"Mamah, tolongin Ferra mah!" teriak Ferra sambil menuruni tangga menuju Lavina yang berada di dapur.
"Ferra sini lo!" teriak Farrel mengejar Ferra.
"Mamah. Ada abanggg!" teriak Ferra bersembunyi di belakang Lavina.
"Ferra sin-
"Bang," ujar Lavina dengan mengangkat tangan yang terkepal membuat Farrel bergidik ngeri. Ferra yang melihat itu pun menjulurkan lidahnya.
"Udah sana sana. Mamah mau masak," usir Lavina pada kedua anaknya.
Mereka berjalan menuju sofa ruang tamu dengan Ferra yang berjalan di depan Farrel. Farrel tersenyum jahil, ia mendekati adiknya dengan hati-hati.
"Abangggg!" teriak Ferra berusaha lepas ketika Farrel tiba-tiba menggelitikinya.
"Jauh jauhhh dari gue!" teriak Ferra memberikan lemparan bantal sofa bertubi-tubi ke abangnya namun Farrel berhasil menghindar.
"Ngga kena wlee," ejek Farrel.
Bukkkk
"Hahahaha. Rasain!" tawa Ferra pecah saat bantal yang dilemparnya berhasil mendarat di wajah mulus Farrel.
"Ferra, Farrel! Kenapa berantakan gini?! kalo ada tamu gimana? beresin cepet," ujar Lavina sambil berkacak pinggang.
"Rasain. Beresin sana," ejek Farrel.
"Iya iya!"
Ferra dengan malas pun membereskan bantal-bantal yang tergeletak di lantai.
"Huh selese juga," ujar Ferra sambil merebahkan tubuhnya di sofa.
Seketika, bel rumah berbunyi.
"Farrel, bukain pintu bentar mamah lagi masak!" teriak Lavina.
Farrel bangkit membuka pintu utama.
"Eh. Nggak ada sumbangan," canda Farrel.
Pletakk
"Sakit elahh," dengus Farrel.
"Bodo amat gue mah," enteng Akmal lalu menyerobot masuk ke dalam rumah di ikuti lainnya.
"Eh. Ni bocah kenapa tidur disini?" tanya Vano mendapati Ferra yang terlelap di sofa.
"Fer. bangun lo!" heboh Akmal.
Dengan malas, Ferra pun membuka matanya dan menatap Akmal datar. Gadis itu bangkit berjalan ke arah abangnya yang duduk di sofa paling ujung dan langsung berhambur ke pelukannya dengan duduk di pangkuannya.
Farrel tidak keberatan dan membiarkan Ferra memeluknya dan duduk dipangkuanya. Toh, tidak berat juga.
Belva memutuskan untuk pergi ke dapur, menemui Lavina juga untuk membuat minuman.
"Tante," panggil Belva.
Lavina menoleh dan tersenyum mendapati Belva di dapur.
"Kesini sama siapa, Bel?" tanya Lavina.
"Noh. Sama temen-temen tante. Oh ya, Belva mau bikin minuman."
"Yaudah. Sana buat."
Belva mengangguk dan mengambil beberapa gelas untuk diisi minuman. Setelah siap menyiapkan minumannya, Belva berjalan menuju teman-temannya.
"Wah. Belva mah emang top dah!" bangga Vano.
Aland? dia sibuk mengotak-atik ponselnya, sesekali ia melirik ke arah Ferra.
"Fer. Kita disini lo malah tidur. Gimana sih?!" gerutu Alura.
"Sttt. Gue cape. Jangan berisik," ujar Ferra.
KAMU SEDANG MEMBACA
Start From You [Completed]
Roman pour AdolescentsJudul sebelumnya Fake Nerd vs Cool Boy. (Part masih lengkap) Hidup bukan soal bagaimana cara nya berjuang untuk mendapat kenikmatan dunia. Tetapi bagaimana caranya berjuang untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Perjalanan hidup bukan semua perkar...
![Start From You [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/181688143-64-k547747.jpg)