47-Carlos Princess

25.9K 1.9K 224
                                        

♡♡♡

Flashback

Eunbi sedang berjalan menuju perpustakaan sekolah untuk mengembalikan buku yang sempat dipinjam olehnya.

“Benarkah? Sungguh sayang sekali kalau seperti itu, padahal kakaknya begitu berprestasi dan membanggakan. Bukankah mereka juga lulusan sekolah ini?”

“Iya, tapi putri bungsu Carlos sangat jauh jika dibandingkan kakaknya. Entahlah siapa namanya? Aku saja sampai lupa namanya.”

“Arilla... Mrs. Della, bukankah Anda walikelasnya, Mrs. Martha? Bagaimana menurut Anda?”

Eunbi menghentikan langkahnya mendengar namanya disebut.

Lagi...

Ini bukan pertama kalinya dirinya mendengar hal seperti ini. Didepannya banyak yang memuji dirinya, sangat berbanding terbalik jika dibelakangnya.

Eunbi tersenyum miris, ternyata bukan hanya teman-temannya yang memiliki pemikiran seperti itu. Bahkan para staff dan guru pengajarpun berpikir demikian.

“Iya, Arilla memang sangat lemah dalam pelajaran. Berbeda dengan kebanyakan sepak terjang anggota keluarga Carlos diluar sana.”

“Dia kelemahan keluarga Carlos, pasti hanya akan menjadi beban. Hhh... untung saja dia terlahir di keluarga sehebat itu. Setidaknya nama belakangnya menyelamatkannya."

Kelemahan...

Jadi selama ini dirinya hanya dianggap sebagai kelemahan diantara keluarga sempurnanya. Lagi-lagi Eunbi terkekeh miris, selain menyusahkan dirinya ternyata juga sebuah kelemahan dan beban bagi banyak orang.

Akhirnya, Eunbi memilih untuk berbalik dan melangkahkan kakinya kembali ke kelasnya. Mendengar lebih jauh hanya akan menyakiti hatinya.

Bukan... dirinya bukan tidak berusaha tapi memang terkadang apa yang mereka pikirkan diluar batas kemampuannya. Ini semua bukan keinginannya.

Dia tidak mau terlahir lemah.
Dia tidak mau menyusahkan orang lain.
Dia tidak mau dianggap sebagai kelemahan dan aib bagi keluarganya.
Eunbi sangat menyayangi keluarganya.

¤¤¤

Lean mengeratkan pelukannya kepada putrinya. Sungguh dirinya tidak mengetahui jika mulut mereka yang diluar sana bisa begitu tajam melukai perasaan putrinya. Lean tidak pernah memikirkan semua sampai sejauh itu.

Selama ini mereka sudah berusaha melindungi Eunbi dari segala hal yang mungkin membuatnya terluka. Namun kini, Lean menyadari satu hal yang lolos dari kendalinya yaitu ucapan berbisa dari orang-orang disekitar putrinya.

Putrinya ternyata sangat pandai dalam menutupi perasaannya. Lean telah salah menilai putrinya. Eunbi begitu tegar, bahkan mampu berjuang sendiri untuk membuktikan kemampuannya meski harus memaksakan diri dengan cara yang slaah. Lean tidak menyukainya.

“Dengarkan daddy princess... Tidak perlu memikirkan apa yang orang lain katakan. Karena bagaimanapun mereka hanya bisa menilai dari luar. Daddy sama sekali tidak pernah berpikiran seperti apa yang mereka katakan. Daddy, mommy, kakak... sangat menyayangi dan sangat bangga padamu. Cukup itu yang harus kamu ingat.” Lean menjeda perkataanya lalu mencium kening putrinya dengan sayang.

“Kami menyayangimu princess... sangat! Kamu bukan kelemahan kami apalagi aib,  karena kamulah yang kembali menyatukan keluarga ini. Memberi kebahagiaan dan harapan. Jangan berkecil hati, kamu hebat dengan caramu sendiri. Daddy akan selalu berada disisimu tidak akan membiarkanmu jatuh dan terluka”

Welcome Back (Posessive Family)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang