32. Cerita

172 19 12
                                        

Assalamu'alaikum.
Bismillah, Mengejar Up Sebelum Ramadhan

Jangan lupa follow author dan follow juga instagram indah, ada di bio.

Selamat membaca, utamakan membaca al Quran.

*****

"Assalamu'alaikum," Abdurrahman datang dengan mengecup dahi istrinya sekilas lalu duduk disamping Atika.

"Wa'alaikumsalam, ihh mas bikin kaget aja" memang Atika kesal karena terkejut dengan aksi tiba-tiba Abdurrahman namun tak urung Atika menyambut tangan suaminya untuk dicium.

"Lagian ada apa sih? Kok tegang amat," Abdurrahman melihat kearah adik dan istrinya bergantian.

"Kamu abis marahin Fatimah ya?"

"Astagfirullah, mas suudzon aja sama istri," Atika pura-pura cemberut.

Abdurrahman tersenyum, ia semakin gemas dengan istrinya. Kembali pria itu memberi kecupan di pipi Atika dengan cepat sambil tersenyum dan mengusap kepala istrinya dengan sayang, Atikapun tak bisa menolak untuk tersenyum.

"Ekhem."

Abdurrahman mengalihkan pandangan kearah adiknya, Atika hanya bisa membuang muka sambil menutup mulutnya agar tidak terlihat jika ia tersenyum.

"Iya tau yang udah halal, yaudah deh silahkan dilanjutkan tapi dirumah jangan disini. Kak Atika, aku ke dalem ya kan udah ada raja yang jemput," pamit Fatimah dengan bangkit berdiri.

"Eh masnya datang bukan di sambut malah di usir nih."

"Fatimah tau kok kalau mas Abdullah kesini cuma buat jemput istri, daripada lama mending aku undur diri. Panas liatnya, bye" tanpa melihat respon kakaknya, Fatimah langsung pergi dari sana sambil melambaikan tangan ke belakang. Sungguh saat ini dia sedang tidak baik-baik saja, Atika yang bisa merasakan itu hanya mampu meraih tangan Abdurrahman untuk dituntunnya pulang.

"Fatimah sedang ingin sendiri, ayo kita pulang," ajak Atika dengan tersenyum.

"Baiklah," ucap Abdurrahman setelah menghela nafas berat. Lalu keduanya bangkit dari duduk dan berjalan keluar kafe menuju parkiran untuk pulang dengan mobil.

*****

Atika baru saja keluar dari kamar mandi, ia bisa melihat suaminya sedang mengkerutkan dahi sambil membaca sebuah buku. Segera Atika ikut bergabung duduk diatas kasur dengan suaminya.

"Mas" panggil Atika dengan meraih pundak Abdurrahman untuk dipijit.

"Adek memang selalu tau apa kebutuhan mas," ucap Abdurrahman sambil menutup buku dan tidur dengan bantalan paha Atika. "Kepala aja dek, lagi pusing."

Atika menurut, ia memijit kepala suaminya sambil dilihatnya Abdurrahman memejamkan mata.

"Lagi ada masalah ya?"

"Gak ada kok sayang, cuma tadi banyak kajian buat di isi."

"Mas?"

"Iya sayang?"

"Boleh banyak tanya?"

Abdurrahman merasa aneh dengan istrinya, ia sangat tau jika Atika bukan orang yang suka ikut campur urusan orang lain. Tapi jika ia sudah bertanya berarti Atika sedang memikirkan hal itu.

Abdurrahman bangkit dari tidurnya untuk duduk dengan bersandar pada kepala kasur dan kaki berselonjor, ia menarik Atika untuk bisa dipeluknya.

"Silahkan."

"Hmm sebenernya Ibra itu siapanya mas?"

Abdurrahman melonggarkan pelukan agar bisa melihat ekspresi istrinya, "kenapa tiba-tiba ngomongin si Ibra, dek?"

Abdurrahman X Atika Zaman NowCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang