40.HUKUMAN

628 38 0
                                        

Imagine your face, say hello to me
Then all the bad days
They're nothing to me
With you
(V - Winter Bear)🌈

Leyra berjalan menyusuri koridor sekolah. Gadis itu membuang botol minum yang telah diteguknya sampai habis di tempat sampah. Dua jam terakhir dibebaskan dari belajar karena seluruh murid diperbolehkan menonton latihan basket di lapangan. Hari kamis adalah penentu dari semua latihan mereka selama ini, karena mereka akan bertanding dengan sekolah lawan.

Merasa kondisi nya belum sepenuhnya membaik, Leyra memilih duduk saja di depan kelas. Gadis itu tidak lupa membeli es teh untuk seseorang. Sudah bisa kalian tebak kan?

Teng tong.
Jawaban kalian benar. Untuk siapa lagi kalau bukan Nathan. Jangan salah paham dulu, Leyra hanya ingin Nathan memaafkan nya, tidak ada maksud lain. Leyra sangat sangat sangat menyadari posisi nya sekarang, hanya sebagai mantan saja.

Teriakan demi teriakan terus menggema di lapangan bahkan sampai ke seluruh penjuru sekolah.

Jika dulu dia yang akan menyemangati Nathan di pinggir lapangan dan menunggu sampai selesai latihan, tapi sekarang dia hanya bisa mendengar nama cowok itu melalui teriakan para gadis yang mengagumi nya.

Ditambah lagi kabar mengenai berakhir nya hubungan mereka membuat sebagian siswi semakin gencar mendekati Nathan bahkan ada yang berani menaruh surat dan coklat di loker maupun laci meja Nathan. Tapi tak satupun surat dan coklat diambil nya, lelaki itu bahkan meminta penjaga sekolah untuk membuangnya.

Bukan stalker, tapi Leyra mengetahui semuanya dari Gavin. Mulutnya yang seperti radio rusak, tidak bisa menyembunyikan apapun. Bahkan kabar mengenai Adam dan Rafka yang menangis di toilet sekolah karena melihat seekor kecoak sudah menyebar ke semua warga sekolah.
Najisss.

"Leyra?"

Leyra menoleh, Amelia Natasha, sahabat baiknya datang menghampiri Leyra setelah latihan vocal dan gitar.

"Udah selesai latihannya?" tanya Leyra tersenyum. Gadis yang ditanyai hanya mengangguk, dan menghapus keringat di dahinya.

"Rora sama Indira ninggalin lo?" Amelia bertanya, membuat Leyra mengangguk.

"Rora sama Gavin dihukum sama Bu Ana, bersihin perpustakaan 2 dan toilet guru," tutur Leyra.

"Itu dua manusia idiot kenapa lagi? Rebut harta gono-gini? Heran deh gue, sehari aja nggak bisa akur."

"Bukan gitu Lia, tadi mereka kejar-kejaran di koridor dan nabrak Bu Ana, mana Bu Ana lagi asik video call sama pacarnya lagi," ucap Leyra menceritakan semuanya.

"Astaga" Amelia menghela nafas. "Syukurin deh, biar kapok. Terus Indira?" tanya Amelia lagi.

"Katanya dia kangen Adam, kemarin mereka nggak ketemu karena Adam sibuk latihan sama kamu," jawab Leyra.

"Itu bocah! Udah dipesan buat terus sama lo, malah ngilang. Awas aja kalau udah nyampe ntar," geram Amelia. "Tapi lo tenang aja, gue udah selesai latihan, hari kamis tinggal pentas."

Leyra memeluk Amelia dengan erat. "Jaga kesehatan ya, Lia. Jangan sampai sakit, nanti kasihan Rafka nangis lagi," ucap Leyra terkekeh.

"Jangan mulai deh. Oiya Lo nggak kangen Nathan?" tanya Amelia tiba-tiba.

"Boleh jujur emangnya?" Leyra balik bertanya dan membuat Amelia mengangguk.

ATHARA (COMPLETE)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang