EmpatBelas🌼

87.6K 7.6K 140
                                        

Kalian tak perlu tahu sesakit apa hari-hari yang aku lalui.
*Syahfa*

°°°°

<H A P P Y R E A D I N G>
_________________________________________

Syahfa memilih datang lebih awal pagi ini. Dengan kondisi mata yang bengkak akibat nangis semalaman. Ditambah Syahfa tak bisa tidur, lagi dan lagi nightmare yang membuat Syahfa tak bisa melanjut kan tidur nya. Dan badan yang terasa begitu remuk. Terlebih sekujur tangan kiri nya yang masih terasa sangat nyeri.

Syahfa menjadi sorotan orang-orang. Ia hanya memberikan senyuman nya, berusaha untuk terlihat baik-baik saja.

Syahfa menelungkup kan kepala nya pada meja yang biasa ia gunakan untuk menulis. Dengan tangan kiri yang ia luruskan kedepan. Tangan nya cukup ngilu jika terlalu banyak digerak kan ditambah sangat sakit jika ditekuk dan disentuh. Syahfa menopang kepala nya pada tangan kiri, memejamkan mata nya sembari menunggu bel masuk.

Kelas masih begitu sepi, hanya Syahfa seorang dan kedua teman kelas nya yang terdapat di dalam kelas itu.

"HALLOWW." Teriak Karin berjalan menghampiri Syahfa.

"Wihh tumben nih lo dateng pagi-pagi. Biasanya juga dateng 5 menit sebelum bel." Ucap Alna berjalan menyusul di belakang Karin. Mereka memang selalu berangkat bersama dan pulang juga bersama.

"FAAAAA ADA GOSIPPP PENTINGGG BANGETTT!" Ucap Karin yang berada di hadapan Syahfa dengan antusias.

"OII FAA PENTINGGG!! INII TENTANG AKAA."

Merasa di hiraukan, Karin langsung melirik wajah Syahfa. Menyibak kan rambut yang terurai menutupi wajah nya itu. "Lah tidur?"

"Pagi-pagi maen molor aja lo!" Sindir Alna mengeluar kan buku pelajaran dari dalam tas nya. "Rin, liat Pr sejarah dong." Seru Alna pada Karin.

"Di rumah ngapain aja si Lo! Berusaha dikit kek, Gue capek nih nyari jawaban! Lo malah enak-enakan tinggal nyalin." Hardik Karin. Namun gadis itu tetap memberi buku PR nya pada Alna. Untuk sahabat apa yang enggak.

Alna terkekeh. "Makacii cayang." Ucap Alna meraih buku PR milik Karin. Alna mulai menyalin jawaban yang tertera disana.

"Buset panjang banget." Ucap Alna melihat tulisan panjang itu.

"Ribet Lo! Tinggal nyalin juga."

Karin kembali menatap Syahfa. "Fa, Lo gapapa? Ada masalah? Buset mata Lo Segede jengkol. Abis nangis semaleman? Jangan bilang kalau yang lo tangisin itu Aka si cowok brengsek?" Ujar Karin. Alna yang mendengar nya malah ikut melihat Syahfa.

"Faa." Karin menggoyang-goyang kan tubuh Syahfa. Membuat Syahfa berjengit kesakitan. Tentu saja, gadis itu memegang tangan kiri nya.

"Aww anjir Lo!" Hardik Syahfa, Ia langsung memegang lengan kiri nya.

"Eh sorry fa, masa gitu aja sakit si." Tak ada respon dari Syahfa, Ia masih meringis kesakitan. Cukup keras Karin memegang lengan nya.

Mata Karin mendelik saat melihat beberapa lebaman di daerah tangan kiri Syahfa. Karin mencoba mendekat kan jarak nya pada Syahfa.

"Astaga fa! Kenapa tangan lo?!" Ucap Karin.

Alna ikut menoleh. "Yaampun Faa, Kok lebam-lebam gini sih?!" Sahut Alna menatap lebaman itu.

Syahfa berdecak. "Kepentok lemari." Jawab nya berbohong.

"Gilak! Kepentok lemari gak mungkin segini nya, lo pasti bohong kan?" Ujar Alna.

AKASYACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang