduk di taman dengan seseorang yang selama ini selalu duduk disampingnya. Tadi siang, Diego menjemputnya ke sekolah. Entahlah, semenjak kejadian kemarin, Diego justru sering muncul di sekolah sekedar menjemput atau mengantarkan Hanun. Tentu saja Hanun senang. Dua tahun lebih Hanun tidak pernah merasakan diantar dan dijemput oleh pacarnya, padahal dia bukan seorang jomblo. Setiap hari Hanun berangkat dengan Hermawan, Pak Beno, atau kalau tidak dia naik angkutan umum yang berujung dengan keterlambatan.
“Go?”
Diego menoleh pada.
“Kok kamu sekarang jadi antar jemput aku gitu?”
“Kenapa emang? Nggak mau diantar jemput sama cowok ganteng?”
Hanun tertawa geli melihat Diego yang terus menaik-turunkan alisnya itu.
“Dulu nggak pernah.”
Diego tersenyum sangat lembut. Sikap tengilnya barusan tiba-tiba tenggelam. Dia awalnya duduk sejajar dengan Hanun, dengan tubuh tegapnya yang terus menghadap ke depan. Hanya kepalanya yang sesekali menoleh ketika berbicara dengan Hanun. Tapi kali ini dia merubah posisi duduknya. Dia sedikit serong menghadap Hanun.
“Hanun, aku dulu nggak pernah antar jemput kamu karena kita backstreet, aku yang terlalu takut kamu akan diganggu jika mereka tahu bahwa kamu pacarku.”
“Terus kenapa sekarang mau antar jemput aku?”
“Salah kamu sendiri.”
“Kok aku?”
“Kamu yang kemarin ngikutin aku berantem.”
“Aku nggak ngikutin kamu Diego, harus berapa kali aku bilang?” Hanun semakin kesal karena dituduh mengikuti Diego.
Diego terkekeh.
“Iya sayang, aku tahu.” Dia mengelus punggung tangan Hanun. Itu adalah hal kesukaannya.
“Kamu sih pakai nampakkin diri kamu, kan mereka jadi tahu kalau kamu pacar aku.”
“Kamu pikir aku setan!” Hanun mendengus kesal.
Diego tertawa terbahak-bahak sekarang.
“Berhubung mereka udah tahu kalau kamu pacar aku, sekalian aja aku antar jemput. Biar cewek-cewek sekolah kamu yang ngefans sama aku juga tahu, kalau Diego Dirgantara yang super duper tampan ini udah ada pawangnya, Hanuning Praswati Si Putri Tidur.”
“Ck. Suka banget panggil Putri Tidur.” Hanun kembali mendengus.
“Salah siapa?”
“Kamulah.”
“Kok aku?”
“Kamu tuh cowok. Tempatnya salah.”
“Ck. Mana ada?”
“Ada lah.”
“Hanun? Aku boleh tanya?”
Hanun awalnya diam. Dia berkutat dengan pikirannya, Diego mau tanya apa?
“Bolehlah.”
“Kamu sebenernya tidur apa belajar mati sih?” Diego bertanya dengan wajah yang sangat polos. Hanun ingin kesal, tapi raut wajah itu membuatnya kesal dan gemas dalam waktu bersamaan.
“Pertanyaan macam apa coba?! Aku nggak mau jawab!”
“Hahaha. Yaudah nggak usah dijawab. Aku udah tahu jawabannya.”
“Apa?” Hanun menatap Diego tajam, peringatan agar dia tidak menggodanya lebih dari ini.
“Belajar mati ‘kan? Hahaha.” Diego lekas berlari meninggalkan Hanun yang masih terkejut dengan tawa Diego yang begitu menggelegar.
“Diego!” Teriak Hanun saat dia sudah sadar dari lamunannya.
Hanun tidak mengejarnya, dia lebih memilih diam di tempatnya karena Hanun yakin Diego tidak akan meninggalkannya terlalu lama, dia pasti kembali, dia selalu kembali.
Hanun duduk dengan tenang, tangan kecilnya menopang tubuhnya yang mungil, dan kakinya selonjoran. Hanun sama sekali tidak merasa, bahkan jauh dari tempatnya duduk ada seseorang yang terus memperhatikannya.
“Dari mana sih?!”
Diego tidak menjawab, dia menyodorkan satu contong es krim kepada Hanun.
Tanpa basa-basi Hanun meraihnya. Bahkan tanpa mengucapkan terimakasih ia langsung membuka dan memakannya.
“Beli es krim di sana.” Diego menunjuk tempat dia membeli es krim.
Hanun mengikuti arah jari Diego, dan mengangguk.
Hanun menyandarkan kepalanya di pundak Diego, mereka masih asik menikmati es krim itu. Mereka makan dalam diam. Sesekali Diego mengecup kepala Hanun, tapi Hanun tetap menikmati es krim tanpa memberi respon padanya sedikitpun.
“Go?”
“Hm?”
“Kamu bakal terus jaga aku kan?”
“Iyalah.”
Diam-diam bibir Hanun terangkat.
“Sampai kapan?”
“Sampai aku bisa menjaga diriku sendiri?” Tanya Hanun lagi.
“Bahkan kalau nanti kamu udah bisa jaga diri kamu sendiri, aku bakal tetap jaga kamu dari jauh.”
“Nggak mau jarak jauh. Nanti kangen.” Hanun mengerucutkan bibirnya dan mendongakkan kepalanya untuk melihat Diego.
Diego terkekeh dan mencium kening Hanun dengan posisi Hanun yang masih mendongak. Hanun kembali melihat bawah lagi dan menikmati es krimnya.
“Nggak, nggak bakal jauh-jauh.” Kata Diego.
“Hanun?”
“Hm?”
“Kalau nanti aku udah nggak bisa jaga kamu, kamu harus tetap percaya aku menjagamu dari jauh. Dan hanya orang yang benar-benar kuat, orang yang paling kuat yang bisa menjagamu.”
“Kamu ngomong apa? Kamu bakal terus jaga aku, karena kamu yang terkuat.”
Diego terkekeh kembali.
“Aku masih suka kalah, kamu lupa kemarin tanganku patah?”
Hanun tiba-tiba diam. Matanya kembali panas ketika mengingat kejadian itu. Hanun benar-benar tidak ingin mengingatnya lagi. Hanun benci kejadian itu. Hanun benci melihat Diego berteriak bersamaan dengan suara tulang yang patah itu. Hanun benci melihat Diego sakit, karena itu sama saja menyakiti dirinya.
“Tapi kamu pemenang disini (Hanun menunjuk dadanya), jadi kamu paling kuat.” Katanya dengan cuek dan kembali menikmati es krim itu. Es krim yang tidak pernah abis, Hanun rasa.
Diego tersenyum melihat Hanun, dia merengkuh Hanun kedalam pelukannya.
“I love you so bad.”
Hanun tidak menjawab, Hanun hanya tersenyum dan mendusel-nduselkan kepalanya di dada bidang Diego.
KAMU SEDANG MEMBACA
K I N G [Completed]
Teen FictionSamudera. Lelaki jangkung bermata elang, siswa paling disegani di sekolah. Penunggang RX King yang tidak pernah jatuh cinta. Samudera lelaki berhati dingin yang suka tawuran. Hidupnya jadi berantakan sejak dia bertemu dengan Hanun. Selalu ada keada...
![K I N G [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/164029624-64-k503908.jpg)