Ferra, Farrel dan juga Belva sedang berkumpul di ruang tengah di rumah keluarga Aldrich.
"Fer. Papah sama mamah duluan ya," pamit Aldrich yang bersiap untuk menghadiri acara tunangan Aleta dan Akmal.
"Yaudah. Hati-hati pah."
Aldrich melangkah bersama Lavina untuk pergi ke acara pertunangan kedua sahabat Ferra, bertepatan dengan Akmal yang masuk ke dalam rumah.
"Hello!" sapa Akmal.
"Yayaya, berisik Kak," jawab Ferra santai.
"Aland sama Alura belum dateng?" tanya Akmal setelah duduk di sofa samping Farrel.
"Kayak yang lo liat aja."
Tak lama kemudian, terdengar suara deru mobil. Itu pasti mereka. Benar saja, Alura masuk dengan suara yang memekakan telinga, berbeda dengan Aland yang berjalan masuk dengan raut wajah datar.
"Berhubung udah kumpul semua. Kita ke sana sekarang ayo. Jalan kaki aja gimana? Deket kan," ujar Ferra.
"Yaudah ayo."
Kemarin mereka semua memilih dress maupun kemeja yang sama. Namun, mereka memilih warnanya sendiri. Dress yang mereka pilih adalah dress selutut dengan lengan sampai siku dan sebuah pita yang menghiasi pinggangnya.
Ferra memilih dress berwarna silver, Alura berwarna royal blue, sedangkan Belva memilih dress berwarna tosca. Ralat, bukan Belva yang memilih dress tersebut tapi Ferra. Belva tidak masalah, toh dress yang Ferra pilih cantik juga.
Sedangkan para cowok memilih kemeja lengan panjang yang polos, dengan warna senada dengan dress pasangannya.
Mereka semua berjalan menuju rumah Aleta karena memang acara pertunangannya diadakan di rumah Aleta. Mereka berjalan kaki karena memang jarak dari rumah Ferra ke rumah Aleta cukup dekat dan tidak memungkinkan mereka untuk menggunakan mobil.
Sesampainya di sana, mereka semua langsung mencari tempat yang bisa mereka duduki.
"Itu kak Vano," tunjuk Alura pada sosok laki laki yang sedang berbincang dengan salah satu tamu undangannya.
"Vano!" panggil Farrel melambaikan tangannya di udara. Vano menoleh ke arah semua sahabatnya.
"Saya permisi dulu pak," pamit Vano pada seorang pria paruh baya yang berbincang dengannya. Vano berjalan menghampiri sahabat-sahabatnya.
"Ciee Kak Vano udah mau tunangan aja. Bentar lagi married dong," goda Belva.
"Hehe. Bisa aja lo Bel," kekeh Vano.
"Wih, couple an ini?" bangga Vano memperhatikan pakaian mereka semua yang couple. Tunggu, ada yang mengganjal di pikiran Vano lalu dia memperhatikan Belva dan Farrel bergantian.
"Lo berdua udah jadian?" tanya Vano.
"Nggak. Kita cuman-
"OTW jadian," lantang Ferra memotong ucapan Belva.
"Oh ya Aleta nya mana?" tanya Ferra mengedarkan pandangannya mencari keberadaan sahabatnya.
"Masih di atas dia," jawab Vano.
"Oh ya, bokap nyokap lo udah ke sini dari tadi kok lo baru dateng?" tanya Vano pada Farrel.
"Nih nungguin mereka bertiga," tunjuk Farrel pada Alura, Aland dan Akmal bergantian lalu mereka semua kembali berbincang.
Lama mereka berbincang, Aleta turun dengan anggunnya. Semua pasang mata menatapnya kagum, termasuk Vano yang sama sekali tidak berkedip melihat penampilan Aleta. Perfect.
KAMU SEDANG MEMBACA
Start From You [Completed]
Teen FictionJudul sebelumnya Fake Nerd vs Cool Boy. (Part masih lengkap) Hidup bukan soal bagaimana cara nya berjuang untuk mendapat kenikmatan dunia. Tetapi bagaimana caranya berjuang untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Perjalanan hidup bukan semua perkar...
![Start From You [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/181688143-64-k547747.jpg)