Kini mereka memasuki semester baru dan mereka sekarang menjadi kakak kelas. Kelas 2 SMA. Mereka akan berjuang lebih keras lagi, mempersiapkan diri mereka dan berusaha untuk meraih prestasi terbaik di sekolah itu. Karena kalau tidak maka pihak sekolah akan mengeluarkan murid yang mendapat prestasi terburuk dan juga murid yang melanggar aturan sekolah itu. Sma Mutiara Bangsa.
Tak terkecuali dengan Nathan, yang pada semester kemarin mendapat juara satu untuk sekolah, Juara kedua diraih oleh Rara, salah satu anggota Cheers di sekolah itu, dan juara ketiga diraih oleh Leyra Caitlin.
***
Seorang gadis memasuki area sekolah dengan terburu-buru, setelah berpamitan dengan kakak laki- lakinya itu, Leyra berlari kecil menuju kelas barunya XI IPA 4 dan kejadian satu tahun yang lalu pun terulang kembali.
Buuughh
Kartu undangan selamat ulang tahun yang dibawanya dalam paper bag itu jatuh berhamburan kemana-mana.
"Kartu ulaaang tahun gue!" Leyra berteriak dan segera memungut kembali kartu tersebut tanpa melihat cowok yang ditabraknya tadi.
Sudah selesai dengan urusannya, Leyra bangun dan melihat sekitar tetapi tidak ada siapa-siapa. Dia datang terlalu pagi sehingga sekolah pun masih sepi.
"Ada ya cowok kayak gitu, bukannya bantuin malah ditinggal. Kasihan banget sih Ley," ucap gadis itu mengusap pelan dadanya.
Leyra kesal karena harinya jadi rusak karena ulah cowok alien itu. Gadis itu beranjak menuju kelasnya.
***
"Tumben telat lo," ujar Indira setelah Leyra duduk di sebelah gadis itu.
Leyra bahkan sampai terlambat masuk kelas karena lupa memakai dasi, alhasil gadis itu balik lagi ke rumah untuk mengambil dasinya.
"Bagiin ini ke temen- temen dong" suruh Leyra kepada Aurora dan Indira.
Leyra berdiri hendak meninggalkan kelas. Gadis itu membutuhkan ketenangan sekarang.
"Kemana ley?" tanya Indira
"Rooftop"
"Leyra kenapa sih, masa pagi-pagi gini udah ke rooftop?" tanya Aurora
"Tanya tu sama tembok" Indira menjawab sambil membaca kartu undangan ulang tahun itu.
***
Lonceng istirahat berbunyi, pertanda baik untuk siswa-siswi yang lapar. Dan dalam hitungan detik rumah makan sekolah atau kantin akan dipenuhi oleh mereka.
"Baik anak-anak, sekian untuk hari ini. Tugasnya tolong dikerjakan ya,
Nathan sama Gavin bantuin Ibu bawa buku tugas ke laboratorium, Ibu mau ke ruang guru sebentar!" ujar salah seorang guru dan keluar dari kelas.
"Orang laper disuruh-suruh, untung cantik tu gurunya" ujar Gavin kesal
"Bacot lo, udah sana buruan. Kita tunggu di kantin," ujar Rafka dan meninggalkan Gavin.
"Woiiiiii, bantuin kek" teriak Gavin.
Rafka dan Adam berhenti dan berbalik menghadap Gavin "OGAH!"
KAMU SEDANG MEMBACA
ATHARA (COMPLETE)
Novela JuvenilSelamat membaca cerita tentang Nathan dan Leyra. Hi!! this is my first story. I wrote this story when I entered high school. Sorry for some mistakes in writing both the use of punctuation, the use of letters and others. 🦋🦋
