Ketika Aland melewati gudang yang sudah tak terpakai, ia mendengar suara perempuan yang meminta tolong.
Ia memberanikan diri untuk masuk namun pintunya terkunci. Ia mendobrak pintu gudang tersebut.
Brakkk
Aland tersentak kaget melihat Ferra yang lemah di dalam gudang. Ia pun langsung berlari menghampiri Ferra.
"Fer. Hei ini gue," ujar Aland sambil menepuk pelan pipi Ferra.
Ferra pun membuka matanya dan dengan refleks ia langsung berhambur ke pelukan Aland. Aland yang mendapat perlakuan tiba-tiba dari Ferra hanya terdiam membisu. Dengan ragu, Aland membalas pelukan Ferra.
"Kak hiks gue takut," ujar Ferra sesenggukan.
"Stt, udah ada gue di sini," lembut Aland berusaha menenangkan Ferra.
"Gue takut hiks hiks."
Ferra semakin mengeratkan pelukannya, Aland bisa merasakan ketakutan Ferra yang luar biasa.
"Sekarang kita keluar," titah Aland.
"Lo masih kuat jalan kan?" sambung Aland yang diangguki Ferra.
Ko dia tiba tiba manis gitu ya? Eh apaan sih. Kenapa juga ngomongin dia-batin Ferra menatap punggung Aland yang ada di depannya.
"Kak!" panggil Ferra membuat Aland menghentikkan jalannya dan menoleh ke belakang.
"Kepala gue pusing," lemah Ferra.
Bruukkk
Untung Aland cepat menangkapnya, dan ia segera membawa Ferra ala bridalstyle keluar gudang dengan langkah besar.
Kebetulan semua temannya sudah berkumpul di parkiran sehingga Aland tidak perlu repot-repot mencarinya lagi.
"Ferra!" teriak Farrel dan juga teman-teman Ferra.
"Gimana ceritanya dia bisa kaya gini?!" panik Farrel.
"Nanti gue ceritain. Yang penting kita bawa pulang dia dulu," ujar Aland dengan wajah yang menyiratkan rasa kekhawatiran.
Yang lain mengangguk patuh dan langsung bergegas menuju rumah Farrel.
Mereka sudah mengetahui siapa sebenarnya Ferra. Farrel sudah menceritakan kepada teman-temannya ketika ia meminta untuk datang ke rumahnya, membantu mencari Ferra. Masa bodo bila nantinya Ferra akan marah. Yang terpenting adalah mencari keberadaan adiknya dan syukurlah sekarang sudah ditemukan.
"Bawa dia ke kamar," suruh Farrel pada Aland.
Sesampainya di kamar, Aland merebahkan tubuh Ferra dengan hati-hati. Laki-laki itu melepaskan sepatu, kaos kaki dan juga kaca mata besar yang bertengger di hidung mancung Ferra.
Setelah ia menyelimuti Ferra, ia langsung beregas keluat kamar Ferra menghampiri teman-temannya.
"Sekarang jelasin lo nemu Ferra dimana?" tegas Farrel sambil mengacak rambutnya frustasi.
"Gue nggak sengaja denger suara rintihan minta tolong. Gue penasaran. Gue langsung dobrak aja tu pintu. Dan gue liat Ferra terkapar di lantai. Begitu gue masuk, dia langsung meluk gue. Dan saat mau keluar, dia pingsan. Badan dia panas. Dia belum makan mungkin," jelas Aland dengan ekspresi datar.
"Thanks," ujar Farrel lalu berpelukan ala laki laki.
"Kalo kalian mau, nginep di sini aja. Lagian udah malem juga," tawar Farrel.
"Bang. Gue pulang aja deh bang. Lagian rumah gue juga deket dari sini ko," ujar Belva.
"Gue juga pulang aja bang!" teriak Leta yang membuat semuanya terlonjak kaget. Aleta menampilkan cengiran kudanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Start From You [Completed]
Teen FictionJudul sebelumnya Fake Nerd vs Cool Boy. (Part masih lengkap) Hidup bukan soal bagaimana cara nya berjuang untuk mendapat kenikmatan dunia. Tetapi bagaimana caranya berjuang untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Perjalanan hidup bukan semua perkar...
![Start From You [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/181688143-64-k547747.jpg)