Sembilanbelas🌼

87.8K 7.3K 272
                                        

Yuk kuat yuk fa. Lihat kebelakang banyak yang lebih sayang sama kamu.
~saya~





H A P P Y   R E A D I N G

Syahfa berjalan menuju deretan loker. Menghampiri loker milik nya, Ingin meletak kan buku diary nya itu.

Syahfa membuka loker berbahan dasar besi alumunium, meletak kan buku diary itu disana. Didalam loker nya juga terdapat Novel, Sapu tangan dan berbagai macam benda lain.

Saat Syahfa ingin menutup loker itu. Seseorang dari arah belakang menutup loker Syahfa dengan kasar. Membuat jari telunjuk Syahfa terjepit. Spontan Syahfa berteriak, Ia melihat ujung jari telunjuk nya yang sedikit hancur, kuku nya patah. Darah segar berwarna merah hati mengucur deras.

"LO GILA YA?!!!" Bentak Syahfa pada orang itu. Menahan sakit dan perih yang menjalar disekujur tangan nya. Syahfa mengibas-ngibas kan telapak tangan nya. Membuat tetesan-tetesan darah itu berjatuhan dilantai.

"LO YANG GILAA!!!!" Sentak nya cepat, tak mau kalah. Suara teriakan mereka itu membuat orang-orang disekitar sana melihat kearah mereka. Mereka menjadi sorotan saat ini.

Bianca terkekeh remeh. "Enak kan? Lo rasain akibat nya!!"

Syahfa meringis, luka itu begitu perih. "Dasar perempuan gila!" Umpat Syahfa berjalan meninggal kan Bianca.

Namun Bianca tak membiarkan nya. Ia menghalau jalan Syahfa. Mendorong tubuh Syahfa keras hingga tubuh gadis itu terbentur pada loker.

"LO APA-APAAN SIH?!!" Sentak Syahfa.

"LO YANG APA-APAAN!! UDAH BERAPA KALI GUE BILANG JAUHIN AKA!!" Peringat Bianca.

Sontak Syahfa tertawa mendengar ucapan yang baru saja keluar dari mulut Bianca. "Oh jadi masalah Aka."

"IYA! MASALAH CALON PACAR GUE." Teriak Bianca di hadapan wajah Syahfa.

Syahfa bergeleng-geleng miris. "Udah ya gue gak ada waktu ladenin Lo." Jari nya terasa sangat sakit, Ia tak kuasa menahan perih ini.

Bianca menyergah jalan nya Syahfa. "Kasian ya Lo, merasa paling deket ternyata ada yang lebih Deket." Bisik Bianca menohok. "Lo itu gak ada tau malu nya ya, cabe!" Desis Bianca.

Syahfa terkekeh. "Miris ya jadi lo, Bi. Cantik-cantik tapi gila, Goodlooking tapi gak good attitude, eh upss. Lo kan ga goodlooking sorry." Cibir Syahfa dengan sisa-sisa tenaga nya.

Bianca naik pitam, kali ini Syahfa mampu membuat nya tersulut emosi. Emosi Bianca memuncak, tangan nya dengan cepat menjambak rambut Syahfa dengan sekuat tenaga.

"APA LO BILANGG?!!! BERANI YA LO!!! LO ITU CEWEK MURAHAN!! CABE!! !!! GAK PUNYA HARGA DIRI!!!!" Teriak Bianca sekencang-kencang nya membuat orang-orang disana bersorak, Bukan nya melerai. Syahfa berusaha melepaskan cengkraman Bianca dengan kedua tangan nya. Jari nya yang terluka tadi menjadi kebas. Ia tak perduli walaupun jari nya terus mengeluarkan darah.

Syahfa berhasil melepaskan jambakan Bianca dengan sekuat tenaga. Pada akhirnya Bianca terdorong dan tersungkur pada lantai. Mulut Syahfa terbuka, ia tak percaya Bianca sampai tersungkur seperti itu.

"SYAHFA!!" Sentak suara berat yang datang menghampiri mereka, Itu suara Aka.

"LO GILA?!!! MERASA JAGOAN?!!" Hardik Aka.

"D-dia duluan yang mulai, Aka." Tutur Syahfa sejujurnya.

"DIEM LO!!" Bentak nya, Aka membantu Bianca berdiri, terlihat Bianca yang sedang berdrama saat ini.

AKASYACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang