Empatlapan💅

126K 7.1K 1.2K
                                        

Dia milik gue sekarang
~Aka~

Beberapa suster mendorong cepat brankar dorong rumah sakit. Membawa pasien atas nama Syahfa yang sudah terlihat sekarat. Syahfa hampir kehabisan darah sekarang.
Darah berwarna merah pekat itu membanjiri seluruh wajah Syahfa. Rambut yang tersurai panjang itu sudah dipenuhi darah yang hampir membeku. Terlebih dengan baju yang Syahfa kenakan. Kemeja berwarna putih itu juga terdapat lumuran darah. Sangat jelas darah berwarna merah itu dibaju syahfa.

"Syahfa Lo harusss kuatt faa.."

"Syahfa lo harus bertahann fa gue mohon sama looo..."

"Syahfaa.."

"Syahfaa gue mohonn.."

"Pliss bertahan Syahfa!!"

Tangisan Aka terisak, pria itu ikut mendorong brankar Syahfa menuju ruangan IGD. Aka berada tepat disamping Syahfa yang terbujur itu. Menatap dengan tangisan diri Syahfa yang sudah tak wajar. Ia benar-benar pilu menatap tubuh Syahfa sekarang.

"Syahfaa sadar faaa, gue tau lo kuatt."

"Guee mohonn faaa bertahannnn." Mohon Aka menatap sendu wajah Syahfa yang terpejam damai.

Mereka sampai tepat didepan ruangan IGD. Tanpa menunggu lama, suster itu langsung memasukkan Syahfa kedalam ruangan.
Beberapa suster itu menahan tubuh Aka. Menghalau nya agar tak ikut masuk ke dalam.

"GUE MAU MASUK!" Bentak Aka.

"Gak bisa mas, Mas nya tunggu diluar ya. Tolong pengertian nya." Ucap suster itu. Aka tetap kekeh, Ia terus memberontak agar ikut masuk kedalam. Aka sangat ingin mendampingi Syahfa di dalam sana.

"Mas tolong pengertian nya! Pasien akan kami tindak sebaik mungkin."

"Tolong, Tolong lakuin yang terbaik sus.. selamatin dia.." Lirih Aka parau. Lelaki tegas ini terlihat sangat tak berdaya.

"Tenang, serahkan semuanya sama kami." Jawab suster itu. Ia langsung masuk kedalam, menutup pintu IGD dengan rapat. Tak ada celah sedikit pun untuk melihat situasi didalam sana.

Tubuh Aka melemas, tubuh nya perlahan terduduk di lantai rumah sakit. Aka memeluk lutut nya, tubuh nya tersandar pada tembok. Tangisan nya kian memecah. Seketika hal-hal buruk terlintas di benak nya. Ia takut akan terjadi suatu hal buruk nanti nya pada Syahfa.

"Kenapa lo lakuin ini fa.."

"Kenapaa?!"

"Kenapa lo senekat ini Syahfaaaaa?!" Lirih Aka. Ia mengacak rambut nya kasar, memukul mukul kepalanya frustasi.

"Syahfa gue mohonn.."

"Jangan tinggalin gue Syahfa.."

"Gue mohonn.."

Aka mengusap wajah nya kasar, menangis sejadi-jadi nya disana. Perlu diketahui kenapa Aka sampai bisa berada disini sekarang. Seseorang menelfon nya menggunakan nomor Syahfa. Terdengar suara seorang pria paruh baya ditelfon itu. Sepertinya ia adalah warga sekitar yang ingin memancing. Dan lelaki itu pun menemui Syahfa, alasan pria itu menelpon Aka Karena nomor Aka yang tersematkan dan berada paling atas. Maka dari itu ia memilih menelfon Aka.

AKASYACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang