59-Final Decision

31.5K 2K 672
                                        

♡♡♡

Rintikan hujan seolah menegaskan bahwa bumi pun ikut merasakan kepedihan diantara mereka. Dengan pakaian serba hitam mereka melakukan penghormatan terakhir untuk seseorang. Tatapan kosong mereka seolah yang menyiratkan duka mendalam, kesedihan dan juga amarah. Bahkan seorang gadis cantik yang tidak berhenti meneteskan air mata di wajah pucatnya.

“Hiks.. hiks... mommy... mommy...” lirih Eunbi dalam dekapan kakak tertuanya.

Alaric hanya bisa mengeratkan pelukan kepada adiknya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Alaric hanya bisa mengeratkan pelukan kepada adiknya. Dirinya pun sama hancurnya. Terluka oleh rasa kehilangan. Bahkan rasanya lebih menyesakkan daripada ketika mommynya memutuskan untuk pergi meninggalkannya pertama kali dulu.

Dibalik kaca mata hitamnya, Lean menyembunyikan tangisnya. Menatap sendu ke depan dan memikirkan banyak memori indah bersama istrinya. Rasanya baru sebentar saja merasakan keluarga yang sempurna, tapi entah kenapa Tuhan memisahakan mereka kembali. Namun kali ini Lean tidak lagi bisa menjangkau dimana istri berada.

Baru kali ini Alfred merasakan kegagalan terbesar dalam hidupnya. Alfred merasa tidak berguna, ketika dirinya mampu menyelamatkan banyak nyawa namun justru tidak berhasil mempertahankan satu nyawa orang terpenting dihidupnya. Tanpa sadar kedua tangannya terkepal erat, karena Alfred lah orang yang terakhir kali memeluk tubuh Yoora sebelum menghembuskan nafas terakhirnya di ruang operasi.

Adrian hanya mampu menatap kosong sambil sesekali mengelap permukaan pipinya yang basah karena air mata yang mengalir tanpa dia disadari.

Hujan mulai mereda hanya menyisakan rintikan. Satu per satu, orang-orang mulai meninggalkan area pemakaman. Namun, keluarga Carlos tetep bergeming di tempat.

Orang tua Yoora pun turut hadir di pemakaman putri mereka. Hingga pingsannya Eunbi yang mengembalikan kesadaran mereka semua dan dengan berat hati mereka memutuskan untuk kembali pulang. Menyisakan Lean yang masih tepaku, dan meminta waktu untuk melepaskan kepergian istrinya.

♡♡♡


Hari ketiga kematian Yoora masih menyisakan duka yang mendalam di antara keluarga Carlos dan keluarga Kim. Semua anggota keluarga masih belum melakukan kegiatannya dengan normal. Terutama si bungsu yang terus saja mengurung diri di kamarnya.

Tidak jauh berbeda dengan Eunbi, keadaan Lean juga sangat memprihatinkan. Lean menenggelamkan dirinya dalam minuman alkohol demi untuk melupakan sejenak kesedihannya. Lean sangat terpukul dengan kepergian Yoora, rasanya terlalu singkat waktu yang mereka lalui semenjak kembali hidup bersama.

Namun, sekali lagi Lean tersentak ketika mengingat putrinya yang beberapa hari ini terabaikan olehnya. Dengan langkah gontai Lean menuju kamar putrinya. Belum sempat mengetuk pintu, Lean mengurungkan niatnya. Lean tidak ingin putrinya melihat keadaanya yang begitu kacau seperti saat ini. Akhirnya, Lean mengubah tujuannya menuju kamar pribadinya.

Welcome Back (Posessive Family)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang