39. Do you still remember me?

639 33 0
                                        

Well, i will call you darlin' and everything will be okay cause i know that i am yours and you are mine
Doesn't matter anyway
In the night we'll take a walk it's nothin' funny just to talk...
Put your hand in mine, you know that i want to be with you all the time
You know that i want stop until i make you mine
You know that i want stop until i make you mine.
Until i make you mine.
(Public-Make You Mine)🌈


Akhirnya update🌝

Nathan menuruni tangga dengan terburu-buru. Tidak seperti biasanya, lelaki itu bangun lebih pagi hari ini. Nathan melirik jam dinding di rumah nya, yang menunjukkan sudah jam enam pagi. Kini, Nathan sudah berpakaian rapih dengan tas di lengan kanannya.

Tampan. Satu kata yang bisa mewakili penampilan nya hari ini. Bukan berarti hari-hari sebelum nya tidak tampan seperti hari ini.

"Tumben banget hari ini cepat bangun," kalimat sapa dari Raisa, ibunya membuat Nathan hanya tersenyum simpul.

"Banyak ulangan hari ini," sahut Nathan yang mengikat tali sepatunya.

"Bilang ketemuan aja susah," ucap Naura tidak suka. Naura masih marah kepada Nathan semenjak lelaki itu membentak nya. Amarahnya berkurang ketika Nathan memebeli boneka beruang yang sangat besar.

"Diem, nggak?!" ancam Nathan.

"Nggak! Mulut-mulut Naura," jawab Naura memutar bola matanya.

"Awas lo."

"Sehari saja kalian berdua jangan bertengkar dan adu mulut seperti ini. Mama pusing dengernya!" oceh Raisa menatap Nathan dan Naura secara bergantian.

"Kak Nathan, tu."

"Lo."

"Bun, nanti malem Naura tidur sama bunda, ya? Ayah kan nanti minggu depan baru pulang?" pinta Naura.

"Kenapa? Kamu mau bilang kalau kamu ngelihat hantu lagi? Makanya sebelum tidur itu berdoa dulu," ucap Raisa.

"Entahlah Bun, tapi hantunya itu bisa telfonan malem-malem, lama banget lagi. Kan ganggu tidurnya Naura? Emangnya Bunda mau Naura sakit karena kurang tidur?" tanya Naura sesekali melirik Nathan.

Naura sangat kesal, Nathan telpon dengan Risa sampai larut malam. Naura semakin membenci Nathan karena lelaki itu dengan cepatnya mencari pacar baru.

Nathan menghentikan aktifitasnya dan menatap Naura tajam. Pasti Naura sengaja menyindir nya.

"Aneh-aneh saja kamu. Cepet minum vitamin terus berangkat, nanti telat" jawab Raisa. Wanita paruh baya itu bangkit dan berlalu menuju kolam ikan samping rumah.

"Lo sengaja nyindir gue?" tanya Nathan.

"Kedengerannya gimana, Kak?" Naura balik bertanya membuat Nathan mengepalkan kedua tangannya.

"Kayaknya gue harus ambil kembali boneka yang kemarin," pancing Nathan, masih marah.

"Kalau gitu, Naura akan bilang sama Kak Leyra kalau Kakak belum move on dan masih pake foto kalian berdua di walpaper hp Kakak. Deal?" Naura menjulurkan tangan nya meminta persetujuan Nathan.

ATHARA (COMPLETE)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang