38. Secuil Perhatian

602 34 3
                                        

Jangan tanyakan perasaan ku.
Jika kau pun tak bisa beralih
Dari masa lalu yang
Menghantuimu
karena sungguh ini tidak adil.
Bukan maksudku menyakitimu
Namun tak mudah tuk melupakan
Cerita panjang yang pernah aku lalui
Tolong yakinkan saja raguku
Pergi saja engkau pergi dariku
Biar ku bunuh perasaan untuk mu. Meski berat melangkah, hatiku
Hanya tak siap terluka.
Beri kisah kita sedikit waktu
Semesta mengirim dirimu
Untukku
Kita adalah rasa
Yang tepat di waktu yang salah.
(Fiersa Besari- Waktu yang salah)🌈

Happy Reading.
Vote & comment.


 

    

Nathan tengah serius membaca buku di hadapan nya. Keadaan perpustakaan saat ini cukup ramai karena beberapa bulan lagi mereka akan mengikuti ujian kenaikan kelas. Tak terkecuali dengan Nathan, lelaki itu harus belajar extra mengingat dia yang terpilih mengikuti olimpiade setelah tahun ajaran baru.

Beberapa tumpukan buku di meja terus menemani nya. Lelaki itu bahkan tidak peduli jika ada orang yang duduk di samping maupun di hadapan nya. Nathan hanya sesekali mengangkat kepalanya dan mengalihkan pandangan ke luar jendela.

"Hai, Nath?" sapa Risa.

Nathan menoleh dan tersenyum singkat. "Apa?"

"Kamu dari tadi belum makan, aku ajak ke kantin nggak mau. Belajar juga harus ingat sama kesehatan," ucap Risa penuh perhatian.

"Nggak laper."

"Yaudah, aku temenin kamu belajar, ya," ucap gadis itu dan duduk di sebelah Nathan.

"Kalau nggak keberatan." tukas Nathan yang masih serius membaca.

"Kamu nggak keberatan kalau temenin aku ke gramedia, kan?" tanya Risa. Gadis itu menggeser bangkunya agar semakin dekat dengan Nathan. Risa meraih satu tangan Nathan dan menggenggam nya.

"Gue pulang sore."

"Nggak apa-apa lah. Aku tungguin," jawab Risa semangat.

Gelegar tawa terdengar di depan pintu perpustakaan, membuat semua penghuni di dalam nya menghentikan aktifitas mereka.

"Itu mereka Adam. Tumben banget mereka ke perpustakaan" ucap Risa. Gadis itu memperbaiki posisi duduk nya.

Nathan menoleh seketika mendengar ucapan Risa. Bisa dilihat Gavin dan Adam sedang berjalan ke arah mereka.

"Lo belajar mulu, Nath. Game yok," ajak Adam.

"Entar malam. Di rumah gue"

"Okk kalau gitu," jawab Adam.

"Risa, lo ngapain di sini? Si Dini cariin lo dari tadi. Dia mondar-mandir di parkiran, kayak tukang parkir" ucap Gavin sinis.

"Samperin sana. Si santan nggak bakal hilang, nanti sama Gavin dijagain!" timpal Adam.

"Beneran? Kalian kenapa baru bilang sih?" tanya Risa lebay.

Gavin menarik nafas. Sabarrr. "Eh rumput laut, cumi kering. Lo bukannya terima kasih, malah salahin kita berdua? Ada akhlak lo begitu?"

ATHARA (COMPLETE)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang