36. WHO IS SAGARA LOVES

48.5K 5.2K 2.3K
                                        

36. WHO IS SAGARA LOVES

******

"Lo beneran gak mau gue temenin, Ra?"

"Enggak Flora. Udah sana duluan aja, lagian lo pengen ke toilet juga, kan?" Kiyara berdiri sambil membawa novel di tangannya.

"Yaudah, gue duluan kalau gitu, kebelet banget soalnya." Flora merapikan rok sekolahnya nyengir pada Kiyara.

"Hm, gih sana, kececer di sini ntar gak lucu lagi." Kiyara menggelengkan kepalanya saat Flora sudah ngibrit keluar.

***

Kiyara melangkahkan kakinya di lorong panjang menuju perpustakaan sambil bersenandung pelan. Tempat ini sepi karena para siswa siswi sudah pasti tengah berada di kantin.

Ia menoleh ke kanan, menampilkan view lapangan outdoor sekolah. Di sana terlihat beberapa siswa main basket. Dan ada juga anggota paskibra yang sedang latihan.

"Mereka gak takut item apa ya?" gumam Kiyara begitu melihat sebagian siswi anggota paskibra yang tengah latihan di tengah terik panas matahari.

"Ara?"

Kiyara noleh ke samping begitu mendengar seseorang memanggil namanya.

Siaga satu.

"Eh, Pak Hilman. Kenapa, Pak?" tanya Kiyara sopan.

"Gak papa. Bapak cuman nyapa aja biar dikira gak sombong hehe." Guru Penjaskes itu tertawa garing.

Dih. Batin Kiyara.

Perempuan itu tersenyum kikuk melihat guru itu mengedipkan sebelah matanya sambil duduk sok oke dengan satu kaki berada di paha. "Kamu mau keperpus ya?"

Pakek nanya lagi, gak liat gue bawa novel apa? Lagian arah jalan gue juga udah pasti nuju perpus Hilman! Batin Kiyara lagi, karena emang tujuan satu-satunya lorong itu cuman perpustakaan.

"Oh, iya, Pak." Perempuan itu menjawab sesopan mungkin.

"Rajin banget kamu. Kan jadi pengen saya halalin." Pak Hilman menatap Kiyara dengan senyuman genit.

Sebenarnya Kiyara geli mendengar gombalan guru Penjaskes itu. Iya sih, ganteng. Tapi tua. Yakali selera Kiyara sama Om-Om.

"Bapak bisa aja," timpal Kiyara.

Pak Hilman menurunkan kakinya lalu menatap salah satu muridnya itu sok serius. "Beneran loh, Ra. Saya serius. Kamu mau gak sama saya?"

Dih, gue udah punya suami keles! Dasar guru genit. Inget umur Pak! Rasa ingin Kiyara meneriakkan kalimat itu. Untungnya dia masih sayang nilai.

"Eng-" Kata selanjutnya batal keluar saat suara lengking masuk ke indra pendengaran Kiyara.

"MY HONEY HILY, YUHUUU???"

Huft, terima kasih Tuhan. Kiyara bersorak dalam hati saat penyelamatnya datang.

Bu Rena menghapiri Pak Hilman. Tusuk kondenya hari ini berwarna merah menyala menghiasi kepalanya. Sedangkan Pak Hilman sudah berdiri was-was.

SAGARA [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang