Suasana sekolah begitu ramai diisi oleh para murid juga orang tuanya masing-masing. Ferra duduk di kursi yang disediakan khusus murid yang akan perform. Sedangkan yang lain duduk di kursi peserta.
"Selamat malam semuanya. Malam ini adalah malam dimana acara promnight diadakan. Baiklah, untuk mempersingkat waktu, kita sambut saja kepala sekolah kita, Pak Aldo dipersilahkan," ujar sang
MC.
Aldo naik ke atas panggung dengan jas yang melekat di tubuhnya. Mengambil microfont yang di sodorkan sang MC.
"Selamat malam, saya selaku kepala sekolah di SMA ini, mengumumkan hasil ujian nasional yang telah diadakan beberapa hari yang lalu. Disini saya nyatakan bahwa semuanya lulus seratus persen!" seru Aldo.
Suara riuh tepuk tangan menggema seantero sekolah dengan wajah gembira yang terpancar dari mereka semua. Para orang tua bernafas lega karena putra putrinya telah dinyatakan lulus.
"Saya akan mengumumkan peringkat paralel pertama," sambung Aldo.
Semua orang harap-harap cemas, siapakah yang akan menjadi peringkat satu, dua dan tiga paralel? Pikir mereka.
"Peringkat pertama atas nama Aland Freddy Wijaya dari kelas 12 IPA 1," ucap Aldo.
Suara riuh tepuk tangan menggema sentero sekolah. Senyuman manis terukir di wajah Marizta juga Wijaya mengetahui bahwa anak laki-laki nya mendapat peringkat pertama paralel.
"Wih, hebat lo bro!" girang Akmal menepuk bahu Aland.
"Aland, silahkan naik ke atas panggung," perintah Aldo.
Aland bangkit dari duduknya, berjalan dengan coolnya menuju ke atas panggung, wajah tampannya membuat kaum hawa berteriak histeris saat Aland berjalan melewati mereka. Namun Aland tak mengindahkan pujian-pujian yang dilontarkan mereka.
Sesampainya di atas panggung, Aldo menyerahkan sebuah piala kepada Aland. Semua hadirin memberikan tepuk tangan saat Aland menerima piala penghargaan dan berjabat tangan dengan Aldo, selaku kepala sekolahnya. Ferra tersenyum melihat keberhasilan Aland.
"Saya ucapkan terima kasih kepada kalian semua, terutama buat mamah sama papah yang telah mendidik Aland sampai sebesar ini. Terima kasih juga kepada teman-teman semua yang sudah mau menjadi teman baik saya selama 3 tahun ini, saya juga ingin berterima kasih kepada seseorang yang spesial di hidup saya, dia yang selama ini menjadi penyemangat saya dalam segala hal, terima kasih Ferra Alaina Aldrich," ujar Aland. Aland tersenyum manis pada Ferra yang kini tengah menatapnya intens.
Teriakan-teriakan mulai terdengar saat Aland mengajak Ferra naik ke atas panggung, tangannya ia lingkarkan di pinggang ramping kekasihnya.
"Terima kasih," tulus Aland yang langsung mendapat pelukan hangat dari Ferra.
Semuanya tersenyum penuh arti pada kedua remaja yang tengah berpelukan di atas panggung.
"Saya berterima kasih kepada bapak dan ibu sekalian yang telah mempercayakan sekolah kami sebagai tempat putra putri anda menempuh pendidikan SMA. Semoga setelah lepas dari SMA ini, putra putri bapak dan ibu sekalian bisa menempuh ke jenjang perguruan tinggi. Aamiin. Saya rasa hanya itu yang dapat saya sampaikan. Terima kasih," ujar Aldo menutup sambutannya setelah Aland juga Ferra turun ke atas panggung.
Acara pun berlanjut penampilan masing-masing kelas, di mulai dari kelas 10. Kini giliran Ferra perform di atas panggung. Ferra menyanyikan lagu My Heart Will Go On. Ferra sengaja memilih lagu ini, karena menurutnya, lagu ini pas untuk dirinya.
Sesekali Ferra memejamkan mata, mengingat lusa kekasihnya akan pergi untuk melanjutkan pendidikannya ke luar negeri. Aland merasakan sesak di hatinya mendengar Ferra menyanyikan lagu itu.
Di lihatnya Ferra yang tengah terpejam, Ferra begitu mendalami makna yang terkandung dalam lagu tersebut. Sampai akhirnya selesai, Ferra tersenyum ke arah Aland dengan mata berkaca-kaca.
¤¤¤¤¤
Penampilan demi penampilan sudah mereka tampilkan, kini Farrel menaiki panggung dengan jas yang melekat pas di atas panggung.
"Fer. Lo apa-apaan sih? Gue mau di bawa kemana? Jangan nakutin dong!" oceh Belva yang matanya ditutup kain oleh Ferra. Sedangkan Ferra terkikik mendengar ocehan sahabatnya itu.
Ferra sudah mengatur bagaimana caranya membawa Belva ke atas panggung tanpa Belva curiga. Jadilah Ferra beralasan meminta Belva menemaninya ke toilet, setelah sampai di sana, ia meminta Belva untuk menutup matanya menggunakan kain. Belva mengiyakan saja walaupun sebenarnya ia takut.
Ferra menuntun Belva menuju depan panggung, dapat dilihat semua teman-temannya dan juga abangnya sudah siap di atas panggung. Para hadirin berusaha semaksimal mungkin untuk tidak bersuara walaupun banyak di antara mereka bertanya-tanya ada apa?
Ferra melepas cekalannya pada bahu Belva, ia berdiri tepat di belakang Belva. Belva mulai ketakutan, ia takut bukan main setelah merasa cekalan Ferra lepas. Kemana perginya Ferra? Dimana dia sekarang?
"Ferra. Lo dimana?!" teriak Belva.
Merasa tidak ada jawaban, Belva mulai panik. Ketakutan mulai melanda dirinya.
"Fer. Lo dimana? Jangan becanda!" teriak Belva.
"FERRA?!LO DI-
Belva terdiam setelah mendengar suara seseorang yang familiar, yang dia cinta akhir-akhir ini terdengar di telingannya.
Cantik
Ingin rasa hati berbisik
Untuk melepas keresahan
Dirimu
O.o.Cantik...
Bukan kuingin mengganggumu
Tapi apa arti merindu
Selalu, ...
Ooo...
Walau mentari terbit di utara
Hatiku hanya untukmu...
Ada hati yang termanis dan penuh cinta
Tentu saja kan kubalas seisi jiwa
Tiada lagi
Tiada lagi yang ganggu kita
Ini kesungguhan
Sungguh aku sayang kamu"seru Farrel dengan bernyanyi.
Belva terdiam menikmati lagu yang dinyanyikan oleh seseorang yang tentu ia kenal. Entah kenapa, ia merasa lagu itu ditunjukkan untuk dirinya. Farrel menyanyikan lagu 'Cantik' itu sampai akhirnya selesai.
Saat lagu selesai, Farrel menjemput Belva untuk naik ke atas panggung, membuka kain yang menjadi penutup matanya. Belva terdiam, ia berada di atas panggung, di depannya terdapat Farrel yang tengah tersenyum menatapnya.
"Gue emang bukan tipe cowok yang romantis, gue emang bukan cowok yang baik, tapi gue berusaha jadi lebih baik, gue nggak bisa bohong sama perasaan gue sendiri. Gue, cinta dan sayang sama lo. Gue akan mengurangi jatuhnya air mata lo dan menambah binar bahagia di wajah lo."
Farrel menghirup nafas dalam-dalam, lalu menghembuskannya. Farrel berlutut di hadapan Belva dengan menyodorkan sebuket bunga.
"Will you be my girlfriend?" tanya Farrel berharap Belva mengatakan 'yes'. Aland, Akmal juga Vano membuka jasnya dan menampilkan sebuah tulisan 'I LOVE YOU' di kaos mereka. Belva menutup mulutnya sendiri, tidak percaya akan seperti ini. Farrel ingin dirinya menjadi kekasihnya di hadapan semua orang. Semua orang pun menunggu jawaban yang akan dilontarkan oleh Belva.
Belva menatap ke arah kedua orang tuanya dan juga orang tua Farrel, mereka mengangguk sembari tersenyum. Belva juga menatap ketiga sahabatnya yang tengah tersenyum ke arahnya. Ferra yang berada di samping kiri Aland mengacungkan ibu jarinya.
"Yes, i will."
Sorak sorak mulai menggema, Farrel langsung menarik Belva ke dalam dekapannya. Mulai detik ini, Belva resmi menjadi pacar seorang Farrel Dalbert Aldrich.
TBC!!
Start From You
By. Arindabm
KAMU SEDANG MEMBACA
Start From You [Completed]
Roman pour AdolescentsJudul sebelumnya Fake Nerd vs Cool Boy. (Part masih lengkap) Hidup bukan soal bagaimana cara nya berjuang untuk mendapat kenikmatan dunia. Tetapi bagaimana caranya berjuang untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Perjalanan hidup bukan semua perkar...
![Start From You [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/181688143-64-k547747.jpg)