35. Ada apa?

226 15 5
                                        

"Mas"

"Iya?"

"Memang kapan tiket keberangkatan itu? Dan kemana?"

Abdurrahman melepaskan pelukan pada istrinya dan sedikit menjauhi tubuh Atika, "Adek senang mendapat amplop itu tapi tidak tau kapan dan dimana kita akan pergi?"

Atika tersenyum malu dengan menyembunyikan kepalanya pada dada sang suami lalu wanita itu menggeleng, "Adek hanya senang jika itu untuk kita."

Abdurrahman tersenyum dan ia juga mengelus punggung Atika dengan lembut dan tak berniat menjawab istrinya, Atika yang masih menyembunyikan kepalanya merasa suntuk menunggu jawaban yang tak kunjung tiba.

"Mas?"

"Hmm."

Atika semakin jengkel karena Abdurrahman tak peka akan kodenya, ia segera melepaskan pelukan lalu menunjukkan wajah cemberut pada suaminya. Abdurrahman tertawa, wajah lucu Atika membuatnya semakin gemas.

"Kok tertawa?" Atika semakin cemberut.

"Adek semakin menggemaskan dengan bibir monyong ini," Abdurrahman menjawab pertanyaan istrinya dengan mencubit ringan bibir Atika yang mengerucut.

Hingga keduanya sama-sama tertawa, Atika tak jadi marah lagi karena gelitikan Abdurrahman. Keduanya berjarak semakin dekat karena tingkah Atika yang menggeliat dan berusaha menghentikan suaminya, namun justru Abdurrahman semakin mendekat hingga posisi mereka tidur dengan Abdurrahman di atas Atika.

Keduanya merasa canggung karena sadar akan posisi keduanya, lalu Atika berusaha mencairkan suasana.

"Jadi?"

"Apanya?"

"Kapan dan dimana?"

"Bulan depan dan di Jombang, sudah puas?"

Atika hanya mengangguk dan menyanggah kepala suaminya agar tak semakin turun, karena jika saja Atika tak menahan sudah pasti hidung mereka bersentuhan.

"Mas"

"Kenapa?"

"Adek ingin ke kafe, rasanya ingin makan steak buatan Fatimah," Abdurrahman merasa saat ini Atika tak ingin disentuh namun ia lebih memilih mengalah.

"Oke baiklah kita berangkat," ucap Abdurrahman setelah beberapa detik berpikir, lalu laki-laki itu berdiri menjauhi Atika.

"Mas?" panggil Atika yang sebenarnya merasa tak enak pada suami.

Abdurrahman berbalik saat akan mengambil kunci mobil, "Kenapa dek?"

"Adek maunya naik motor bukan mobil," ucap Atika sambil duduk sempurna dari tidurnya.

"Tapi sudah malam," Abdurrahman melihat wajah istrinya kembali lesuh.

"Baiklah ayo berangkat, jangan lupa bawa jaket ya? Mas mau panasin motor karena udah lama gak di pake," kata Abdurrahman sambil menuju pintu ia melihat istrinya menggangguk. Namun belum sempat Abdurrahman menutup pintu, ia mendengar istrinya kembali menganggil.

"Iya adek? Ada apa lagi?" jawab Abdurrahman dengan lelah melihat Atika yang justru menunduk.

"Setelah pulang, kita lanjutkan aktivitas kita tadi," kalimat lirih itu mampu membuat Abdurrahman tersenyum.

"Siap bu bos."

*****
Abdurrahman dan Fatimah merasa bingung dengan Atika saat ini, jika biasanya wanita itu sangat lemah lembut dalam makan maka saat ini Atika justru makan dengan sangat lahap dan cepat bahkan steak yang dibuat Fatimah untuk Abdurrahman juga dihabiskan.

Abdurrahman X Atika Zaman NowCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang