Sudah dua hari, Lavina dan Aldrich pergi keluar kota. Kini mereka berdua sudah berada di rumahnya.
"PAGI! FERRA YANG CANTIK DATANG!" heboh Ferra dari arah tangga.
"Kebiasaan lu," ketus Lavina.
"Ih mama tuh harusnya ber-
"Stop!" teriak Farrel dan Aldrich kompak. Ferra menyengir tidak jelas.
"Makan dulu. Abis itu berangkat!" titah Aldrich.
Ferra makan dengan tergesa-gesa.
"Lo doyan apa doyan? kayak nggak makan sebulan aja lo," celetuk Farrel.
"Gue tuh lagi pengen makan masakan mamah yang lezat ini. Eh tapi masih enak masakan gue sih!" heboh Ferra dengan PD-nya.
Setelah selesai makan, Farrel dan Ferra memutuskan untuk pergi ke sekolah. Sesampainya di sekolah, mereka pergi ke kelasnya masing-masing.
"Hai guys!" sapa Ferra pada ketiga sahabatnya.
"Girang amat lo."
"Yee biarin aja."
Bu Wina memasuki kelas dengan menenteng setumpuk buku di tangannya.
"Selamat pagi!" sapa Bu Wina.
"Pagi, Bu!"
"Keluarkan buku tugas kalian. Ibu akan ngasih tugas!" tegas Bu Wina.
Terdengar keluhan keluhan dari murid yang lainnya. Bu Wina mulai menulis beberapa soal di papan tulis untuk muridnya kerjakan.
¤¤¤¤¤
"Kantin yok," ajak Aleta.
Entah kenapa, urusan kantinlah Aleta yang sering mengajak.
"Ayok!" girang Ferra.
Mereka berempat pun berjalan beriringan menuju kantin. Sesampainya di kantin, ternyata Farrel dkk sudah berada di meja paling pojok yang biasa mereka semua tempati.
"Lo pesen gih, Let!" suruh Alura.
"Enak aja main suruh suruh," bantah Aleta.
"Udah sana lo. Sama sahabat sendiri juga," timpal Ferra.
"Iya deh iya, gue pesenin!" kesal Aleta kemudian melenggang pergi untuk memesan makanan.
Tak lama setelahnya, Aleta kembali dengan membawa nampan berisi pesanan mereka. Mereka semua memakan makanannya dengan lahap.
"Hai, Land?" sapa Aurel dengan gaya centilnya.
"Benalu," gumam Farrel.
"Ko lo sekarang berubah gini sih?"
"Gue berubah karena lo!" sentak Aland sambil menghempaskan tangan Aurel dari tangannya.
"Gue masih sayang sama lo, Land. Lo juga masih sayang kan sama gue?" tanya Aurel dengan PD-nya.
"Gue? sayang sama lo? sayang gue sekarang udah beralih ke Ferra. Bahkan untuk selamanya," balas Aland sambil melirik ke arah Ferra.
Ferra merasa pipinya memanas, ia yakin pasti pipinya sudah semerah tomat.
"Eh lo siapa? beraninya lo deketin Aland!" sentak Audi sambil memegang tangan Aland.
"Benalu lagi."
"Jauh jauh lo dari Aland," sinis Audi.
"Siapa lo?" tanya Aurel.
"Gue? gue pacarnya Aland!" bangga Audi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Start From You [Completed]
Teen FictionJudul sebelumnya Fake Nerd vs Cool Boy. (Part masih lengkap) Hidup bukan soal bagaimana cara nya berjuang untuk mendapat kenikmatan dunia. Tetapi bagaimana caranya berjuang untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Perjalanan hidup bukan semua perkar...
![Start From You [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/181688143-64-k547747.jpg)