31. MENJELASKAN DAN TENTANG AYA
*****
"OM BAIKKK!"
Orang itu menoleh saat mendengar teriakan nyaring yang masuk ke indra pendengarannya. Suara itu sangat tidak asing di telinganya, begitu familiar, sangat malah.
"Aya." Lelaki itu bergumam kaget melihat balita manis tengah melambaikan tangannya. Namun yang membuat kaget adalah keberadaan dua orang yang sangat ia kenali juga tengah bersama Aya.
"OM BAIK, AYO KEMALI!" Aya kembali melambaikan tangannya berteriak heboh.
Dengan langkah pelan, namun pasti, lelaki itu mengarahkan tungkainya mendekati Aya dan dua orang itu. Ia memandang dua wajah yang dikenalnya itu dengan raut yang sulit dijelaskan.
"Yeayy ada Om Baikkk!" girang Aya sambil bertepuk tangan.
Lelaki itu beralih menatap Aya dengan senyuman lega. Ia berjongkok di hadapan balita itu, kemudian memeluk tubuh Aya dengan erat.
Melepaskan kemudian memeriksa tubuh Aya. "Kamu gak papa, Sayang? Terus ini kenapa bisa luka?" tanyanya khawatir.
"Aya gak papa, Om Baik. Kan, ada Mama sama Papa yang lawat Aya," jawab balita itu tersenyum manis.
"Huh. Jadi kamu kemana aja? Om, Oma, Suster nyariin kamu. Terus, Mama Papa siapa yang kamu maksud? Mereka?" Lelaki itu menatap Sagara dan Kiyara bergantian.
Sedangkan dua orang itu diam mematung. Masih terlalu kaget melihat kejadian ini.
"Iya, Om. Itu Mama sama Papa Aya," angguk balita itu kemudian menarik lengan Sagara dan Kiyara. "Pa, Ma, ini Om Baiknya Aya," sebut Aya dengan gembira.
Lelaki itu berdecak malas mencoba memberi pengertian. "Sayang, Om kan udah bilang, Mama sama Papa Aya itu gak ada. Sekarang kita pulang, oke?"
Wajah riang Aya berubah sendu mendengar ucapan Om Baiknya. Menyadari kenyataan bahwa memang ia tidak memiliki orang tua. Sagara dan Kiyara hanyalah objek sementara yang Aya jadikan sebagai pengobat rindu untuk merasakan bagaimana memiliki mama dan papa yang selalu ia cari dan rindukan selama ini.
Kiyara mengedipkan matanya berkali-kali, mencerna ini semua. Ia tersenyum kikuk menatap lelaki itu.
"K-kak Rio," cicitnya gugup.
Ya, lelaki itu tak lain adalah Rio. Teman Sagara yang saat ini tengah perang dingin dengannya. Sedangkan Rio menatap malas. Ia menghela napasnya memilih untuk menggendong Aya dengan satu tarikan.
"Sekarang kita pulang. Oma udah nungguin Aya di rumah," ujar Rio tersenyum lembut mengusap rambut Aya. Jauh berbeda dengan tatapan ketika melihat Sagara dan Kiyara.
"Yo, tunggu!" tahan Sagara menghentikan langkah Rio.
Rio berbalik menyorot Sagara dingin. "Apa? Lo mau gue say thanks sama kalian karena udah nemuin Aya? Oke. Thanks." Rio meneneruskan langkahnya.
Namun langkah lelaki itu kembali terhenti ketika Sagara kembali menahannya dengan menepuk pundaknya.
"Apa lagi sih?! Belum cukup? Oke gue bakal transfer uang buat lo sama dia," kata Rio dengan menekankan kata 'dia' di akhir kalimatnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
SAGARA [END]
Teen FictionSemua manusia memiliki rencana untuk masa depannya, tercapai atau tidaknya hanya takdir yang dapat menentukan. Cerita ini berkisah tentang dua anak manusia yang harus terjebak dalam ikatan pernikahan tanpa didasari rasa cinta di dalamnya. Sagara dan...
![SAGARA [END]](https://img.wattpad.com/cover/218625483-64-k300240.jpg)