PERSIAPAN {Exchap Series}

47.6K 3.4K 142
                                        

'Dapat punggung terus'

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

'Dapat punggung terus'

***

Waktu berjalan begitu cepat bagi Damara yang begitu fokus dengan tujuannya. Persiapan yang benar-benar Damara lakukan dengan ketat membuat Delta merasa kehilangan.

Kapasitas waktu berdua benar-benar menurun drastis. Interaksi diluar berangkat dan pulang bersama sangat minim, kadang dalam seminggu hanya sekali. Bahkan keduanya bertemu dikala Damara binsik di Batalyon Infanteri -lingkungan rumah dinas Delta-. Hanya saja tidak bisa selalu dilakukan, mengingat Agam jarang mendapat tugas di belahan pulau maupun negara lain dan dalam tenggang waktu yang tidak panjang.

Itu saja mereka benar-benar We time saat Damara istirahat setelah berlari, push up, pull up, dan sebagainya.. Dengan deru nafas Damara yang memburu dan keringat mengalir, tak ayal Delta menyeka ekskresi yang di keluarkan oleh kulit tersebut.

Delta benar-benar tidak mempermasalahkan sikap Damara yang sangat-sangat berubah padanya beberapa bulan ini. Ia justru bangga dengan semangat yang dimiliki Damara, walaupun terkadang hati dan jantungnya merindukan momen kedekatan secara intim.

Sebenarnya jadwal Damara sehari-hari tidaklah padat. Untuk melakukan hal yang dilakukan setiap pasangan muda di setiap hari masih bisa. Hanya saja Delta sering menolak tawaran Damara lantaran kasihan dengan aktivitas yang telah Damara lakukan saat matahari hadir.

Pagi hingga siang waktu untuk sekolah, sepulang sekolah Damara akan membaca atau berlatih soal-soal yang akan di tes kan dalam seleksi, dan dilanjutkan dengan binsik di sore hari. Jika malam hari dibantai dengan haha-hihi bersama Delta, kemungkinan untuk drop sangat besar. Kesehatan Damara utama.

Bagi Delta berkirim pesan dimalam hari sambil mengerjakan tugas atau rebahan di ranjang sudah lebih dari cukup. Toh pagi harinya akan bertemu. Tapi interaksi tersebut hanya saat mendaratkan pantat di roda dua dan perjalanan menuju kelas. Sebab saat di sekolah mereka jarang berinteraksi. Damara dengan teman-temannya, begitupula dengan Delta. Hanya sesekali mereka berinterasi di sekolah, itu saja saat ada kegiatan sekolah berupa pensi, bulan bahasa, perlombaan yang di selenggarkan SMA Erlangga maupun jam kosong yang mereka dapatkan bersamaan.

Jadi wajar jika teman-teman Damara dan Delta tidak julid dengan hubungangan mereka. Karena mereka bisa menyesuaikan tempat. Tapi terkadang tidak bisa menyesuaikan keadaan.

"Mampir ke toko mama aku dulu ya," ujar Delta seraya mencondongkan badannya ke depan. Ia berniat untuk membawa serta donat-donat mamanya ke rumah Damara.

"Iya.."

"Tante Dara ada di rumah gak?"

"Ada lah, kenapa?" tanya Damara pada mahkluk yang tercetak di kaca spion motornya.

"Gakpapa."

"Kenapa kamu? Maunya berduaan aja?"

"Iya," jawab Delta lurus.

DAMARA [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang