Gue mau mati...
Syahfa.
×
H A P P Y R E A D I N G
Let's enjoy sistbro
I
I
I
I
I
"Jadi gimana cerita nya?" Zico membuka obrolan diantara mereka berdua.
Aka dan Zico tengah berada dikantin rumah sakit sekarang. Zico memang sengaja datang menyusul Aka kesini.
"Pas gue dateng, dia udah tenggelam. Gue gak tau dia tenggelam karena apa. Tapi dilihat kaya nya dia tenggelam udah lama." Perjelas Aka tak sepenuh nya.
"Tapi Lo udah kasih nafas buatan kan?" Tanya Zico.
Aka menggeleng. "Enggak, gue gak kasih." Tutur nya berbohong.
Zico menghela nafasnya kecewa. "Kenapa gak lo kasih sih, Ka. Kalau lo kasih pasti Syahfa masih bisa sedikit tertolong." Ucap Zico dengan nada kecewanya.
"Gue gak mau." Jawab Aka.
Zico menyandarkan tubuh nya pada kursi. "Lo gak ada rasa sedikit pun sama Syahfa? Sedikit pun itu dihati Lo? Udah mau tiga tahun Syahfa ngejar-ngejar Lo, ka."
"Harus berapa kali gue bilang? Gue gak suka sama dia. Gue gak ada rasa sama sekali." Jawab Aka.
"Lo yakin? Lo gak bohong kan? Gak usah gengsi, lo gapapa cerita ke gue. Gue pasti dukung lo kok." Ucap Zico.
"Lo kenapa sih? Kok lo tiba-tiba ngomongin ginian?"
Zico menatap kembali Aka yang berada disamping nya. "Gue kasian sama dia, ka. Dia sayang banget sama lo asal Lo tau itu! Dia tulus sama lo , Buka mata lo buka!" Kesal Zico dengan pria bodoh disamping nya ini.
"Gue udah buka mata gue lebar-lebar dan gue gak suka sama dia ngerti gak sih!" Sahut Aka dengan satu tarikan nafas.
"Setidaknya kalau lo emang gak suka sama dia tolak baik-baik, jangan kasar! Dia cewek man. Lo pikir lo akan keren dengan Lo kasarin cewek kaya begitu?" Ucap Zico membuat Aka bungkam.
Zico menghela nafasnya. "Hargain, hargain selagi ada. Jangan nunggu kehilangan baru Lo ngerti."
"Jangan pernah ngabaikan perhatian orang lain sekecil apapun. Gue takut Lo kena karma, biasanya tuhan ngedatangin penyesalan satu paket dengan kehilangan." Tutur Zico pada Aka yang masih bergeming.
"Gue tau sebenarnya dilubuk hati Lo ada rasa suka sama Syahfa. Mata Lo gak bisa bohong bro, gue temenan sama Lo udah lama."
Zico menepuk nepuk punggung Aka pelan. "Buang gengsi Lo jauh jauh, jangan tutupin rasa lo itu dengan cara ngasarin anak orang." Ucap Zico.
Zico berdiri dari duduk nya. "Udahlah gue mau liat Syahfa dulu." Ucap nya pada Aka yang masih bergeming.
Zico beranjak dari sana, berjalan meninggalkan Aka.
"Ko." Panggil Aka pada Zico yang belum jauh dari sana. Spontan Zico membalikkan tubuh nya menatap Aka.
"Ingat pesan gue tadi." Ucap Aka yang dijawab anggukan oleh Zico.
💅
Syahfa terbaring di brankar rumah sakit. Dengan selang pernafasan yang terlekat pada hidung Syahfa, wajahnya terlihat begitu pucat.
Syahfa tersadar, ia membuka perlahan matanya. Menatap langit-langit rumah sakit, tatapannya masih sedikit buram.
"Gue dimana..." Lirih Syahfa parau.
KAMU SEDANG MEMBACA
AKASYA
Teen Fiction🔴 END | SUDAH TERBIT PART MASIH LENGKAP > BUDAYAKAN FOLLOW SEBELUM BACA "Cih, cewek murahan!" "Udah tau Aka gak suka, masih aja dikejar-kejar!" "Gak ada harga dirinya!" "Jadi cewek tu punya harga dirinya kek!" "Urat malu nya udah putus kali." Berba...
