AtinyRyesa24 presents My Aurora
"Astaga Neyla"(Semua karakter, organisasi, tempat, dan kejadian adalah fiksi. Jika ada nama organisasi, tempat, dan tokoh yang sama dengan kehidupan nyata, mungkin hanya kebetulan. Hehe.)
.
.
.
Sore hari..
Setelah jam pelajaran berakhir..
Ocha sedikit terlambat pergi ke ruang klub. Dikarenakan ada barang yang tertinggal. Tapi ini sudah beberapa menit berlalu, gadis itu tak kunjung kembali. Apa mungkin itu adalah sebuah kamuflase? Bukankah Ocha masih murung akhir-akhir ini dikarenakan jimatnya yang patah? Kuas itu adalah barang kesayangan Ocha, Ocha dan jimatnya sudah bersama selama tiga tahun. Jimatnya itu sudah memenangkan kompetisi dua kali berturut-turut. Ocha dan jimatnya bagaikan Spongebop dan spatulanya, mereka berdua tidak akan pernah bisa terpisahkan. Kuas jimat itu selalu memberikan keberuntungan pada Ocha, sekarang kuas itu sudah remuk.Jendela ruang klub lukis terbuka. Menampakkan pemandangan di luar jendela. Pohon sakura dengan bunganya yang bermekaran indah bak blush on make-up. Lalu ada pemuda berjersey yang tengah berlatih di lapangan, mereka terlihat bersemangat meggulir bola kesana dan kemari. Angin menerpa, membuat bebrapa kelopak bunga jatuh berguguran. Bukankah ini momen yang cocok untuk scene romantis di film atau drama biasanya.
Beberapa kelopak bunga masuk ke dalam ruangan klub lukis, Neyla mengadahkan tangannya. Satu kelopak bunga sakura mendarat di tangannya. Dengan tidak adanya Ocha, Neyla merasa sangat bosan. Apa lagi jika mengingat Ocha yang sangat enggan menyentuh alat lukisnya.
Tiba-tiba sebuah ide muncul di kepala Neyla. Gadis itu tersenyum miring dan berdiri, dia beranjak pergi dari ruang klub lukis. Kakinya melangkah ke ruangan samping, ruangan yang selalu menimbulkan suara berisik. Dan juga ruangan yang menjadi tempat kejadian remuknya kuas jimat Ocha.
Neyla mengintip dari jendela kaca transparan, mencoba memastika bahwa klub musik belum ada penghuninya. Setelah yakin tidak ada seorang pun di sana, Neyla masuk ke dalam ruangan klub musik. Gadis itu mulai mengobservasi semua alat yang ada di sana. Dua gitar yang berbeda, drum, keyboard, alphorn atau biasa disebut pipa rokok raksasa dan yang terakhir harpa. Kemudian Neyla berjalan ke arah alat musik yang telah menjadi sasarannya sejak awal, drum.
"Eheheh, aku akan mematahkan ini. Lalu, memutuskan itu. Lalu, menyumpal benda itu." Neyla mulai mengerjakan misinya. Dia berlalu kesana-kemari. Ke tempat di mana pipa rokok raksasa ditaruh lalu ke tempat di mana gitar listrik Zeno terpajang. Setelahnya dia pergi ke tempat drum Aren berada.
"Dengan begini, tidak akan ada yang berisik lagi. Tinggal stik drum ini!"
'Klek'
Hingga suara seseorang menginterupsi.
"Hei, ada perlu apa?" Ternyata itu Zeno. Dia berdiri di ambang pintu dengan ekspresi terkejut. Neyla lebih terkejut. Gadis itu tampaknya sama sekali tidak mendengar suara langkah kaki yang datang. Suara gesekan pintu geser itu juga tak didengarnya. Atau, dia memang tidak menutup pintu ruang klub musik ya? Dan jadilah sepeti ini. Zeno memergokinya tengah mematahkan stik drum milik Aren.
"Apa yang sedang kau lakukan di sini?" Zeno bertanya dengan senyum jokernya seperti biasa. Anak itu berdiri di ambang pintu. Neyla merasa keder melihat senyum joker Zeno. Sepertinya anak laki-laki itu belum menyadari apa yang dipegang Neyla, karena dia masih saja menatap wajah Neyla.
"Apa kau ke sini untuk mencari Richie?" Zeno kembali bertanya sambil mulai berjalan masuk dan mendekat ke arah Neyla. Neyla menggelengkan kepalanya, panik tengah menguasai Neyla. Kekonyolan melanda, Neyla melemparkan stik drum yang sudah patah itu ke arah Zeno. Anak laki-laki itu bisa dengan mudah menangkapnya. Wajah Zeno berubah saat melihat stik drum yang sudah patah itu.

KAMU SEDANG MEMBACA
My Aurora
Novela Juvenil[UPDATE JUMAT DAN SABTU] Kau yang menerangiku di antara gelapnya malam Warna-warnimu yang menyilaukan mata membuatku tenang Percaya bahwa masih ada cahaya di gelapnya malam Pesonamu membuat hidupku lebih terang Kau adalah auroraku Pesonamu membuatku...