Mereka semua pergi ke kantin berhubung sudah ada bel tanda istirahat dan perut mereka yang memang sudah keroncongan.
Mereka semua mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru kantin, mencari tempat yang bisa mereka tempati namun nihil, tidak ada yang kosong, semuanya penuh dengan anak-anak yang lain.
"Itu kak siapa ya? dia ke kita?" tanya Belva yang melihat Akmal melambaikan tangan.
Ferra, Aleta dan Alura pun mengikuti arah pandangan Belva dan benar saja Akmal melambaikan tangannya ke arah mereka berempat.
"Kita ke sana aja yok," ujar Alura yang melihat ada kakaknya dan juga abangnya Ferra.
"Tapi kan-
"Udah ayo buruan, gue udah laper," potong Alura cepat sambil menarik sahabat-sahabatnya.
"Kakak manggil kita?" tanya Aleta yang diangguki Akmal.
"Kalian mau makan kan? disini aja, lagian nggak ada yang kosong tuh bangku," ujar Akmal santai.
"Emang boleh?" tanya Aleta lagi.
"Boleh," jawab Akmal, Vano dan Farrel bersamaan.
Ferra melirik ke arah Aland, hanya untuk memastikan saja, apakah dia mengizinkan atau tidak. Pasalnya di antara teman-temannya yang lain, Aland yang paling irit untuk bicara.
Akmal yang melihat mata Ferra tertuju pada Aland, menyenggol lengan Aland.
"Boleh kan, Land?" tanya Akmal.
"Hm."
Mereka semua akhirnya duduk bersama Aland dkk dengan posisi Aleta di samping kanan Vano, Belva di samping kiri Farrel, Alura di samping kanan Akmal dan Ferra pun duduk di kursi samping kiri Aland.
Semua orang menatap mereka iri, bagaimana tidak? mereka yang kini berpenampilan nerd saja bisa duduk bersama para most wanted sekolah, mengapa mereka tidak? Pikir mereka.
'Eh itu cupu ko duduk sama most wanted kita sih?!'
'Gue nggak rela.'
'Aland ko lo jahat sih?!'
'Gue takutnya si Farrel kepincut sama tuh cupu. Gue kan suka sama Farrel.'
'Ya nggak mungkin lah, mereka kan cupu. Mana mungkin mereka semua suka sama cupu!'
Dan bla bla bla
Tiba-tiba Audi datang bersama kedua temannya, menarik rambut Ferra hingga si empunya terdorong ke belakang.
Ferra yang merasakan akan jatuh pun ia tak sengaja memegang lengan Aland sambil meringis kesakitan. Farrel yang tadinya ingin bangkit kembali duduk setelah mendapat tatapan tajam dari adiknya yang seolah menyuruhnya untuk tetap diam.
Aland berhasil menarik Ferra dan melepaskan tangan Audi dari rambut Ferra.
"Lo apa apaan sih?! lo itu udah narik rambut dia, lo nggak liat dia kesakitan tadi hah?! Mata lo baik-baik aja kan?! Lo bisa nggak sih berhenti ngebully orang!" sentak Aland panjang lebar membuat teman-teman termasuk Alura dan anak-anak yang lain melongo tak percaya.
Aland, yang terkenal dingin, irit bicara dan sekarang dia bicara panjang di depan umum. Wow kejadian langka menurut mereka semua.
"Land. Gila, lo ngomong berapa kata tadi lo," ujar Vano masih dengan ekspresi melongonya yang diangguki teman-temannya.
Aland terdiam dan duduk di bangku kantin.
'Eh gila, itu kak Aland ngomong panjang tadi?'
KAMU SEDANG MEMBACA
Start From You [Completed]
Teen FictionJudul sebelumnya Fake Nerd vs Cool Boy. (Part masih lengkap) Hidup bukan soal bagaimana cara nya berjuang untuk mendapat kenikmatan dunia. Tetapi bagaimana caranya berjuang untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Perjalanan hidup bukan semua perkar...
![Start From You [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/181688143-64-k547747.jpg)