54-Begin the Dissaster

19.3K 1.6K 173
                                        

♡♡♡

"Sudah sayang berhenti menangis, next time kita bisa berlibur ke sana lagi, okey?" ujar Lean menenangkan putrinya yang sedari tadi tidak berhenti menangis semenjak meninggalkan vila hingga pesawat sudah mulai take off. Memang untuk urusan tidur dan menangis Eunbi sudah dapat dipastikan menjadi juaranya.

Ini semua bermula ketika Eunbi tidak sengaja meninggalkan kerang-kerang cantik hadiah untuk sahabatnya di vila dan baru mengingatnya ketika sudah berada di dalam mobil menuju bandara.

Total sudah tiga hari mereka berlibur bersama dan hari ini waktunya mereka pulang karena keesokkan harinya mereka sudah harus kembali pada aktifitasnya masing-masing. Begitu juga Eunbi yang harus kembali masuk sekolah setelah libur panjangnya.

"Bukankah besok princess sudah harus sekolah?" Eunbi yang masih sesegukan hanya mengangguk menanggapi pertanyaan daddynya.

"Apa yang harus aku lakukan daddy? Aku sudah berjanji pada Carol..." ujar Eunbi lirih di sela-sela tangisnya.

Belum sempat Lean menjawab pertanyaan putrinya, seorang pramugari datang untuk menawarkan makanan dan minuman.

"Apa aku bisa mendapatkan ice cream coklat dengan taburan kacang almond yang banyak?" tanya Eunbi penuh harap kepada pramugari di depannya.

Belum sempat sang pramugari membuka mulut untuk menjawab, Alfred sudah terlebih dahulu angkat suara sambil memberikan kode singkat kepada pramugari tersebut.

"Mereka tidak bisa membawa ice cream ke dalam pesawat princess, kita baru bisa mendapatkannya nanti setelah mendarat."

Berbohong? Tentu saja. Alfred tidak akan mengambil resiko sedikitpun dengan meloloskan permintaan adiknya untuk menikmati ice cream. Terakhir kali Eunbi menyentuh ice cream langsung di hadapkan oleh flu selama satu minggu. Apalagi Eunbi sudah melewatkan jadwal vaksin influenzanya.

"Benarkah?"

Pramugari itu hanya bisa menganggukkan kepalanya kaku sambil memaksakan senyumnya.

"Maaf nona, kami memang tidak mempunyai persediaan ice cream. Mau saya bawakan yang lain? Bagaimana dengan segelas susu coklat hangat?"

"Kenapa tidak bawa ice cream? Apa di pesawat ini tidak ada lemari es?"

Pramugari itu semakin kikuk dengan semua pertanyaan lugu Eunbi dan tidak tahu harus menjawab apa.

Karena tidak kunjung mendapat jawaban, Eunbi menoleh pada daddynya.

"Daddy! Harusnya daddy membeli pesawat yang ada lemari es-nya." Eunbi melayangkan protesnya kepada Lean.

Sambil menahan tawa Lean menjawab "Oke" dengan singkat.

Kemudian tatapan Eunbi menoleh kepada pramugari di depannya lagi, "Kalau begitu aku mau soda, apa kalian punya soda yabg dingin?"

"Bawakan saja coklat hangat untuk adikku" ujar Alaric yang sedari tadi ikut menyimak percapan mereka.

"Baik, di tunggu sebentar"

"Kak Al! Aku tidak mau coklat hangat!" ujar Eunbi protes kepada Alaric yang dengan seenaknya menyerobot pesanannya.

Namun sudah tentu Alaric tidak mengindahkan protesan adiknya. Selama hal itu untuk kebaikan Eunbi, Alaric tidak segan untuk berindak tegas dalam menanggapi keinginan adiknya.

"Bawakan tas perlengkapan Arilla." Ujar Alaric singkat kepada pramugari yang sedang membawakan pesanan mereka.

Tidak lama sebuah tas terulur pada Alaric.
Memang setiap kali bepergian, Eunbi selalu mempunyai sebuah tas khusus yang berisi perlengkapannya. Di dalamnya terdapat obat darurat, vitamin dan kebutuhan dasarnya.

Welcome Back (Posessive Family)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang