Satu🌼

138K 9.8K 1K
                                        

Ini baru permulaan
•••Syahfa Rafanza•••

^H A P P Y R E A D I N G^

"Makasih ya pak." Syahfa mengulurkan tangan nya, memberikan lembaran uang berwarna hijau itu kepada ojek yang ia tumpangi.

Pukul enam lewat tiga puluh Syahfa sampai disekolah. Sekolah sudah terlihat ramai kali ini. Syahfa menyapa manis orang-orang yang ia kenal.

Syahfa memang murid yang tidak pintar, namun setidak nya ia harus tepat waktu dan disiplin, biar ada plus minusnya.

Syahfa melanjutkan langkah nya, berjalan menyusuri koridor sekolah. Syahfa tak langsung masuk ke kelas nya, ia malah berbelok ketempat yang biasa ia tuju waktu pagi-pagi.

Syahfa Celingak-celinguk mencari orang yang akan ia temui. Dengan berdiri di ujung koridor, seperti biasanya. Sebentar-sebentar ia melirik jam yang melingkar di tangan manisnya itu. Ia masih menunggu.

'Nah itu dia'

"PAGI AKAA!!" jerit Syahfa menggelegar.
Di sana tampak tegap segerombolan laki laki tengah berjalan mengarah nya.

Tentu saja, Syahfa sedang berada di koridor yang selalu di lewati oleh anak Raptor .

Aka dan teman-teman nya menghiraukan sapaan itu. Mereka hanya menatap Syahfa dengan sinis. Dan lanjut berjalan melewati Syahfa begitu saja.

"Pagi Aka" Sapa nya lagi, Syahfa masuk kedalam barisan mereka. Mensejajar kan jalan nya dengan Aka.

"Yahh datang tuh nenek lampir." Celetus Dewa.

Tentu saja, anak-anak Raptor amat tak suka pada dirinya.

Syahfa menghirau kan celetukan dari Dewa itu. Ia masih saja Fokus kepada Aka nya.

Syahfa menatap Aka disamping nya. "Aka jawab dongg. Ga usah gengsi gituuuuu." Syahfa mencolek lengan Aka.

"Lo berisik banget anj!" Umpat Revan.

Syahfa menatap Revan."Sorry Van"

Yogi berdecih "Jadi cewek gak ada tau malu nya." Sindir nya.

Lagi-lagi Syahfa menghirau kan.

"Yaudah, gapapa ga usah jawab. Kamu udah makan belummm?" Tanya Syahfa berusaha, walaupun ia tahu kalau Aka pasti tak akan menjawabnya.

"Akaaa jawabbb donggg. Masa aku kayak ngomong sama patungg ginii. Jadi nyaa kan ak—"

"Berisik lo!" Bentak Aka menatap Syahfa dengan tatapan tajam nya, kerutan amarah sudah terpampang jelas di dahi Aka.

"Maaff Aka..." Syahfa menunduk. Ia tak berani menatap wajah Aka yang seseram itu.

"Mampus." Ucap Yogi tersenyum miring.

"Bentak aja Ka,kalau perlu dorong kasar aja tu badan." Seru Fatur memanas manasi.

"Maaff..." Syahfa meraih tas yang ia sandang di pundak kanan nya. Ia membuka resleting tas itu. Mengambil sebuah kotak disana. "Aku cuman mau kasih ini sama kamu." Syahfa mengulurkan tangan yang sedang menggenggam kotak itu pada Aka yang berdiri tepat dihadapan nya.

"Spesial." Lanjut Syahfa.

Aka melirik tak minat kotak yang Syahfa genggam. Senyuman miring terukir di sudut bibirnya.

PRAKK

Aka menepis kotak itu dengan kasar. Terlihat jelas sudah nasi goreng yang Syahfa buat terserak buyar dilantai koridor, begitu juga dengan kotak nya, pecah.

AKASYACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang