33. KIYARA'S BROTHER : ALVINO ALDEBRA ASKA
******
"Ki, besok Bunda, Ayah, sama Kak Alvin bakal pulang. Kamu sama Gara sibuk, gak? Kalau gak sibuk, boleh Bunda minta tolong buat jemput kita di bandara?"
Kiyara yang tengah mengemil snak membolakan matanya. "Hah, ulang, Bun!"
"Besok kita bakal pulang. Bunda minta tolong, kalau kamu sama Gara gak sibuk, bisa jemput kita di bandara?"
"BUNDA SERIUS?!!"
Sagara terlonjak kaget ketika mendengar pekikan Kiyara. Baru ingin menegur, tapi Kiyara lebih dulu menyuruhnya diam.
"Masa boongan sih, Sayang."
Kiyara mendengar cekikikan di balik telpon.
"Bun, please. Jangan bilang ini prank lagi? Maksudnya, Kakak u-udah..." Kiyara tak sanggup melanjutkan ucapannya.
"Iya, Kiya. Kak Alvin sembuh dan udah dibolehin pulang."
Kiyara menutup mulutnya shock plus bahagia. "Demi apa, Bun?!"
"Demi apa aja. Eh yaam-Hello Adikku." Seseorang merebut handphone Tika lalu tertawa menyapa Kiyara.
Kiyara mencoba menahan air matanya. Suara itu. Kiyara sungguh merindukannya.
Sagara menautkan keningnya bertanya bingung. "Kenapa, Ra?"
"Shttt." Kiyara menyuruh Sagara diam. Kembali fokus pada ponselnya. "Coba ngomong lagi," pinta Kiyara pada orang yang ditelfonnya.
"Kakak kangen, mau peluk kamu, Ki."
"K-kakakkk." Runtuh pertahanan Kiyara. Ia mengeluarkan isakan tangisnya. Tangis bahagia yang pasti.
"Sayangnya Kakak, kok nangis? Cengeng banget jadi cewek."
Sejak 8 bulan yang lalu, baru sekarang Kiyara bisa mendengar suara Alvin lagi. Karena kecelakaan yang dialaminya dulu, lelaki itu koma hingga berbulan-bulan lamanya. Ia terpaksa dirawat di RS Singapura karena di sana, pengobatan lebih memadai.
"Sejak kapan, Kak?" cicit Kiyara.
Alvin tersenyum yang tak bisa Kiyara lihat. "1 bulan yang lalu."
"Hah! Tapi kenapa baru sekarang dikasih tau ke aku?!"
"Kakak mau ngasih kejutan sama kamu, Kiya. Di sini Kakak ngejalanin pemulihan dulu, baru boleh pulang. Oh iya, Bunda sama Ayah udah cerita tentang kamu."
"M-maafin aku, Kak," cicit Kiyara pelan yang dibalas kekehan oleh Alvin.
"Can't wait to meet you. See you tommorow."
***
Sejak tadi Kiyara resah. Perempuan itu celingak celinguk kanak kiri. Hal itu membuat Sagara jengah melihatnya.
"Mana, ya? Kok gak ada?" tanya Kiyara memperhatikan sekitarnya mencari seseorang.
"Sabar, Ara. Mereka juga bakal muncul tanpa lo celingak celinguk gitu."
KAMU SEDANG MEMBACA
SAGARA [END]
Teen FictionSemua manusia memiliki rencana untuk masa depannya, tercapai atau tidaknya hanya takdir yang dapat menentukan. Cerita ini berkisah tentang dua anak manusia yang harus terjebak dalam ikatan pernikahan tanpa didasari rasa cinta di dalamnya. Sagara dan...
![SAGARA [END]](https://img.wattpad.com/cover/218625483-64-k300240.jpg)