Terbesit rasa ingin mengakhiri hidup dengan cara bunuh diri.
~syahfa~
°°°
Halloo
✨H A P P Y R E A D I N G✨
Let's enjoy
Siap?
1
2
3
gas
Disini, di tempat yang cukup mencekam ini Syahfa tengah berada. Tempat yang pastinya tak akan memihak kepada nya.
Syahfa sedang duduk di sofa empuk yang terdapat di dalam ruangan BK. Duduk bersama kepala sekolah, guru BK, komite keamanan sekolah, wali kelas Syahfa dan wakil kesiswaan.
Syahfa menunduk, perasaan nya begitu berkecamuk. Tapi ia harus berusaha untuk setenang mungkin. Dirinya tak salah! Kenapa ia harus takut seperti ini.
"Mana yang namanya Syahfa?!" Amukan suara berat yang terdengar nyaring dari arah pintu. Sontak orang-orang yang terdapat di ruangan itu menatap ke arah sumber suara.
Seorang pria yang sudah berbaya itu langsung berlari ke arah Syahfa. Tangan nya sangat ringan menampar pipi Syahfa. Sehingga suara tamparan itu begitu terdengar nyaring.
Sontak orang-orang yang berada disana terkejut. Dan segera menjauhkan Pria itu dari Syahfa. Bu Fio, selaku wali kelas Syahfa langsung duduk disamping Syahfa.
"Kamu kiranya! gak ada habis-habis nya ya kamu ganggu anak saya!" Hardik nya pada Syahfa yang tengah memegangi pipinya yang perih.
"Tenang pak Dendi, dia masih pelajar. Tak seharus nya bapak berlaku kasar dan main tangan terhadap Syahfa. Bapak bisa kena pasal." Ucap kepala sekolah menasehati.
"Saya tidak perduli! Dia bukan seorang pelajar lagi kalau sifatnya seperti itu! Emang dasar anak gak punya didikan!" Hardik nya lagi.
"Sabar pak sabar, duduk dulu. Kita selesaikan secara baik-baik." Ujar komite keamanan. "Duduk dulu ibu, Bianca." Lanjutnya menatap Bianca dan Sinta secara bergantian.
"Bianca, masih sakit nak punggung nya?" Tanya wakil kesiswaan itu pada Bianca.
"M-masih sakit banget bu...." Lirih Bianca memasang raut wajah melas nya.
"Tahan dulu ya nak atau kamu mau baring?" Ucap bu Fio.
"Engga usah bu, s-saya masih bisa tahan." Ucapnya sendu. Bianca berbalik melirik Syahfa dengan senyuman miring nya.
Syahfa yang melihat ekspresi Bianca itu pun merasa miris. Kasihan dengan gadis malang seperti Bianca.
"Kami tidak mau tau ya, minimal dia harus dikeluarkan dari sekolah." Ucap sang ibunda Bianca.
Syahfa tersentak, Reflek membetulkan posisinya dan langsung menatap Sinta. "Gak bisa gitu dong tan! Salah saya apa? Saya gak salah. Yang jelas-jelas salah itu anak tante. Dia yang mulai duluan, dia yang selalu ganggu saya." Tutur Bianca pembelaan.
"Jelas-jelas kamu yang salah! Masih aja nuduh anak saya!" Sentak Sinta tak terima.
"Ya te—"
Tok Tok
"Permisi!"
Spontan mereka semua menoleh ke arah sumber suara. Menatap ke arah pintu, melihat siapa seseorang yang berada disana.
"Pak Nino, silahkan masuk pak." Ucap kepala sekolah pada papa nya Syahfa.
Seketika badan Syahfa melemas, Desiran darah nya mengalir kencang. Kenapa sampai papa nya harus dipanggil ke sekolah? Suatu keburukan bagi diri Syahfa. Ia harus cepat pasang badan untuk menerima semua perlakuan papanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
AKASYA
Teen Fiction🔴 END | SUDAH TERBIT PART MASIH LENGKAP > BUDAYAKAN FOLLOW SEBELUM BACA "Cih, cewek murahan!" "Udah tau Aka gak suka, masih aja dikejar-kejar!" "Gak ada harga dirinya!" "Jadi cewek tu punya harga dirinya kek!" "Urat malu nya udah putus kali." Berba...
