"Turun!"
Leyra menatap lelaki disampingnya bingung.
"Rumah gue masih jauh"
"Guee tau"
"Teruss? Kenapa berhenti disini?"
"Nurut aja!" balas Nathan.
"Yaudaah"
Leyra pun melepaskan seat belt nya, mengambil tas sekolahnya dan keluar dari mobil Nathan.
Nathan memang sengaja mengajak gadis itu ke taman, ada hal yang harus dibicarakan. Mengingat gadis itu tadi dipanggil bu Ana, membuat rasa penasaran Nathan melebihi akal sehatnya untuk peduli dengan orang lain.
Mereka akhirnya duduk di bangku taman. Ada beberapa orang disitu, ada pasangan seumur mereka dan beberapa orang lainnya.
Nathan kembali memasukan benda mahal berbentuk persegi itu kedalam saku celananya, dia baru saja mendapat informasi dari grup basketnya mengenai latihan tim mereka. "Kenapa tadi?"
Leyra yang sedari tadi sibuk dengan ponselnya memilih memalingkan wajahnya, mendapati wajah Nathan yang dipenuhi rasa penasaran.
lelaki itu baru saja bertanya kepadanya.
"Tadi.. Dimana?" tanya Leyra balik.
"Yang dipanggil sama bu Ana" jawab Nathan menjelaskan maksud pertanyaan nya.
"Ohhh, ituuu. Gue belum ngumpulin tugas bahasa inggris" jawab Leyra bohong.
"Gue nggak suka dibohongin" ucap Nathan kembali menegaskan.
Bukan itu jawaban yang ia inginkan. Nathan tahu Leyra berbohong. Sejak kapan bu Ana menjadi guru bahasa inggris? Lalu kemana bu Helen?
Leyra menunduk mendengar jawaban Nathan. Ada rasa bingung dalam dirinya. Harus jujurkah?
"Nath"
Nathan menggerakkan lehernya, memutar mengarahkan pandangan ke gadis itu.
Leyra menghela nafas berat
"Gue selama ini diperingatin sama kak Rara dan dua temennya, dia bilang dan nyuruh gue buat ngejauhin lo karena katanya lo milik dia. Dan tadi dia juga peringatin gue lagi, tapi kedapatan sama bu Ana" lirih Leyra menjelaskan kepada Nathan.
Setelah mendengar semua dari Leyra, Nathan tidak terlalu terkejut mendengar nama Rara, gadis yang pernah ditolaknya waktu smp.
"Dan lo percaya sama dia?"
Leyra menggeleng cepat "Nggak kok"
"Kenapa?" tanya Nathan.
"Gue percaya sama lo!"
"Terus?"
"Gue nggak percaya sama dia, bu Ana juga udah ngasitau kalau kak Rara sama temennya udah dihukum"
"Baguslah"
Leyra dibuat kesal dengan jawaban singkat dari Nathan.
"Hanya gitu jawabannya?"
Nathan mengulum bibirnya, mengangkat kedua sudut bibirnya membentuk sebuah senyum manis. Manis untuk Leyra.
"Nggak usah senyum-senyum!" cerca Leyra.
"Biarin!" Nathan memandang wajah gadis disampingnya
"Leyra??"
"Iya" jawab gadis itu dengan pandangan masih fokus ke ponselnya.
"Leyraa?" panggil nya sekali lagi.
"Iyaa Nathan!"
"Nggak usah didengerin ucapan Rara tadi"
"Tapi udah terlanjur gue denger tadi, gimana dong?" tanya Leyra polos.
"Nggak usah dimasukin ke hati ucapannya" tegas Nathan.
"Ohhh gitu maksudnya?"
"Iya"
"Kenapa gitu?"
"Apanya?" Nathan balik bertanya.
"Soal ucapan kak Rara, kenapa nggak boleh dimasukin ke hati?"
"Karena gue beneran suka sama lo" ujarnya tegas "Bukan karena kasihan!" tegasnya sekali lagi.
"Gue tau kok" jawabnya "Terus?" tanya Leyra memandangi Nathan.
"Mau jadi pacar gue?"
"Hah?"
"Mau jadi pacar alien?" ujarnya menaikan suara beberapa oktaf.
Leyra tersenyum mendengar pertanyaan Nathan, mungkin ini sudah sekian kali Nathan menyatakan cinta kepada gadis itu.
Leyra mengangguk pelan, berusaha menetralkan suhu tubuhnya yang naik turun tidak stabil "Mau"
Nathan kembali mengembangkan senyumnya, lega mendengar jawaban Leyra yang sudah ditunggunya selama ini. Tangannya beranjak menuju kepala gadis itu mengacak lembut rambut wanita itu.
"Terimakasih Leyra, maaf kalau lo nggak suka cara gue nembak lo kayak gini, mungkin buat lo terkesan nggak romantis, gue bukan tipe cowok kayak gitu," ucap Nathan.
"Gue suka lo apa adanya, makasih udah mau nunggu jawaban gue, lama ya?" tanya Leyra pelan.
"Gue udah pernah bilang, lama juga nggak apa-apa"
"Apa sebelumnya lo juga yakin gue bakal terima lo?"
"Karena gue lebih yakin kalau lo nggak bakal nolak gue!" jelas Nathan percaya diri.
"Alien tetap aja alien!" cibir Leyra.
"Gue sayang sama lo Leyra"
"Aku juga," jawab Leyra.
"Nanti kalau kamu ke makam Tante Anita, aku anterin. Mau berdoa buat Tante sekalian ijin buat pacarin anaknya."
Vote & Comment readers.
KAMU SEDANG MEMBACA
ATHARA (COMPLETE)
Genç KurguSelamat membaca cerita tentang Nathan dan Leyra. Hi!! this is my first story. I wrote this story when I entered high school. Sorry for some mistakes in writing both the use of punctuation, the use of letters and others. 🦋🦋
