22-Fallen Angel

33.2K 2.1K 65
                                        

♡♡♡

Alfred terdiam sejenak, keringatnya menetes bersamaan dengan air matanya. Tubuhnya luruh ke lantai, kakinya tidak sanggup lagi menahan berat badannya.

“Dokter, Anda baik-baik saja?” ujar salah satu perawat yang membantunya.

Salah satu rekan sesama dokter menepuk pundak Alfred untuk memberikan semangat.

“Anda sudah melakukan yang terbaik dokter Alfred”

Alfred hanya mengangguk lesu kemudian berdiri menuju pintu keluar menemui keluarganya.

“Bagaimana keadaanya? Dia baik-baik saja kan?” tanya Lean beruntun begitu Alfred keluar dari ruangan.

Alfred mengangkat kepalanya menatap daddynya “Maafkan aku dad...” lirihnya.

“Apa maksudmu minta maaf?” tanya Alaric sedikit menaikkan suaranya.

“Dia koma... jantungnya sempat berhenti berdetak, maafkan aku” suara Alfred nyaris tidak terdengar saat mengatakannya.

“Ya Tuhan...” Lean mengusap kasar wajahnya dengan kedua tangan.

Sedangkan Alaric langsung mendudukkan tubuhnya di kursi.

“Apa yang harus kita lakukan” tanya Lean dengan nada yang lemah.

“Aku tidak akan membiarkannya pergi dad! Sampai kapanpun, dia akan bangun... tidak... tidak... dia harus bangun!” Alfred berkata tegas kepada kedua orang dihadapannya.

“Benar, dia putriku... dia gadis yang kuat, dia pasti kembali. Putriku pasti bangun”

Alaric beranjak dari duduknya, lalu melangkahkan kaki keluar dari Emergency Room.

“Setelah kondisinya stabil, Eunbi akan dipindahkan.”

“Berikan yang terbaik, apapun itu”

“Pasti dad

Lean mengambil ponselnya untuk menghubungi istrinya. Bagaimanapun istrinya harus tahu keadaan putrinya.

...

Yoora melangkahkan kakinya secepat yang ia bisa untuk menemui putrinya. Pandangan matanya buram karena air mata yang tidak berhenti mengalir. Begitu melihat suaminya Yoora spontan menampar Lean.

“KAU BILANG AKAN MELINDUNGINYA! KENAPA? KENAPA PUTRIKU HARUS MENGALAMI INI SEMUA LEAN!” Yoora semakin histeris dan tidak berhenti memukul dada suaminya.

Mom!” Alfred mencoba untuk menenangkan mommynya.

“Harusnya aku tidak kembali, harusnya aku tetap tinggal disana bersamanya. Eunbi...” Yoora mulai kehilangan tenaganya.

Lean hanya pasrah menerima perlakuan istrinya karena ini memang salahnya. Bahkan hanya bisa menggumamkan kata maaf berkali-kali. Hingga pukulan istrinya mulai melemah dan pingsan dihadapannya.

MOMMY” “ANNA!” keduanya kaget karena Yoora tiba-tiba pingsan.

Lean menggendong istrinya menuju ruangan sebelah putrinya, dan Alfred langsung memeriksa mommynya.

Mommy baik-baik saja dad, semua karena mommy terlalu terkejut. Biarkan mommy istirahat disini dulu.”

...

Kondisi Eunbi masih tetap sama, hanya saja sudah dipindahkan ke ruang rawat.
Yoora memandang miris ke arah badan putrinya yang di penuhi berbagai alat medis. Mata putrinya masih setia terpejam. Meski begitu putrinya masih terlihat cantik.

Welcome Back (Posessive Family)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang