Amelia, Aurora, dan Indira dibuat bingung dengan sahabat mereka, Leyra. Pasalnya dari pagi hingga jam terakhir pelajaran dia selalu mengembangkan senyum termanis yang jarang dilihat oleh teman-temannya.
Aurora memukul pelan bahu Leyra "Seneng banget kelihatannya"
"Iyaaa nih, tumben gak cerita sama kita-kita "
"Lo masih anggep gue sahabat kan ley?" sambung Indira tak mau kalah melihat Amel dan Rora yang menginterogasi Leyra.
"Suka bener kalo ngomong," ujar Leyra kepada Indira.
"Naaah kan, dia udah gak anggep kita sebagai sahabat." Indira memajukan bibirnya beberapa senti.
Amel dan Rora tersenyum jail kepada indira "Lo aja kali," ujar keduanya menertawai Indira.
Leyra menutup buku catatan nya "Udah sih, pokoknya gue hari ini lagi seneng karena ...." Leyra sengaja menggantungkan ucapannya agar ketiga sahabatnya penasaran.
Aurora terlihat sedang memikirkan sesuatu dengan satu jari telunjuk menempel pada bibirnya "Lo jadian sama Kak Kevin kan?"
"Beneran Ley?"
"Gue bilang juga apa, lo pasti pacaran sama dia"
Leyra memutar malas bola matanya mendengar ucapan Aurora , Amelia dan Indira "Gak ada topik lain apa selain dia?"
"Nggak" jawab ketiga sahabatnya bersamaan.
"Bokap gue sekarang pindah tugas tetap di sini, jadi dia mungkin bakal keluar kota dua bulan sekali dan nyokab gue juga udah mutusin buat berhenti kerja, palingan cuma ngawasin karyawan di perusahaan. Jadi mereka udah sering di rumah dan itu mimpi terbesar gue selama ini" jelas Leyra pada sahabatnya dengan senyum yang masih terpancar dari wajahnya.
"Selamat ya, setidaknya kalo malming lo ada yang nemenin gitu, kaan lo J O M B L O" ujar Aurora tanpa merasa bersalah dan menekan pada kata jomblo .
"Iyaa deh yang lagi deket sama kakak kelas" serkas Leyra.
"Yaampun ley, saking sibuknya lo selama ini sampe gak tau kalo Rora udah jadian sama tu kakak senior" sambung Indira
"Kok nggak ada yang ngasitahu gue?" tanya Leyra penasaran.
"Lo kan lagi sibuk urusin Nathan," Sambung Amelia.
Jam kosong seperti ini dipakai oleh Leyra dan ketiga sahabat gesreknya untuk gosip bukan untuk belajar padahal satu minggu lagi ujian kenaikan kelas dan mereka akan naik tingkat menjadi kelas 2 di sekolah itu.
***
Lonceng berbunyi tanda pelajaran selesai. Nathan dan Adam memutuskan untuk ke lapangan basket menemui Pak Rian sebagai guru pembimbing tim basket di sekolah mereka dan beberapa anggota lainnya yang berasal dari kelas 2 & 3.
"Kita duluan ya, semangat latihannya," ujar Rafka.
"Jadi kan entar malem ke rumah gue? Gak ada penolakan. Okaay!" sambung Gavin berusaha mengingatkan ketiga sahabatnya itu.
"Siapin lagu nya Blackpink ya Vin, yang banyak kalo bisa. Biar konser di rumah lo" ujar Rafka mengingat kekasih bayangannya, Lisa. salah satu member BP yang cantik itu.
"Najissss" sambung Adam.
"Sekalian aja lo gabung sama Blackpink" sambung Nathan tak mau kalah.
KAMU SEDANG MEMBACA
ATHARA (COMPLETE)
Teen FictionSelamat membaca cerita tentang Nathan dan Leyra. Hi!! this is my first story. I wrote this story when I entered high school. Sorry for some mistakes in writing both the use of punctuation, the use of letters and others. 🦋🦋
