35-Feel Disappointed

25.5K 1.6K 36
                                        

♡♡♡

"Babe, kaki ku sakit... bisa antarkan aku ke dokter" rengekan Amanda terus memenuhi telinga Alaric yang semakin membuatnya jengah.

"Hentikan rengekanmu Amanda! Aku akan menyuruh sopir mengantarmu" Alaric hendak berjalan menjauh, namun suara Amanda kembali menghentikan langkahnya.

"Kenapa! Kenapa kamu berubah Alaric? Aku mencintaimu... Aku bahkan kembali untukmu!"

"Kembali untukku? Hahaha... tidak perlu! Semua sudah berakhir ketika kau memilih pergi"

"Aku melakukan semua itu untukmu Alaric! Agar aku pantas berada disampingmu! Tidak kah kamu menyadari itu!"

"Kamu terlalu banyak berbicara omong kosong Amanda, sekarang berhentilah kita sudah tidak punya hubungan apa-apa"

"Akh! Kaki ku..." ujar Amanda sambil terduduk di lantai.

Sedangkan Alaric hanya memutar bola matanya melihat drama yang diciptakan oleh Amanda. Alaric merasa kesal dengan Amanda yang sejak tadi mengulur waktunya untuk bertemu adiknya.

Alaric menyuruh pelayan untuk mengurus Amanda kemudian melangkahkan kakinya dengan gusar menuju kamar adiknya. Sebenarnya Alaric tidak menyalahkan adiknya, hanya saja saat itu dia terlalu terkejut dengan apa yang terjadi. Takut jika adiknya kembali terluka.

Amanda yang ditinggalkan begitu saja mengepalkan tangannya erat, dia tidak akan menyerah begitu saja. Dia harus mendapatkan apa yang seharusnya jadi miliknya dan menyingkirkan semua penghalang, termasuk Arilla.

Karir Amanda memang tidak diragukan, tapi seiring dengan bertambahnya usia tidak memungkinkan dirinya terus menjadi seorang model. Persaingan dunia modelling sangat keras, banyak pendatang baru yang siap mengantikannya. Untuk itu dia butuh Alaric untuk menjamin masa depannya.

"Nona, sopir sudah menunggu anda di depan, mari saya antar"

"Tidak perlu!" Amanda berdiri dan menghentakkan kakinya keluar dari mansion Carlos.

...

Setelah kejadian di ruang makan, Eunbi bermaksud kembali ke kamarnya dengan menahan kekesalah yang sampai di ubun-ubun. Bahkan Eunbi merasa kecewa dengan kakaknya yang lebih memilih wanita ular itu. Mengingat itu semua mata Eunbi berkaca-kaca, kemudian berhenti sebentar mengangkat kepalanya menghadap ke atas.

Tidak boleh! Aku tidak boleh menangis, batin Eunbi meyakinkan dirinya sendiri lalu kembali melangkahkan kaki menuju kamarnya.

"Hm? Kenapa princess?" ucap Adrian saat berpapasan dengan adiknya. Adrian mengamati wajah adiknya yang sepertinya tidak sedang baik-baik saja.

"Nothing" jawab Eunbi sambil berlalu menuju kamarnya.

Sesampai dikamar Eunbi menutup pintunya dan menguncinya dari dalam. Dia hanya tidak ingin diganggu siapapun. Duduk di sofa dikamarnya kemudian menenggelamkan kepala ditekukan kakinya.

Tok tok tok

"Princess..." suara Alaric memanggil adiknya dari luar.

"Princess... bisa buka pintunya sebentar sayang... maaf..."

Eunbi bergeming dari tempatnya.

"Maafkan kakak, princess" Alaric menghela nafasnya kemudian melangkah menjauh.

Ceklek

Kepala Eunbi menyembul keluar dari pintu kamarnya yang setengah terbuka.

"Kakak" panggilnya lirih, Eunbi membuka pintu kamarnya setelah dirasa kakaknya sudah pergi.

Welcome Back (Posessive Family)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang