Bel istirahat berbunyi membuat semua murid menghela nafas lega.
"Kantin, ayo! males banget gue di kelas," ujar Leta memutar bola matanya malas.
"Kalo bukan karena penampilan kita juga gue nggak mau di kelas, Let," ujar Ferra.
"Udah lah. Kantin ayo, laper nih gue," ujar Leta sambil mengusap perutnya yang sudah keroncongan.
"Eh. Lo mau ikut kita ke kantin nggak?" tanya Ferra pada perempuan yang sebangku dengannya.
Orang yang diajak bicara menunjuk ke arah dirinya sendiri.
"Gue?"
"Iya lo."
Dia akhirnya mengangguk dan pergi ke kantin bersama Ferra.
Sesampainya di kantin, mereka memilih untuk duduk di meja paling pojok.
"Kalo boleh tau, nama lo siapa?" tanya Belva pada perempuan yang sebangku dengan Ferra.
"Alura," ujarnya tersenyum.
"Gue Ferra, ini Belva dan ini Leta," ujar Ferra memperkenalkan dirinya dan kedua sahabatnya. Alura mengangguk mengerti.
"Fer, Lo pesen makanan gih," ujar Belva menyuruh Ferra memesan makanan. Ferra mendengus kesal tetapi tak urung untuknya bangkit memesan makanan.
"Mau makan apa?" tanya Ferra pada lainnya.
"Bakso sama jus alpukat," ujar Leta.
"Lo berdua apa?" tanya Ferra pada Belva dan Alura.
"Samain aja," ujar mereka bersamaan.
Ferra mengangguk, ia mulai melangkahkan kakinya menuju tempat penjualan bakso dan jus. Sungguh, kantin saat ini benar-benar ramai oleh siswa, terpaksa ia harus mengantri.
"Mbok, bakso sama jus alpukat nya empat!" teriak Ferra.
"Siap neng!"
"Ini neng bakso sama jusnya," ujar si mbok sambil memberikan nampan yang berisikan pesanan Ferra.
Ferra mengucapkan terima kasih sebelum akhirnya ia berjalan menuju bangku di mana teman-temannya berada.
"Nih."
Melihat makanan sudah siap, mata mereka berbinar. Dengan perlahan namun pasti, mereka mulai melahap makanannya sendiri.
Tak jauh dari tempat mereka duduk, terdengar suara teriakan di kantin, mereka berempat menoleh ke arah sumber suara. Ternyata para most wanted sekolah, siapa lagi kalau bukan abangnya dkk.
Ferra memutar kedua bola matanya malas.
"Mereka berempat itu most wanted, banyak yang ngincer mereka," ujar Alura.
"Terutama itu tuh, Audi and the geng. Mereka terkenal dengan geng bully di SMA ini," sambung Alura sambil menunjuk ke arah Audi dan antek-anteknya.
Ferra, Belva dan Aleta mengikuti arah pandang Alura, mereka semua merasa geli mendengar suara Audi yang terdengar seperti cewek kecentilan.
"Sayang, kemarin kenapa ninggalin aku sih?!" rengek Audi bergelayut di lengan kekar Aland.
"Lepas!" dingin Aland.
"Ih kok kamu gitu sih," rengek Audi.
Aland yang tak suka dengan kelakuan Audi melepaskan tangan gadis itu darinya dengan paksa membuat si empunya meringis kesakitan.
Aland meninggalkan Audi yang mendengus kesal menuju tempat bangku yang kosong.
"Land. Ko Audi nempel lo mulu sih," ujar Akmal.
KAMU SEDANG MEMBACA
Start From You [Completed]
Teen FictionJudul sebelumnya Fake Nerd vs Cool Boy. (Part masih lengkap) Hidup bukan soal bagaimana cara nya berjuang untuk mendapat kenikmatan dunia. Tetapi bagaimana caranya berjuang untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Perjalanan hidup bukan semua perkar...
![Start From You [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/181688143-64-k547747.jpg)