"Ferra! cepet bangun!" teriak Farrel dari kamarnya.
"Apa jangan jangan Ferra masih tidur ya? dasar bocah," gumam Farrel berjalan menuju kamar Ferra.
"Ferra! bangun!" teriak Farrel sambil terus menggedor pintu kamar Ferra.
Ceklek
"Loh. Pintunya nggak dikuci?" bingung Farrel.
Tanpa pikir panjang, ia masuk ke dalam kamar Ferra dan benar saja, adiknya itu masih setia berada di kasur.
Bukk bukk
"Bangun!"
Bukk
"Fer. bangun elah, susah amat sih!" kesal Farrel.
Tiba-tiba sebuah ide muncul di otak Farrel, Farrel menaiki kasur Ferra kemudian membisikkan sesuatu di telinga adiknya itu.
"Ada Aland di bawah udah nungguin lo dari tadi," bisik Farrel di telinga Ferra.
Seketika Ferra langsung bangkit dengan menjerit.
"Kyaaa! Kenapa nggak bilang dari tadi. Lo abang gue bukan sih?!" teriak Ferra sambil berlari menuju kamar mandi.
"Bangun juga lo," gumam Farrel.
Farrel berjalan ke lantai bawah untuk menemui mamah dan papahnya di meja makan dengan tertawa nyaring.
"Anak gue yang satu mana?" tanya Lavina sambil menyiapkan sarapan untuk mereka berempat.
"Baru mandi dia. Pah, dulu mamah gitu juga kali ya, sampe nurun ke Ferra?" tanya Farrel pada Aldrich.
"Mamah kamu itu dulu-
"Good Morning!" teriak seorang perempuan menuruni tangga.
"Berisikk!" teriak Lavina tak kalah nyaring.
Farrel dan Aldrich geleng-geleng kepala melihat keduanya.
"Abang boong sama Ferra ya. Dosa loh bang!" kesal Ferra menatap tajam abangnya lalu pergi.
Farrel hanya cengengesan tidak jelas.
"Woi Fer. Sarapan dulu!" teriak Farrel saat Ferra sudah berada di ambang pintu utama.
"Nggak usah," balas Ferra tak kalah nyaring.
¤¤¤¤¤
"Ferra!" teriak seseorang.
Ferra menoleh, lantas mendapati ketiga temannya yang cengengesan.
"Kenapa lo pada?" bingung Ferra mendapati wajah ketiga temannya yang sepertinya, aneh?
"Nyalin PR fisika lo dong," ujar Belva cengengesan sambil mengulurkan tanganya.
"Lo bertiga mah kebiasaan!" kesal Ferra.
"Nih," ujar Ferra sambil menyodorkan buku tugasnya.
"Ferra terbaik," ujar mereka bertiga lalu berlari menuju kelasnya meninggalkan Ferra di koridor sendirian.
"Untung lo bertiga temen gue," ujar Ferra menggelengkan kepalanya.
"Wah. Lo kesambet ya," ujar Farrel yang tiba-tiba berada di sampingnya.
"Lo setannya!" ketus Ferra lalu berlari menyusul ketiga temannya.
Sesampainya di kelas, semuanya berlari kesana kemari mencari jawaban dari tugasnya. Ferra? ia berjalan santai menuju tempat duduknya.
Bel masuk sudah terdengar, kelas pun semakin gaduh.
Ada yang bernafas lega karna tugasnya selesai, ada juga yang berteriak menyebut nomor yang belum terjawab.
KAMU SEDANG MEMBACA
Start From You [Completed]
Fiksi RemajaJudul sebelumnya Fake Nerd vs Cool Boy. (Part masih lengkap) Hidup bukan soal bagaimana cara nya berjuang untuk mendapat kenikmatan dunia. Tetapi bagaimana caranya berjuang untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Perjalanan hidup bukan semua perkar...
![Start From You [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/181688143-64-k547747.jpg)