Now Playing: Sebastian Yatra, isabela Merced - My Only One
24th March Sunday, 9.05 A.M. Everton's Family Mansion, Cambridge, UK.
Setelah jennifer dan Arthur memutuskan untuk melangsungkan pesta pertunangan mereka sebagai acara keluarga, mereka juga memutuskan untuk melangsungkannya di rumah orang tua Jennifer di Cambridge. Hal ini membuat teman-teman Arthur dan keluarga Arthur datang dan turut melangsungkan acara pertunangan keduanya.
Brittany mengambil beberapa foto Jennifer sebelum acara dimulai. Tentu saja foto itu akna ia unggah ke social medianya. Dengan caption paling manis tentunya.
"Done. Kau terlihat cantik!" seru Brittany memperlihatkan hasil fotonya pada Jennifer. Jennifer menyetujuinya dan segera mengunggahnya.
"Dimana Arthur? Kalian tidak foto bersama?" tanya Brittany.
"Ah, Arthur sedang menemui teman-temannya dulu. Ia memintaku menyusulnya kalau sudah selesai. Sebaiknya kita segera kesana."
Di sisi lain, Arthur masih menghabiskan waktu bersenda gurau bersama teman-temannya di taman. Ah, jangan lupakan bahasan utama mereka kali ini adalah karena Arthur yang akhirnya segera melepas status lajangnya.
"Damn, dugaanku selalu tepat. Kau akan menyusul Jullian." Kekeh Dennis.
"Jadi, bagaimana rasanya menemukan seseorang yang akhirnya mengisi kekosonganmu?" goda Felix seraya merangkul pundak Roxanne yang terkekeh geli.
Sesaat setelah semuanya tertawa mendengar pertanyaan Felix, Jennifer datang mendekati Arthur sementara Brittany sudah pergi menjauh setelah menyapa teman-teman Arthur sekilas. Arthur menarik Jennifer mendekat, merangkul pinggang rampingnya, dan mengecup puncak kepala jennifer dengan sayang—menunjukkan pada teman-temannya jawaban yang tersirat dari apa yang ia lakukan saat ini—sementara jennifer hanya tersenyum lembut.
Merasakan semua pasang mata tertuju padanya, Jennifer menoleh dan memicingkan kedua matanya pada Arthur. Ia tampak sedikit salah tingkah mendapati semua terdiam, berdeham, dan menatap Jennifer geli setelah ia ikut bergabung.
"Ada apa ini? Tadi kulihat kalian masih tertawa. Apa aku mengganggu?" tanya Jennifer ragu. Roxanne segera menepis dugaan Jennifer dengan meraih satu tangan jennifer.
"Oh, tentu tidak. Mereka memang selalu seperti itu. Hiraukan saja mereka." Kata Roxanne. Jennifer menganggukkan kepalanya walaupun masih terselip rasa penasaran pada dirinya.
"Hei, Jennifer. Kau tampak cantik hari ini." Puji Edric seraya mengerlingkan satu matanya dan mengangkat gelas winenya ke udara.
Jennifer tersenyum antusias. "Thank you, Ed."
"Oh, by the way, apa Arthur yang memilih gaun itu untukmu? Sungguh, gaun itu sangat cocok untukmu." Felix kembali bersuara.
Jennifer menundukkan kepalanya melihat gaunnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
The King's Owner (COMPLETED)
Romance#the Heirs Series (2nd) Raja Arthur. Bukan, ini bukan kisah dimana kita akan membahas sejarah kerajaan inggris pada masa kekuasaan raja Arthur. Arthur, bukanlah sekedar nama bagi wanita cantik kelahiran Inggris ini. Tak ada yang menyangka jika Arthu...