Setelah hampir 3 minggu Ferra berada di rumah sakit, akhirnya ia bebas juga, ia bisa tiduran di rumah setelah ia merengek pada kedua orang tuanya. Ia bahkan mengancam jika tidak diperbolehkan pulang, maka ia tidak akan sekolah lagi.
Mana ada orang tua yang ingin anaknya tidak sekolah? Akhirnya dengan terpaksa, mereka menyetujui permintaan Ferra.
Setelah kembali ke rumah, ia memutuskan untuk sekolah. Ah ia rindu dengan sekolahnya.
"Lo yakin mau berangkat sekolah?" tanya Farrel memastikan.
"Yakin lah bang."
Bukannya apa-apa, Farrel hanya khawatir pada kondisi adiknya itu, ia baru saja keluar dari rumah sakit, dan lukanya belum sepenuhnya kering. Bagaimana jika di sekolah ia malah terpentok meja atau benda lainnya? Bisa bisa itu jahitannya bisa kebuka. Ferra ini ada ada saja, tidak tahu apa bagaimana khawatirnya mereka semua jika terjadi apa apa padanya? Ah bagaimana bisa tahu? Ferra saja anaknya keras kepala.
"Tapi luka lo kan-
"Gue bisa jaga diri bang," dengus Ferra memotong ucapan Farrel.
"Kamu berangkat bareng abang kamu aja," sambung Aldrich yang tiba-tiba masuk ke dalam kamar Ferra.
"Oke."
¤¤¤¤¤
Mobil sport merah milik Farrel masuk ke dalam kawasan sekolah, semua orang sudah paham siapa pemilik mobil tersebut. Farrel. Salah satu most wanted boys di SMA ini. Begitu keduanya keluar dari mobil, tatapan mereka menjadi berbinar, terutama kaum adam.
'Wah Kak Ferra kembali.'
'Bidadariku udah sembuh.'
'Love you Ferra kuh.'
'Ayo sini neng. Abang rindu.'
'Kak Farrel aaa makin so sweet deh.'
Mereka berdua hanya menanggapinya dengan senyuman manis mereka.
"Woi lo berdua!" ujar Akmal yang tiba tiba nongol.
"Paan?"
"Loh Fer. Lo ko berangkat sih?!" protes Belva.
"Loh, emangnya kenapa?" bingung Ferra.
"Hadeh. Luka lo itu kan belum kering Ferra sayang," geram Belva.
Kenapa Ferra ini susah sekali di mengerti? Kalau terjadi sesuatu dengan dirinya bagaimana?
"Udah deh. Gue bisa jaga diri nggak usah khawatir. Kak Aland mana?"
"Noh." tunjuk Alura pada sosok remaja laki-laki yang sedang berjalan menghampiri mereka.
"Loh. Kamu ko-
"Sttt diem!" titah Ferra sambil menempelkan telunjuknya pada bibir Aland.
"Yaudah ayok ke kelas!" girang Ferra lalu berjalan terlebih dahulu meninggalkan mereka semua. Sahabat-sahabat Ferra pun mengejarnya dengan setengah berlari.
"Gila banget tuh Ferra, baru keluar dari rumah sakit aja jalannya udah cepet banget." Akmal menggeleng pelan.
Ferra berjalan sambil bersenandung kecil, sesekali ia membalas senyuman yang diberikan dari orang orang yang berada di koridor. Ahh, Ferra kangen sekolah ini.
"Eh, kita bolos aja gimana?" tanya Ferra.
"Ah, ayo. Udah lama juga nggak bolos kita," kekeh Alura.
"Ye, elu. Ayok dah," timpal Aleta.
Setelah mereka sampai di kantin, tempat pelampiasan saat mereka membolos, mereka langsung memesan makanan yang biasa mereka pesan. Namun, Ferra langsung cemberut kala sahabatnya melarang dirinya makan pedas.
KAMU SEDANG MEMBACA
Start From You [Completed]
Teen FictionJudul sebelumnya Fake Nerd vs Cool Boy. (Part masih lengkap) Hidup bukan soal bagaimana cara nya berjuang untuk mendapat kenikmatan dunia. Tetapi bagaimana caranya berjuang untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Perjalanan hidup bukan semua perkar...
![Start From You [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/181688143-64-k547747.jpg)