Ferra menolak ajakan Farrel untuk berangkat bersamanya. Ia lebih memilih berangkat menggunakan mobil sendiri bersama Aleta dan juga Belva. Alura? mungkin dia berangkat bareng Aland.
Sesampainya diparkiran sekolah, mereka bertiga berjalan beriringan.
"Woi!" teriak Alura dari arah belakang.
Jadiah mereka berempat menjadi pusat perhatian semua orang.
'Wih gila cantik banget!'
'Mimpi apa gue semalem bisa liat bidadari?'
'Dia siapa sih? murid baru?'
'Cantik bener!'
'Ini sih musti gue gebet ini!'
Mereka berempat hanya memutar bola matanya malas, sekarang aja muji muji. Apa kabar kalian yang dulu suka ngatain?
Memang benar, sekarang yang dinilai bukan dalemnya, tapi penampilannya.
Bukannya masuk kelas, mereka malah berbelok ke arah kantin. Penyamaran sudah mereka buka, boleh lah mereka jadi sosok aslinya.
Kantin sekarang sepi. Karena sekarang sedang jam pelajaran, berbeda dengan mereka berempat yang tidak masuk kelas dan lebih memilih duduk di kantin.
"Bel. Lo pesen gih, gue yang traktir," ujar Ferra.
"Wih. Kalo traktir mah gue siap deh pesen makanan," kekeh Belva.
"Gue?" tanya Aleta dan Alura barengan.
"Iya kalian juga," balas Ferra.
"Kayak biasa aja ya," ujar Belva lalu pergi ke penjual makanan.
"Fer. Itu luka lo sakit ngga?" tanya Alura meringis melihat banyak luka gores di pipi maupun lengan Ferra.
"Gila banget tuh si Audi!" geram Aleta.
"Udah. Gue gapapa," kekeh Ferra.
Ngomong-ngomong soal Audi, dia sudah di DO dari sekolah ini. Pihak sekolah tidak peduli walau Audi kelas 12 yang notabene nya beberapa bulan lagi akan ujian. Sanksi tetap sanksi.
"Makanan datang!" girang Belva membawa sebuah nampan.
Mereka mulai melahap makanannya masing-masing sesekali mereka mengobrol.
"Eh. Kak Vano ganteng juga yak," ujar Aleta tiba-tiba membuat semuanya terkejut.
"Jangan bilang lo suka sama dia," ujar Belva menyipitkan matanya. Aleta hanya menyengir tidak jelas.
"Nah kan lo suka sama kak Vano," ujar Alura.
"Udah diem. Kelas ayok lah," ujar Aleta berusaha mengalihkan pembicaraan. Semuanya mengangguk patuh.
"Eh kita bakal di hukum nggak nih?" tanya Alura sesampainya di depan kelas.
Ferra mengedikkan bahunya tanda tidak tahu.
"Kalau pun di hukum. Seru juga tuh," ujar Ferra membayangkan.
"Ye lu mah seneng. Kita yang sad," ujar Aleta dramatis.
Ceklekk
"Jadi yang dimaksud-
Ucapan Bu Retno terhenti ketika melihat siapa yang masuk ke dalam kelasnya.
"Kalian siapa? murid baru?" tanya Bu Retno menurunkan kacamatanya.
Mereka berempat saling pandang.
"Hahahaha!"
Tawa mereka berempat pecah, Bu Retno tidak mengenalnya? tentu saja tidak, bahkan guru yang sudah mengetahui mereka berempat hanya sebagian saja, sebagian lagi belum. Semua murid juga belum ada yang mengetahui, karena kemarin setelah Audi dengan kedua anteknya di bawa ke ruang BK, mereka berempat memasang kembali kacamatanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Start From You [Completed]
Teen FictionJudul sebelumnya Fake Nerd vs Cool Boy. (Part masih lengkap) Hidup bukan soal bagaimana cara nya berjuang untuk mendapat kenikmatan dunia. Tetapi bagaimana caranya berjuang untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Perjalanan hidup bukan semua perkar...
![Start From You [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/181688143-64-k547747.jpg)