Maaf telat up:(
Happy reading
Typo bertebaran!!
Hari ini merupakan hari dimana sekolah akan mengadakan liburan untuk merayakan kelulusan. Segala ujian yang mereka tempuh membuahkan hasil yang bagus dan tentunya ini akan menjadi liburan yang berkesan. Dimana kelas 3 akan berlibur ke Bali.
Segala masalah yang di hadapi oleh Yuna sudah selesai. Ini saatnya Yuna merasakan kebagiaan yang utuh dan nyata. Orang di sekitarnya sangat baik bahkan Yuna tidak akan melupakan perjuangan mereka untuk menuntuk keadilan. Dunia kini berpihak kepadanya.
Selalu tersenyum di setiap saat adalah hal yang selalu terlihat dalam diri Yuna. Begitu pula Redo. Redo bahagia saat melihat Yuna bisa bernapas lega tanpa adanya ancaman.
Malam
Pukul 8:00
Seulas senyuman terukir di bibir Yuna saat melihat foto dirinya bersama Redo. Yuna memasukannya ke dalam koper. Yuna mempersiapkan semua perlengkapannya untuk berlibur Bali. Masih tinggal di kediaman Redo membuat hati Yuna tidak enak hati. Keluarga ini sangat membantu dan berjasa di kehidupannya. Jika tidak ada mereka, nasib Yuna tidak akan berubah sedikit pun.
Saat pulang dari Bali, Yuna tidak akan tinggal disini lagi. Yuna akan tinggal di kontrakan dengan uang tabungannya selama ini. Jika Yuna tetap tinggal disini, Yuna merasa menjadi beban. Ini waktunya Yuna mengepakkan sayap, bekerja paruh waktu untuk menghasilkan pundi-pundi uang agar dirinya bisa membangun usaha sendiri dan bisa melanjutkan pendidikannya.
Tok tok tok
Suara ketukan pintu langsung menyadarkannya, pipinya terasa dingin karena air matanya menetes tanpa permisi. Tarikan napas panjang lalu di hembuskan secara perlahan. Yuna berjalan lalu membuka pintu kamar. Terlihat Redo tengah bersandar di pinggir pintu seraya menatap Yuna tajam. Seolah tengah menyelidiki sesuatu yang aneh.
“Kenapa?” Yuna mengerutkan kedua alisnya.
“Kenapa?” tanya balik Redo.
“Hah?”
Bukannya menjawab, Redo malah tertawa kecil lalu memberantaki rambut Yuna. Yuna hanya diam. Tidak menepisnya. Redo berjalan masuk lalu duduk di tepi kasur melihat dua koper milik Yuna.
“Kamu mau bawa perlengkapan sebanyak ini?” tanya Redo.
“Ya nggak lah” Yuna pun ikut duduk di samping Redo.
“Terus?”
Yuna terdiam sejenak lalu memberanikan diri untuk menjelaskan semuanya kepada Redo.
“Aku mau mandiri”
“Maksudnya?”
“Makasih yah selama ini kamu sama keluarga kamu udah buat aku nyaman. Mereka izinkan aku untuk tinggal disini dalam waktu yang lumayan lama. Aku ngerasa, aku menjadi beban. Kebetulan tabungan aku cukup untuk bayar kontrakan. Ya walaupun kontrakannya kecil tapi masih bisa aku tempati dan layak. Berbulan-bulan aku tinggal disini, banyak cerita dan kebahagiaan. Tapi apa boleh aku hidup mandiri?”
Redo menunduk merasa tidak iklas dengan apa yang Yuna katakan.
“Do, apa boleh?”
“Kamu mau minta putus?” suara Redo hampir tidak terdengar.
Tangan Yuna meraih tangan Redo, lalu di usapnya.
“Emang aku mau putus sama kamu? Nggak mungkin. Mana mungkin aku melepas laki-laki baik dan buat hidup aku berwarna. Kalau sampai aku melakukannya, berarti aku perempuan bodoh di dunia”
KAMU SEDANG MEMBACA
DO.NA [End]✓
Roman pour AdolescentsCinta memang unik, pilu menjadi rindu, sayang bertahap menjadi cinta. Kisah ini mungkin terlalu rumit dalam kehidupan nyata. Tidak pernah terbayangkan sebelumnya warna ini muncul ketika ada dia. Dia itu aneh, perempuan yang tidak bisa di tebak. An...
![DO.NA [End]✓](https://img.wattpad.com/cover/218396175-64-k354493.jpg)