Enamtiga☀️

89.2K 5.8K 628
                                        

Mungkin pilihan ini jalan yang terbaik
Aka

____________________________________

Ditempat ini, tempat yang mereka jadikan untuk berkumpul ketika berada dilingkungan sekolah. Dan tempat itu adalah kantin mbak Poni.

Anggota inti Raptor duduk asal pada kursi-kursi yang terdapat disekitaran sana. Diselingi dengan canda tawa antara sesama mereka.

Tapi tidak dengan Aka, lelaki itu sibuk mengaduk-aduk Juz nya menggunakan sedotan. Tatapan kosong lurus kedepan menyelimuti fikiran Aka. Entah apa yang sedang pria itu lamunkan sekarang.

Dewa yang berada tepat disamping Aka merasa tersadar dengan sikap Aka yang sedari tadi hanya diam, tak ikut nimbrung perbincangan mereka.

"Woi Ka!" Dewa menepuk pundak Aka sangat keras. "Ngelamun mulu perasaan." Cibir nya.

Sementara Aka tak merespon nya, ia hanya melirik ke arah Dewa sebentar dan kembali menatap lurus kearah depan.

Sedangkan Revan, Yogi, dan Fatur ikut memandang ke arah Dewa dan juga Aka, terutama kearah Aka.

"Apa sih yang lo fikiran, Ka?" Tanya Revan.

"Kita-kita gak seneng ngeliat sikap lo yang kaya gini." Ujar Yogi.

"Tau tuh, giliran ditanya kenapa jawabnya gapapa. Sejak kapan lo mulai jadi tertutup gini? Padahal lo nya sendiri yang bilang kalau kita satu sama lain harus terbuka." Tutur Fatur.

Dewa menyelampirkan tangan nya pada pundak Aka. "Cerita sama kita Ka, Ini pasti ada sangkut pautnya sama Syahfa kan?" Tuding Dewa tepat sasaran.

"Shit! I miss her." Kata-kata itu yang terlebih dahulu keluar dari mulut Aka.

Revan menghembuskan nafasnya. "Syahfa kan?"

Aka menarik seulas senyuman getirnya. Dibalik senyuman itu dapat dilihat Aka yang tidak baik-baik saja. "Udah pernah belum lo pada ngerasain rasanya nahan cemburu sambil senyum? Ya.. tepatnya nahan cemburu sama sahabat lo sendiri. Dan gue udah ngerasain itu, rasanya sakit banget HAHAHA." Aka membubuhi tertawa mencekam di akhir kalimat nya.

"Gak boleh cemburu, kalau dia milih yang lain itu hak dia." Ucap Fatur. Spontan Yogi menjentik jakun Fatur. Fatur spontan mengelus leher nya, Meringis kesakitan.

"Apa yang harus gue lakuin lagi supaya dia jadi milik gue? Syahfa yang dulu udah hilang, Gue bukan orang yang dia suka lagi. First love? Fuck first love." Ucap Aka.

"Dia gak hilang ka, dia masih ada. Tapi bukan untuk lo lagi, melainkan untuk orang lain." Ucap Yogi.

"Gini deh ka, menurut gue lo itu memang first love nya Syahfa. First love itu bukan semua nya tentang cinta pertama dan siapa mantan pertama. Tapi menurut gue, first love itu orang yang bisa buat dia gak bisa lupain tu seseorang. Orang yang selalu bikin dia terus semangat. Dan orang itu adalah lo kan? gue gak yakin Syahfa bakal move dari lo secepat itu. Bayangin deh, dari jangka waktu tiga tahun dia berjuang." Perjelas Revan menurut opini tersendiri.

"Tapi itu dulu Rev, bukan sekarang. Nyatanya Syahfa memang total berubah. Syahfa memang udah gak ada rasa sedikit pun sama gue. Ruang dihatinya udah diisi sama Zico. Dan pastinya udah gak ada celah lagi buat gue." Ucap Aka yang sudah terlanjur putus asa.

"Lo gak boleh gitu Ka. Jangan jadi cowo lemah yang nyerah gitu aja. Kalau lo bener-bener cinta sama Doi perjuangin. Lo harus gentle ka." Ujar Yogi.

"Kenapa harus Zico? itu seakan akan ngebunuh gue. its oke kalau Syahfa sama orang lain. Tapi ini Zico, sahabat gue sendiriiiii." Ucap Aka frustasi.

"Kalau antara persahabatan udah masuk kedalam dunia percintaan itu susah. Salah satu akan hancur, kalau gak persahabatan ya ngorbanin perasaan lo masing-masing." Ucap Fatur.

AKASYACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang