Saat mobil sport merah milik Farrel memasuki area sekolah, semua orang menatapnya kagum, terutama kaum hawa, namun tatapan kagum mereka berubah menjadi cibiran pedas ketika Ferra keluar dari mobil Farrel.
'Eh itu si cupu.'
'Ko dia sama Farrel?'
'Ih murahan banget sih!'
'Embat sana embat sini.'
'Kemarin Aland sekarang Farrel.'
Mendengar semua cibiran tersebut, bukannya pergi, Farrel malah merangkul bahu Ferra membuat Ferra mencebikkan mulutnya.
"Bang. Lepasin," bisik Ferra di telinga Farrel.
"Biarin aja. Gue bakal nglindungin lo," balas Farrel.
Mereka berdua memilih melanjutkan perjalanan mereka.
"Woi," ujar Akmal menepuk bahu Farrel.
"Elah. Ngagetin aja lo," dengus Farrel.
Akmal menampilkan deretan giginya. Ferra memutar bola matanya malas melihat kelakuan Akmal yang menurutnya absurd itu.
"Bang. Gue ke kelas dulu ya," ujar Ferra lalu melenggang pergi ke kelasnya.
¤¤¤¤¤
"Ada apa nih rame rame gini?" bingung Ferra melihat semua teman sekelasnya berlarian ke sana kemari.
"Lo lupa ya? ada tugas dari Bu Yati!" ujar Aleta setengah teriak.
"Mampus," gumam Ferra lalu ikut mencari jawaban.
Bel sudah berbunyi, Ferra sudah mengeluarkan keringat dingin dari dahinya. Hingga suara derap kaki terdengar semakin jelas, menambah kepanikan Ferra.
"Selamat pagi!" sapa Bu Yati.
"Pagi, Bu!"
"Ibu minta tugas kemarin dikumpulkan. Sekarang!" tegas Bu Yati dengan menekan kata terakhir.
Satu persatu maju ke depan untuk mengumpulkan buku tugasnya.
"Buku tugas kurang satu. Siapa yang belum mengumpulkan!" tegas Bu Yati, sorot matanya terlihat tajam.
"Ibu hitung sampai lima, kalau tidak ada yang mengaku!? ibu hukum satu kelas!" sambung Bu Yati.
Bisik-bisik mulai terdengar, semuanya menyalahkan satu sama lain. Mencoba mencari siapa seseorang yang tidak mengumpulkan tugasnya.
'Siapa sih?'
'Tinggal ngaku aja susah!'
'Duh gue ogah di hukum lari lapangan!'
'Woi siapa yang belum ngumpulin!'
"Satu!"
"Dua!"
"Tiga!"
"Duh gimana nih Fer. Lo sih pake nggak ngerjain segala. Mana lo berangkatnya pas mau bel," panik Belva.
"Empat!"
"Empat setengah!"
"Li-
"Bu!" ujar Ferra memotong ucapan Bu Yati.
"Saya belum ngumpulin tugas, Bu!" jujur Ferra memberanikan diri.
"Maju ke depan!" tegas Bu Yati.
Ferra maju ke depan sesuai perintah sang guru dengan kesal.
"Kenapa kamu tidak mengerjakan tugas saya!?"
"Lupa, Bu."
"Lupa gimana? kamu itu sekolah tugasnya belajar!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Start From You [Completed]
Teen FictionJudul sebelumnya Fake Nerd vs Cool Boy. (Part masih lengkap) Hidup bukan soal bagaimana cara nya berjuang untuk mendapat kenikmatan dunia. Tetapi bagaimana caranya berjuang untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Perjalanan hidup bukan semua perkar...
![Start From You [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/181688143-64-k547747.jpg)