Carlos Story Book I - END
It's a story about family
Ketika sebuah keluarga dihadapkan cobaan, bukan tidak mungkin akan ada yang terluka.
Seperti seorang gadis yang sedari lahir sudah hidup terpisah dari keluarganya.
Hingga tiba saatnya, dimana rahas...
Keesokan harinya Lean benar-benar mewujudkan keputusan mendadaknya. Semua persiapan mulai dari surat kepindahan sampai keperluan Eunbi sudah dibereskan. Bahkan, untuk kamar Eunbi di mansion juga sudah dipersiapkan. Lean ingin segala sesuatunya sempurna untuk princess kecilnya.
Alaric dan Adrian sudah pulang terlebih dahulu karena tidak dapat berlama-lama meninggalkan tanggung jawab mereka. Berbeda dengan Alfred yang memilih untuk menemani Lean disini, karena sebelumnya memang sudah mengalihkan semua pekerjaannya pada orang lain.
Awalnya kedua kakaknya masih bersikeras untuk tinggal namun Eunbi meyakinkan mereka untuk pulang terlebih dahulu dengan berjanji pasti akan menyusul. Sebelum keberangkatannya, Eunbi berkumpul dengan teman-temannya untuk melakukan salam perpisahan. Mereka berkumpul toko bunga sekaligus cafe milik Yoora.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Semua sahabatnya merasa sedih namun juga bahagia karena pada akhirnya Eunbi mempunyai keluarga yang utuh. Mereka berjanji tidak akan saling meninggalkan, bahkan tetap menjalin komunikasi meski hidup berjauhan. Saling menangis berpelukan tapi juga tertawa bersama setelahnya.
Dari kejauhan, Yoora dan Alfred yang sedang menemani Eunbi ikut merasa terharu dengan persahabatan mereka. Terlihat saling menyayangi dan mendukung kebahagiaan sahabatnya.
Setelah sekian lama mereka bercengkrama akhirnya mereka memutuskan untuk berpisah. Sebenarnya bukan perpisahan, karena mereka meyakini bahwa meski ada jarak yang memisahkan tapi hati mereka masih selalu bersama.
Tidak lama setelahnya, Lean datang menyusul mereka di cafe. Kedatangannya disambut Eunbi dengan wajah sebal karena daddynya terlambat datang. Padahal Eunbi sangat ingin mengenalkan daddynya kepada teman-temannya.
"Daddy lama!" sambutan Eunbi kepada Lean yang baru saja datang.
"Daddy minta maaf princess... tadi daddy ada sedikit masalah." jawab Lean dengan wajah menyesal. Berjalan mendekat menghampiri Eunbi yang masih setia memasang wajah kesalnya, lalu memeluk dan mencium keningnya.
"Bagaimana caranya agar princess Ariel mau memaafkan daddy?"
Eunbi masih memasang wajah kesal kemudian berpikir sejenak, menarik Lean kemudian membisikkan sesuatu. "Daddy harus membelikan aku ice cream yang banyak, jangan beritahu mommy."
Alis Lean tampak berkerut bepikir kemudian melirik Yoora yang masih setia mengamati mereka dari jauh. "Tapi sayang, baru kemarin princess daddy sembuh dari demam. Bagaimana kalau diganti yang lain saja, nanti mommy bisa marah." Eunbi memalingkan wajahnya melanjutkan aksi marahnya kepada daddynya. Lean menghela nafas kemudian berkata, "Baiklah... jangan terlalu banyak. Okay?" Eunbi memekik senang sambil melompat kecil, ia tahu kalau daddynya pasti tidak dapat menolak keinginannya. Berbeda dengan mommynya yang susah dibujuk dan tidak mempan terhadap aksi memelasnya.