21. PERTENGKARAN DAN SEDIKIT KESALAHAN PAHAMAN
******
"Ngapain Ara nelpon lo? Lo gak niat rebut Ara dari Rio, kan, Gar?" tunjuknya membuat Sagara seketika gelagapan.
"Halo, Sayang?"
Suara di seberang sana membuat Gilang makin bingung. Yang jelas itu bukan suara Kiyara.
"Iya, Mom, kenapa?"
"Lama banget. Udah dapet belum melonnya?"
"Udah. Ini aku juga mau pulang, kok."
"Oh yaudah. Mommy tunggu, ya. Kamu hati-hati."
Setelah panggilan terputus, Sagara kembali menoleh pada Gilang yang melongo melihatnya. Mengangkat alisnya, "Apa?" tanya Sagara.
Gilang menunjuk ponsel Sagara yang sudah disimpan pemiliknya merasa aneh. "Kok nyokap lo? Perasaan tadi Ara yang nelpon iya, kan?" tanya Gilang bingung.
"Mata lo katarak. Ara dari mana coba? Jelas-jelas nyokap gue yang nelpon. Udah ah gak penting juga. Gue mau balik duluan." Setelah itu, Sagara meninggalkan Gilang yang masih plongo sendirian.
"Masa sih mata gue katarak?
***
"Nah datang juga. Lama banget." Ana berdecak ketika Sagara baru masuk ke dalam apartemen dengan belanjaannya.
Kiyara yang sedang menonton tv ikut menoleh dan membaiki posisi duduknya agar lebih nyaman. Matanya seketika berbinar melihat Sagara datang.
Tadi memang Sagara pergi ke minimarket untuk membelikan Kiyara buah melon karena Kiyara sangat ingin memakan buah tersebut. Kemarin perempuan itu lupa untuk membeli.
"Masih pusing?" Tidak menanggapi Mommynya, Sagara mengarahkan matanya pada Kiyara. Sebelum pergi, Kiyara juga sempat mengadu kepalanya pening. Namun tetap perempuan itu menyuruh Sagara pergi membelikan apa yang ia inginkan.
"Dikit," jawab Kiyara.
Sedang Ana sudah melenggang ke dapur untuk mengupas melon yang Sagara beli hingga di ruang tamu itu hanya ada Sagara dan Kiyara.
Sagara memindah chanel di televisi yang awalnya gosip artis, kini menampilkan berita olahraga bola.
"Tadi gue ketemu Gilang." Sagara mulai bercerita.
"Hm, terus?" tanya Kiyara menanggapi dengan santai.
Sagara mengangkat bahunya acuh. "Dia kaget gara-gara ngeliat nama lo di hp gue pas tadi Mommy nelpon."
"Oh itu hp Mommy lagi dicharger, makanya minjem hp gue. Tapi Kak Gilang gak tau, kan, tentang kita?"
"Kayaknya sih enggak. Paling dia mulai curiga dan mikirin aja sih." Kali ini Sagara sepenuhnya menoleh pada Kiyara.
Sedikit ragu dia bertanya, "Ra, kalau gue jujur aja sama temen-temen gue gimana?"
"Gak tau," balas Kiyara tiba-tiba langsung mengalihkan pandangannya. Dari nada yang terdengar, sudah sangat kentara perempuan itu tidak setuju.
KAMU SEDANG MEMBACA
SAGARA [END]
Fiksi RemajaSemua manusia memiliki rencana untuk masa depannya, tercapai atau tidaknya hanya takdir yang dapat menentukan. Cerita ini berkisah tentang dua anak manusia yang harus terjebak dalam ikatan pernikahan tanpa didasari rasa cinta di dalamnya. Sagara dan...
![SAGARA [END]](https://img.wattpad.com/cover/218625483-64-k300240.jpg)