"LEPAS!" sentak Aland membuat yang lain ikut tersentak kaget. Audi melepaskan tangannya dari rambut Alura dan berlalu pergi meninggalkan kantin dengan amarahnya.
"Thanks kak," ujar Ferra.
"Hm."
Akmal mengedarkan pandangannya mencari tempat yang kosong, namun nihil, semuanya penuh. Alura yang mengerti Akmal sedang mengedarkan pandangannya, memilih untuk angkat suara.
"Kak, kalo mau makan, gabung sama kita aja," ujar Alura tiba tiba membuat Ferra tersedak salivanya sendiri karena terkejut.
Gadis itu berusaha agar tak bersama Farrel tetapi Alura justru menyuruhnya untuk bergabung.
Ferra duduk diikuti oleh semuanya yang duduk bersama mereka berempat, dan sekarang posisinya adalah berhadapan. Ferra berhadapan dengan Aland, Aleta dengan Vano, Alura dengan Akmal dan Belva dengan Farrel.
Mereka kembali makan dengan keadaan canggung. Tidak ada yang berani angkat suara, terlebih lagi ada sosok dingin bersama mereka membuat mereka diam membisu.
"BTW kalian kelas berapa?" tanya Vano memecah keheningan.
"11!" jawab mereka kompak.
Vano menganggukkan kepala tanda ia mengerti.
"Kalian murid beasiswa?" kini Farrel yang bertanya.
Sok penasaran lo bang, sendiri juga tau gue anak pemilik sekolah, dasar abang ngeselin. batin Ferra.
Ferra melirik abangnya dengan tatapan tajam, Farrel yang mengerti tatapan itu yang seolah berkata 'bisa diem nggak?' pun kembali bungkam, ia tau kebiasaan adiknya bagaimana.
"Udah selesai kan? Kita ke kelas sekarang," ujar Ferra yang diangguki teman-temannya.
"Kak kita ke kelas dulu. Permisi," pamit Belva mewakili teman-temannya yang dibalas anggukan dari mereka berempat. Ferra mulai melangkah meninggalkan ke empat laki-laki itu di kantin.
"Ko ada yang aneh dari mereka ya?" ujar Akmal menimang segala hal di dalam pikirannya.
"Iya juga sih, dia nerd tapi kaya bukan nerd," sambung Vano.
Farrel yang mendengar memilih diam, ia takut salah berucap, kalau saja mereka tahu bahwa Ferra dengan teman-temannya itu hanya fake nerd, bisa bisa ia yang jadi korban amukan Ferra nanti di rumah.
"Lo ngrasa nggak sih, Land? Rel?" tanya Akmal pada Aland dan Farrel. Farrel mengangguk sedangkan Aland hanya mengedikkan bahunya.
Ko ada yang aneh dari gue ya semenjak gue liat dia?
¤¤¤¤¤
"Ra, Ko kak Aland bela lo ya?" tanya Ferra yang penasaran dengan kejadian tadi di kantin.
Gimana nggak bela, orang dia kakak gue ya jelas bela lah.
"Iya kenapa ya?" tanya Belva.
"Jelasin ke kita," ujar Leta tiba-tiba membuat Alura menghela nafas panjang.
"Oke. Gue kasih tau ke kalian, tapi kalian janji jangan kasih tau yang lain dulu," ujar Alura yang di balas anggukan dari ketiga temannya yang kini sudah ia anggap sebagai sahabatnya.
"Dia kakak gue," ujar Alura Santai.
"What!" pekik mereka bertiga tapi Ferra lah yang memekik paling keras membuat Alura mendengus kesal.
"Udah udah, pulang nanti jadi kan? nerusin tugas makalah kemaren? besok ada pelajaran Bu Wina loh!" ingat Belva tidak ingin memperpanjang pembicaraan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Start From You [Completed]
Teen FictionJudul sebelumnya Fake Nerd vs Cool Boy. (Part masih lengkap) Hidup bukan soal bagaimana cara nya berjuang untuk mendapat kenikmatan dunia. Tetapi bagaimana caranya berjuang untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Perjalanan hidup bukan semua perkar...
![Start From You [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/181688143-64-k547747.jpg)