33. Tiket

176 18 5
                                        

Assalamu'alaikum
Bismillah, Menjemput Up Sebelum Lebaran.

Selamat membaca, :)

*****

Seperti biasa Atika menyiapkan makanan sebelum suaminya pulang dari sholat subuh, ia mencontoh kebiasaan ibu mertuanya dalam melayani pak Kyai. Karena Abdurrahman sama kebiasaannya dengan pak Kyai, pulang lebih lambat dari jamaah lainnya.

Kini ia menata makanan yang telah ia masak sendiri, ia juga menyiapkan rantang berserta isinya untuk dibawa ke rumah mertuanya. Hari ini Fatimah minta ditemani untuk pergi ke rumah mertuanya, karena ia merasa masak banyak jadinya sebagian masakan dibungkus dalam rantang untuk Umi dan Bapak.

Tepat saat semua telah siap, bunyi ponsel Atika terdengar tanda adanya panggilan masuk.

"Assalamu'alaikum," salam Atika saat menjawab telpon.

"Wa'alaikumsalam, kak Atika ini Fatimah. Hari ini jadi, kan?"

"Oh Fatimah, iya jadi kok. Kakak udah siap-siap, tapi tunggu mas Abdurrahman ya?"

"Iya kak tak apa-apa, Fatimah ke rumah kakak aja ya? Nanti ke pondok jalan kaki."

"Iya Fatimah kesini aja sekalian sarapan bersama, kakak tunggu."

"Oke kak insyaallah ini Fatimah langsung kesana, assalamu'alaikum."

"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh," Atika mematikan panggilan dan meletakkan ponselnya di atas meja makan, ia akan ke dapur untuk mengambil teko air. Namun ketika ia berbalik sudah dikejutkan dengan suaminya yang tepat berada di belakangnya, dan saat itu pula Abdurrahman mengungkung Atika dengan lengannya berpegang pada meja makan.

"Astagfirullah," kaget Atika.

"Mas tolong jangan kejutkan adek seperti ini terus, kalau datang itu beri salam bukan kayak hantu tiba-tiba datang tanpa suara," lanjut Atika dengan cerewet.

Bukannya melepaskan Atika atau meminta maaf pada istrinya, Abdurrahman justru semakin mempersempit jarak tubuhnya dengan meja yang ditengah keduanya ada Atika.

"Mas?"

"Hmm?"

"Jangan terlalu dekat."

"Kenapa memangnya?" Abdurrahman tersenyum melihat istrinya tak berkutik bahkan kini dadanya telah didorong Atika namun tak memberi dampak sedikitpun pada Abdurrahman.

"Mas? Aku mau ke dapur ambil teko air," Atika mencari alasan.

"Kenapa tidak lanjut mengomel?" Abdurrahman tersenyum menang.

"Adek tidak mengomel kok, hanya saja mengungkapkan segenap rasa yang bersarang di pikiran adek. Kan mas sendi.. hmmp," tanpa pikir panjang Abdurrahman mencium bibir Atika hanya beberapa detik.

"Sama saja, sama-sama cerewet."

Atika menutup mulutnya, ia memasang wajah was-was pada suaminya.

"Tau tidak? adek semakin menggemaskan jika seperti ini," ucap Abdurrahman dengan menjepit Atika dengan tubuhnya dan meja makan, sedangkan tangannya dengan bebas meraih tangan Atika untuk digenggam dan diciumnya.

"Maaf, mas tidak bermaksud mengejutkan adek hanya saja salam mas tidak terjawab saat adek sibuk menerima panggilan. Dari siapa sih?" Abdurrahman menatap istrinya dengan lembut berusaha memberi kenyamanan.

"Dari Fat..."

"Kaakkk Assalamu'alaikum, aku capek lo berdiri di depan," belum sempat Atika menyelesaikan ucapannya, terdengar suara perempuan berteriak dari luar rumah.

Abdurrahman X Atika Zaman NowCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang