Sabtu, 4 Februari 2012
Aku baru saja pulang dari pembinaan. Setelah mandi dan sholat, yang ku lakukan hanyalah rebahan dan bermain handphone.
Aku di rumah sendiri. Mas Aiq entah kemana, mbok Surti minta izin karena anaknya sakit.
"Mas Aiq kemana sih?! Laper banget ya Allah!" batin ku
Di rumah tidak ada lauk, tidak ada nasi, cemilan ada sih kayaknya, tapi mana kenyang? !
Langsung saja ku telepon mas Aiq.
"Halo, assalamualaikum Kay. Kenapa?"
"Mas dimana?"
"Ini di ruang tamu, mau ke kamar ngambil baju latihan."
Telepon ku matikan. Aku langsung keluar kamar dan menunggu mas Aiq di pintu kamarnya.
"Kenapa Kay?"
"Mas darimana?"
"Ada keperluan."
"Pacaran?"
"Engga. Lagian, kalau pacaran emang kenapa?"
"Kalau sampai pacaran aku aduin ke bapak!"
"Loh, bapak udah tau mas pacaran Kay."
"Aku aduin, mas pacaran disaat adiknya kelaparan!"
Mas Aiq tertawa. Memang lucu?
"Kamu ganti baju!"
"Buat apa?"
"Ikut mas latihan."
"Adiknya lapar malah diajak ke tempat latihan."
"Ga usah banyak ngomong. Ganti baju cepetan!"
"Iya, iya."
Aku kembali ke kamar ku untuk berganti baju. Aku mengambil celana jeans dan jaket denim ku.
"Kay, udah belum?!" teriak mas Aiq
"Lagi pakai kerudung!"
"Mas tunggu di bawah!"
"Iya!"
Setelah selesai dengan hijab ku, aku mengambil jam tangan dan juga tas kecil yang ku isi kebutuhan ku.
Langsung saja ku keluar kamar dan turun ke bawah. Mas Aiq sudah siap dengan baju latihannya. Hanya baju nya, belum celananya.
"Ayo mas."
Kami berdua pun keluar rumah. Aku hanya menggunakan sendal jepit, mas Aiq juga sih. Tapi dia membawa sepatu latihannya.
Setelah memakai helm, kami pun menuju ke tempat latihan mas Aiq. Tempat yang selama ini belum pernah aku kunjungi.
30 menit waktu yang ditempuh. Pantas saja belakangan ini mas Aiq pulangnya telat. Sudah jauh, macet pula.
"Mas, Kayla ga papa masuk?"
"Ya ga papa."
Aku pun mengikuti mas Aiq masuk ke dalam GOR. Untung tadi aku tidak berniat memakai hoodie.
"Wih, anyar meneh Iq?!"
(Wih, baru lagi Iq?!)
"Lambe mu!"
(Mulut mu!)
"Terus, iku sopo?"
(Terus, itu siapa?)
"Adik ku."
"Jenenge sopo Iq?"
(Namanya siapa Iq?)
KAMU SEDANG MEMBACA
YOGYAKARTA
Novela JuvenilDi bawah cakrawala dan di atas bentala Yogyakarta, aku dan kamu, mendapat restu dari sang pencipta, untuk bersatu menjadi kita.
