Sudah 2 minggu Ferra koma di rumah sakit. Farrel memutuskan untuk tidak berangkat ke sekolah hari ini, ia ingin menemani adiknya di rumah sakit, walaupun orang tuanya sudah membujuknya agar tetap berangkat, namun Farrel tetap Farrel yang tetap keukeuh dengan keputusannya, orang tuanya menghela nafas pasrah lalu akhirnya mengiyakan saja keputusan Farrel.
Aland juga ingin menemani Ferra di rumah sakit, ia masih merindukan kekasihnya itu. Tapi apalah daya Aland, ia tidak bisa membantah orang tuanya sendiri maupun orang tua Ferra yang menyuruhnya untuk tetap sekolah. Padahal percuma saja jika Aland sekolah, pelajaran yang diterangkan oleh guru di kelasnya tidak masuk ke otaknya. Ia hanya diam, memikirkan keadaan Ferra yang saat ini masih dalam keadaan koma.
Aland mengiyakan perintah orang tuanya juga orang tua Ferra. Dengan malas, ia berjalan menuruni tangga untuk menghampiri orang tua juga adiknya di meja makan.
"Kak. Kamu sarapan dulu," ujar Marizta memberikan sepiring nasi beserta lauk pauknya pada Aland. Aland menerimanya, karena ia ingin menghargai apapun yang diberikan orang tuanya itu.
Aland makan dengan tatapan dingin, aura humornya menghilang. Tunggu, humor? Humor Aland hanya muncul ketika bersama Ferra saja. Hanya Ferra. Ya walaupun sekarang jika bicara dengan adik maupun orang tuanya, sudah tidak irit lagi, tapi tetap saja nada bicaranya masih dingin.
Selesai makan, Alura mengulurkan tangannya guna meminta sesuatu pada kakaknya itu. Aland menaikkan sebelah alisnya seolah bertanya 'apa'.
"Kunci mobil," ujar Alura menuntut Aland untuk memberikan kunci mobilnya.
"Kamu minta kunci mobil ke kakak kamu buat apa,Lura?" bingung Jaya yang diangguki Marizta.
"Papah yang gantengnya tiada tara," ujar Alura terkikik geli dengan apa yang ia ucapkan barusan.
"Kak Aland kan perasaannya lagi kacau balau kayak orang galau. Kalo kak Aland yang nyetir, bisa bahaya. Kan mending Lura aja yang nyetir," jelas Alura.
"Nah mantul!" teriak Marizta membuat semuanya terlonjak kaget.
"Mamah ini bikin kaget aja," kekeh Jaya.
"Gue bisa sendiri Lura," bantah Aland.
"Kak, nurut aja sama Lura. Dia bener kan pah?" tanya Marizta pada suaminya itu.
Aland menghela nafas gusar lalu merogoh sakunya mengambil kunci mobilnya kemudian diserahkan pada adiknya itu.
"Nah gitu dong. Ayo berangkat. Mah, Pah kita berdua berangkat dulu," pamit Alura mencium punggung tangan kedua orang tuanya diikuti Aland.
"Waalaikumussalam. Hati-hati di jalan. Jangan ngebut bawa mobilnya!" teriak Marizta saat mereka berdua berada di ambang pintu rumah.
Sesampainya di sekolah, Aland juga Alura langsung turun dari mobil. Mereka berdua berjalan menyusuri koridor untuk sampai ke kelasnya masing-masing. Kelas mereka cukup berdekatan. So, mereka berdua berjalan bersamaan.
Di tengah koridor, seseorang memanggil nama mereka berdua membuat keduanya menoleh ke belakang. Terlihatlah teman-teman mereka tanpa Ferra juga Farrel yang sedang melambaikan tangannya pada mereka berdua.
"Wih, udah dateng aja lo berdua," kekeh Vano yang sedang merangkul Aleta, kekasihnya.
"Ngapa? Nggak boleh? Yaudah sih gampang. Gue balik lagi aja," kesal Alura seraya membalikkan badannya untuk pulang, tapi dengan segera Akmal mencekalnya membuat Alura berbalik dan tak sengaja menubruk dada bidang Akmal.
Plis plis. Ini jantung jangan karokean napah -batin Alura berteriak.
"Cie ciee," goda Vano.
KAMU SEDANG MEMBACA
Start From You [Completed]
Novela JuvenilJudul sebelumnya Fake Nerd vs Cool Boy. (Part masih lengkap) Hidup bukan soal bagaimana cara nya berjuang untuk mendapat kenikmatan dunia. Tetapi bagaimana caranya berjuang untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Perjalanan hidup bukan semua perkar...
![Start From You [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/181688143-64-k547747.jpg)